Kelabu Februari 2012, Cepatlah Berlalu

Entah ada apa dengan Februari 2012, yang pasti, bulan ini akan menjadi catatan penting tersendiri bagi kami yang bekerja dan berkarya di UKM CENTER FEUI.

Tahun yang baru seringkali diawali dengan semangat baru, refleksi dan kontemplasi atas hal dan peristiwa lalu, dan penetapan cita-cita baru. Kami di UKMC FEUI tak luput dari proses itu. Bulan Januari tahun ini kami awali dengan pembulatan semangat baru, refleksi diri atas kekurangan-kekurangan yang lalu, dan penjaringan harapan untuk hari esok yang harus lebih baik. Target-target yang ingin dicapai tahun ini pun digantungkan, diantaranya adalah penyusunan program pembinaan UKM yang terintegrasi, perbaikan sistem atau SOP, penguatan kapasitas SDM, dan replikasi UKMC FEUI di universitas-universitas lain di Indonesia. Dengan mengucapkan Dengan Nama Allah, kami bulatkan tekad untuk mencapai itu semua, dan berharap semoga alam semesta menyambut baik energi kami. Kalau bahasa orang Suku Sambas Kalimantan Barat, fenomena tersebut umum disebut dengan Langkah Kanan. “Semoga langkah kanan, ya, nak”, demikian biasanya ibu saya ketika mengantarkan langkah saya untuk meraih cita-cita. Continue reading “Kelabu Februari 2012, Cepatlah Berlalu”

Karya Mahasiswa: “On Poverty”

Pada semester ini kelas Ekonomi Kemiskinan turut dibuka dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Hal ini terkait kurikulum yang mewajibkan mahasiswa setidaknya mengambil 18 SKS mata kuliah yang diantar dengan Bahasa Inggris. Kelas Ekonomi Kemiskinan dalam konteks ini pun menjadi Economics of Poverty. Terkait dengan rangkaian kegiatan perkuliahan, kami melakukan kunjungan lapangan ke Koperasi Kasih Indonesia – koperasi simpan pinjam bagi masyarakat miskin di daerah Cilincing Jakarta Utara – yang digagas oleh Leonardo Kamilius, alumni FEUI angkatan 2004. Setelah kunjungan tersebut, mahasiswa diminta membuat essay mengenai “What is Poverty?” dan “How do you see it?”. Berikut adalah essay terbaik yang ditulis oleh Aria Gita Indira dengan judul “On Poverty”.

Adapun untuk cerita lengkap mengenai kunjungantersebut dapat  dibaca pada link berikut: https://salamduajari.com/2012/03/23/perjalanan-memahami-fenomena-kemiskinan/.

Continue reading “Karya Mahasiswa: “On Poverty””

Perjalanan Memahami Fenomena Kemiskinan

Dari judulnya seakan tulisan ini akan membahas suatu tema yang berat. Tidak juga sebenarnya. Karena melalui tulisan ini saya hanya ingin bercerita mengenai kunjungan lapangan yang dilakukan oleh saya beserta mahasiswa kelas Ekonomi Kemiskinan di FEUI. Perjalanan dilakukan pada 22 Februari 2012, berangkat dari FEUI Depok dengan Bus Depok – Pasar Minggu tanpa AC yang sengaja disewa dalam rangka mengkondisikan nuansa “petualangan” pada kunjungan lapangan kali ini. Berangkat pukul 11.20 WIB, rombongan tiba di Koperasi Kasih Indonesia, koperasi simpan pinjam yang digagas oleh alumni FEUI angkatan 2004 Leonardo Kamilius, pada sekitar pukul 13.20 WIB. Hari yang cerah (bahasa positif dari gerah) memperkuat nuansa petualangan pada kunjungan lapangan saat itu. Mengapa ke Koperasi Kasih Indonesia? Karena KKI memfokuskan layanannya untuk kalangan miskin yang notabene memiliki ketergantungan tinggi terhadap rentenir manakala si miskin mengalami shock atau kejadian kurang beruntung yang bersifat tidak terduga. Menurut hasil pengamatan Leon, tingkat suku bunga rentenir di daerah Cilincing tersebut adalah sekitar 30-40% per BULAN!

