Category: Dunia Kita

Indonesia, India, dan Mexico: Rumah dari Orang-orang yang Sangat Bahagia

Senyum orang Indonesia dan orang India: contoh nyata bahwa kita ga perlu nunggu punya duit banyak untuk bisa senyum lepas dan tulus 🙂 [foto: diolah dari hasil pencarian di google]
Walaupun dunia dilanda berbagai permasalahan ekonomi, peperangan, konflik-konflik dan bencana alam, dunia kini adalah tempat yang lebih bahagia dibandingkan dunia di empat tahun yang lalu. Dari seluruh responden survey, warga Indonesia, India dan Mexico merupakan kelompok orang yang paling puas dengan kehidupan mereka masing-masing. Continue reading “Indonesia, India, dan Mexico: Rumah dari Orang-orang yang Sangat Bahagia”

Advertisements

Hasil Penelitian OECD: Perempuan lebih Bahagia dibanding Pria

Di seluruh negara-negara paling maju dunia jam kerja pria lebih lama dan mereka mendapatkan tingkat gaji lebih tingi namun angka harapan hidup mereka lebih kecil, lebih stress dan lebih sering menemui bahaya. Sebaliknya perempuan semakin dapat menikmati standar pendidikan serta tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi disbanding pria. Namun dengan adanya gerakan-gerakan yang mendukung emansipasi perempuan pun waktu yang mereka gunakan untuk mengurus rumah tangga lebih dari dua kali lipatnya pria.

Suatu pola muncul dari indeks online yang mengumpulkan informasi mengenai kesehatan, kriminalitas dan tingkat pendapatan hingga keseimbangan kehidupan kerja, yang diambil dari 34 negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Secara keseluruhan negara paling bahagia menurut Better Life Index OECD adalah Australia. Inggris berada di urutan ke-11, diatas Prancis, Jerman dan Irlandia tetapi dibelakang Amerika Serikat yang berada di urutan ke-3. Continue reading “Hasil Penelitian OECD: Perempuan lebih Bahagia dibanding Pria”

Kekayaan Bumi Menipis, Saatnya Menggali Luar Angkasa?

Space, the final frontier in which the future fortune lies.. Could it be real?

Ah, alam semesta adalah suatu hal yang begitu misterius. Begitu kita menyatakan bahwa kita mengetahui sedikit informasi mengenainya selalu saja kita dipermalukan oleh betapa lebih banyak hal yang tidak kita ketahui. Memang benar untuk mengatakan bahwa alam semesta adalah perbatasan terakhir bagi manusia yang menarik garis antara apa yang dapat kita capai dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki dan dengan apa yang bahkan tidak dapat kita bayangkan.

Namun manusia memiliki sifat yang selalu haus akan ilmu, kita akan terus bertanya dan bertanya hingga perbatasan tadi itu hilang. Ada yang berpendapat bahwa hal ini adalah suatu anugerah tapi sekaligus juga suatu kutukan. ‘Curiosity killed the cat’ kata mereka, tapi sejauh ini sepertinya kita baik-baik saja. Ada pula sifat manusia yang selalu haus akan kekayaan alam dan apalah itu yang mendasari pembenaran dibalik ekspedisi Eropa di jaman baheula yang berujung pada kolonisasi. Kini penjajahan tidak lagi dibolehkan (saya nggak mau main politik tapi *cough*US*cough*) dan lagi pula kebanyakan kekayaan alam yang tersedia di dunia juga semakin sedikit. Disinilah masuk peran para kaum intelek dunia –and their inner geeks yang telah mengumumkan akan rencana pengadaan penggalian di asteroid-asteroid untuk berbagai macam mineral seperti emas dan platinum. Continue reading “Kekayaan Bumi Menipis, Saatnya Menggali Luar Angkasa?”

Berlibur ke Antariksa? Mungkin!

Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 21 April 1997, sebuah pesawat antariksa pernah menerbangkan abu kremasi dari 24 orang mengitari bumi pada ketinggian 578km. Penerbangan saat itu merupakan yang pertama kalinya dan disebut space burial, karena tujuan penerbangan adalah untuk membuang abu kremasi tersebut di angkasa. Ya, seperti puncak acara “penguburan” jenazah. Adapun salah satu tokoh yang ‘dikuburkan’ di angkasa adalah penemu Star Trek, Gene Roddenberry. Jadi pada saat itu, yang diterbangkan ke angkasa adalah “abu kremasi” manusia yang telah wafat.

Tapi jangan risau saudara-saudara karena millennium baru telah datang dan kini dengan bantuan dari Virgin Group, andapun dapat terbang ke antariksa dengan jiwa dan raga masih bersatu, asalkan ada $200,000 (Rp 1,831,070,000) yang tidak terpakai.

“Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away. Catch the trade winds in your sails. Explore, dream, discover.” Mark Twain Continue reading “Berlibur ke Antariksa? Mungkin!”

Bhutan, Ketika Pendapatan Bukan Segalanya

“When I was 5 years old, my mother always told me that happiness was the key to life. When I went to school, they asked me what I wanted to be when I grew up. I wrote down ‘happy’. They told me I didn’t understand the assignment, and I told them they didn’t understand life.”  –John Lennon

Bhutan, kerajaan kecil yang terletak di pegunungan Himalaya, adalah negara pertama yang mengajukan ide untuk mengukur tingkat good governance dengan melihat tingkat kebahagiaan penduduknya. Kini ide tersebut telah diimplementasikan pula oleh tetangganya, Cina. Continue reading “Bhutan, Ketika Pendapatan Bukan Segalanya”

Kiyomizu-dera, Kuil Air Suci Bersejarah di Kyoto

Kiyomizudera merupakan salah satu kuil Buddha yang paling terkenal yang terletak di Kyoto, Jepang. Bukan hanya karena ketiadaan sebutir pun paku pada keseluruhan struktur bangunannya, namun juga karena kemurnian kulitas air terjun yang berada di sekitar kompleks kuil tersebut. Kiyomizu sendiri artinya adalah air murni atau air suci. Continue reading “Kiyomizu-dera, Kuil Air Suci Bersejarah di Kyoto”