Tag: sudut pandang

Sudut Pandang: what we think, what we become

 

apapun bisa dicelaHari ini seseorang, yang merupakan sosok guru dan sahabat bagi saya, mengirimkan gambar ini. Bagi saya menarik sekali. Kalau dicari, kesalahan pasti akan ada saja. Tergantung mau pakai sudut pandang yang mana. Saya jadi mikir, sepertinya saya termasuk orang yang meyakini bahwa bukan “sesuatu (peristiwa, kondisi, status, atau situasi)” yang menentukan nasib kita, melainkan cara kita “memandang dan menangani sesuatu” lah yang menentukan.

Jadi, karena kita dapat memilih dan menentukan sudut pandang apa yang akan digunakan dalam memandang sesuatu, maka saya percaya bahwa konsep nasib itu lebih bersifat self-determined (utamanya ditentukan oleh diri kita sendiri). Dengan demikian, nasib jelas berbeda dengan konsep takdir, yang lebih bersifat externally-determined atau given (utamanya ditentukan oleh hal-hal diluar kuasa atau rencana kita sendiri, atau sudah dari sananya).

Dari contoh gambar di atas, dapat diinterpretasikan: mungkin sudah takdir saya untuk melihat sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang naik keledai dan berlalu di hadapan saya. Tapi adalah nasib saya untuk merasa terganggu oleh perasaan kasihan terhadap keledai. Karena sesungguhnya saya bisa saja tidak merasa terganggu, jika saya memilih untuk tidak memberi penilaian apapun (cuek), karena saya tidak mengerti apa yang sedang dirasakan atau dipikirkan oleh laki-laki, perempuan, atau kedelai tersebut. So why be bothered?

Continue reading “Sudut Pandang: what we think, what we become”

Advertisements