Continue reading “Perjalanan Memahami Fenomena Kemiskinan”

Mengapa kita begitu cuek? – bagian 1

Foto ini diambil tepatnya pada 8 Maret 2012, di lingkungan kampus FEUI, Depok. Apa yang menarik dari foto ini?

Sebagai pihak yang sangat merasa “terganggu” dan menilai  cara pandang “buang sampah sembarangan itu tidak apa-apa karena nanti diambil oleh petugas kebersihan atau pemulung” yang masih membudaya di Indonesia tersebut sebagai budaya yang udik, tentu salamduajari merasa sangat kecewa melihat hal ini. Mengapa?

  1. Di lingkungan FEUI sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia saja masih terdapat warga yang bermental udik, lantas apa yang bisa diharapkan pada masyarakat Indonesia secara luas yang kebanyakan bertingkat pendidikan rendah?
  2. Kalau ternyata si pelaku tindakan udik tersebut bukanlah warga FEUI, misalnya tamu atau masyarakat sekitar yang memasuki kampus, tetap saja hal ini mengecewakan. Mengapa? Maka berarti warga FEUI sendiri masih memiliki sifat cuek terhadap lingkungannya, “yang buang bukan saya, mengapa harus saya yang memungutnya?”. Sampah tersebut hanyalah berupa gelas plastik, tak dibutuhkan kerja bakti untuk mengangkutnya, cukup dengan sedikit membungkuk lalu gunakan salah satu tangan untuk mengambilnya. Mudah sekali. Namun tampaknya hal tersebut  masih terasa sulit bagi kita.

Mengapa, ya, kita begitu cuek? Untuk perbandingan, berikut foto-foto yang diambil dari statiun kereta layang (skytrain) di Bangkok. Salam damai selalu.

Dapatkah kita melihat ketersediaan banyak tong sampah pada kedua gambar ini? Dapat pulakah kita melihat sampah yang terserak? Sekedar kudapan untuk renungan kita (just food for thoughts)

Indonesia Pimpin Standarisasi Tempe di Dunia

Depok, salamduajari.com – Seru juga membayangkan standardisasi tempe benar-benar terealisasi. Terbayang bahwa nanti akan ada tempe premium dengan packaging yang tidak sekedar dililit daun pisang tanpa ada keterangan produk apa pun. Nanti akan ada tempe yang pada kemasannya terdapat informasi nutrisi, tanggal kadaluarsa, juga tentunya, berlogo SNI. Kalau hal tersebut benar-benar bisa terealisasi, tentu perjuangan untuk menjadikan tempe sebagai makanan Indonesia yang berhasil go internasional sudah semakin dekat. Paling tidak Indonesia sudah terpilih sebagai negara yang memimpin penetapan standar untuk tempe tersebut. Berita baik yang patut disyukuri. Berikut adalah berita mengenai hal tersebut yang dilansir dari http://www.tribunnews.com. Continue reading “Indonesia Pimpin Standarisasi Tempe di Dunia”

Kemenkeu Publikasikan APBN-Live, Hal Baru yang Menarik!

Depok, salamduajari.com -Sebagian dari kalangan yang memantau secara cukup dekat kebijakan ekonomi pemerintah beserta pelaksanaannya, senang rasanya mengetahui bahwa pada tahun ini Kementerian Keuangan mempublikasikan APBN-live yang merupakan rangkuman Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara  2012. Hal ini merupakan berita baik, mengapa? Dengan membaca APBN live yang hanya sebanyak 1 halaman namun berisikan informasi yang cukup komprehensif.

Continue reading “Kemenkeu Publikasikan APBN-Live, Hal Baru yang Menarik!”

peresmian putus hubungan dengan kartu kredit

Jika kehadiran suatu produk dalam kehidupan mulai mengesalkan daripada memudahkan, menambah beban pikiran dari pada meringankan, itu artinya tandanya diperlukan pemutusan hubungan dengan produk tersebut. Hal itu baru saja saya lakukan. Resmi sudah putus hubungan dengan kartu kredit. Untuk saat ini sepertinya cukup satu saja. Kalau orang-orang yang kartu kreditnya bisa 5-10 biji tuh buat apa, ya, kira-kira?