Tag: modal sosial

FEUI Selenggarakan Diskusi seputar Koperasi dan Kewirausahaan Sosial dengan Dr. Rory Duff

DSC_0004
Nuansa Diskusi di Ruang Djoko Soetono, Gedung Dekanat FEUI Lantai 3

Kewirausahaan sosial adalah suatu konsep baru namun gerakannya semakin berkembang di dunia yang kini semakin sadar akan perlunya cara baru dalam melaksanakan aktifitas ekonomi, agar juga dapat efektif dalam mengatasi masalah sosial yang dialami masyarakat sekitar. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gerakan ini, British Council bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi UI, dan didukung oleh UKM Center FEUI melaksanakan kerjasama dalam bentuk pengadaan diskusi yang mengangkat tema “Cooperative as the basis of Social Entrepreneurship and Social Entreprise”. Pada kesempata tersebut Dr Rory Ridley Duff, edukator yang juga seorang pakar dibidang koperasi dan kewirausahaan sosial dari Sheffield Hallam University (Inggris), berperan sebagai narasumber . Adapun sesi diskusi tersebut dihadiri oleh para dosen FEUI, tim British Council, mahasiswa S1 dan S2 FEUI, dan para perwakilan pengurus koperasi mahasiswa di lingkungan UI, serta perwakilan dari tim Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan.

Dr Rory memulai paparannya dengan membagi aktifitas ekonomi ke dalam 3 sektor besar, yaitu sektor swasta (private sector), sector publik (public sector), dan sektor ketiga (third sector). Sektor swasta beraktifitas dalam mekanisme masyarakat dengan model kegiatan berupa penawaran barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan maupun keinginan masyarakat dalam rangka mendapatkan keuntungan. Sektor publik beraktifitas dengan model kegiatan berupa penyediaan barang dan jasa melalui pemanfaatan anggaran Negara, sehingga tujuannya tidak untuk mendapatkan keuntungan melainkan dalam rangka memenuhi hak dan kebutuhan masyarakat umum, serta untuk menjalankan fungsi redistribusi pendapatan. Sementara yang tergolong ke dalam sektor ketiga adalah yang beraktifitas dengan model kegiatan berupa penyediaan barang dan jasa untuk memenuhi hak dan kebutuhan publik namun pembiayaan kegiatannya tidak berpaku pada anggaran Negara, melainkan dapat berasal dari dana masyarakat. Perusahaan Sosial (social enterprise) oleh Dr. Rory berada pada sektor  ketiga tersebut. Adapun antara ketiga sektor tersebut, pada implementasinya sering terdapat irisan, hal ini kemudian mewarnai jenis dan tipe dari perusahaan sosial itu sendiri, yang kemudian membuat konsep perusahaan sosial tersebut menjadi tidak mudah untuk didefinisikan secara hitam dan putih.

Namun demikian, Dr Rory memiliki konsep atas definisi perusahaan sosial tersebut, di mana sebuah perusahaan baru dapat disebut sebagai perusahaan social jika memenuhi 2 kriteria, yaitu: 1) usaha tersebut memiliki tujuan sosial (enterprise with social purpose) yang jelas dan terinternalisasi dalam visi dan misi perusahaan; 2) usaha tersebut dijalankan dan dikelola dengan dasar sosial (socialized enterprise) di mana kekuasaan dalam pengambilan keputusan tidak terpusat pada 1 pihak semata melainkan turut melibatkan berbagai stakeholders yang berkaitan dengan aktifitas perusahaan, atau dikelola secara partisipatori. Dari kedua factor tersebut, Dr Ridley-Duff menyatakan bahwa koperasi (cooperatives) memenuhi kedua kriteria di atas dan dapat dikatakan sebagai bentuk atau model nyata dari konsep perusahaan social (social enterprise). Mengapa? Karena 7 prinsip dasar koperasi (berdasarkan International Cooperative Alliance) telah menginternalisasi kedua kriteria tersebut, khususnya tercakup dalam prinsip koperasi yang ke-3 dan ke-7 yaitu member economic participation dan concern for community. Continue reading “FEUI Selenggarakan Diskusi seputar Koperasi dan Kewirausahaan Sosial dengan Dr. Rory Duff”