Category: Dibalik Karya Seni

Stevie Wonder: the 8th Wonder of the World

“Sungguh luar biasa, saya telah berkecimpung dalam bisnis ini selama 10 tahun, sekarang akan memasuki tahun ke-11, dan saya akan mengingat kembali dan melihat bahwa telah terjadi begitu banyak hal, begitu banyak perubahan, dan terkadang rasanya seolah saya sudah menjadi orang yang tua… Perubahan dalam musik, bagaimana era-era yang berbeda telah silih berganti, banyak orang yang saya kira akan sukses telah meninggal dunia.”

Stevie Wonder dalam majalah Rolling Stone pada tahun 1973 setelah ia sendiri mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya.

Sejak 62 tahun kelahirannya dan 50 tahun setelah dunia pertama kali diperkenalkan dengan talentanya, Stevie Wonder telah menjadi figur penting dan inspiratif, baik dalam industri musik pada khususnya, maupun dalam perkembangan dunia pada umumnya. Perlu digarisbawahi di sini bahwa ukuran usia dalam dunia hiburan dapat dianalogikan seperti usia anjing, di mana 1 tahun usia anjing itu kurang lebih setara dengan 7 tahun umur manusia. Artinya, bisa bertahan selama 1 tahun saja di industri hiburan, sudah cukup hebat. Apalagi yang berhasil bertahan selama 50 tahun seperti Stevie Wonder! Jika kita bertanya secara random kepada siapa saja mengenai Stevie Wonder, di daerah perkotaan khususnya, besar kemungkinan orang tersebut akan mengenalnya. I just called to say I love you, As, Knock me off my feet, Overjoyed, Lately, Isn’t she lovely, Pastime Paradise (yang bagian chorus-nya dipakaii oleh Coolio untuk lagunya yang berjudul Gangsta’s Paradise), dan Signed sealed delivered, I am Yours!,  adalah beberapa dari masih banyak lagi  karya-karya Stevie yang tak lekang oleh waktu. Ya, Stevie Wonder memang seorang legenda bernyawa alias living legend!  Continue reading “Stevie Wonder: the 8th Wonder of the World”

Advertisements

Tips Menulis dari Para Sastrawan Dunia

sumber foto: http://www.openculture.com

Menulis memang merupakan salah satu ragam seni. Di dalamnya tidak banyak teori yang bersifat rigid dan deterministik seperti rumus matematika. Menulis itu seni, jadi di dalamnya banyak tips, bukan teori. Sketsa di samping adalah salah satu kumpulan tips-tips dan aturan untuk menulis yang pernah diutarakan begitu banyak penulis terkemuka di dunia. Bagi yang sering merasa kesulitan dan frustrasi ketika melihat lembaran kertas kosong yang harus kita isi dengan kata-kata indah dan menginspirasi pembaca, semoga kompilasi tips yang penuh akan kebijaksanaan sastrawan dan pujangga dari masa kini maupun yang sudah lampau ini dapat sedikit membantu.

Oya, sepuluh aturan di samping diberikan oleh novelis Amerika, Elmore Leonard yang terkenal atas karyanya yang bergenre Pulp Fiction dan Western. Cerpen beliau banyak yang diadaptasikan menjadi acara TV seperti Justified yang ditayangkan di FX, atau film seperti 3:10 to Yuma.

Henry Miller

  1. Kerjakan dan selesaikan satu karya hingga tuntas.
  2. Jangan memulai buku baru dan jangan tambahkan bahan lagi untuk dimasukkan ke dalam Black Spring.
  3. Jangan gugup. Ketika tengah mengerjakan sesuatu kerjalah dengan tenang, ceria dan asal-asalan.
  4. Kerjalah sesuai jadwal dan bukan sesuai mood, berhentilah bekerja pada waktu yang telah ditentukan.
  5. Jika tidak bisa berkarya, anda bisa bekerja.
  6. Tambahkan semen sedikit demi sedikit tiap harinya ketimbang menambahkan pupuk baru.
  7. Jangan lupakan jati diri sebagai manusia social! Bertemulah dengan orang-orang, pergilah ke berbagai tempat, minumlah kalau anda ingin.
  8. Jangan berubah menjadi pekerja rodi! Kerjalah dengan hati yang senang.
  9. Lupakan jadwal saat anda memerlukannya tapi ikuti kembali jadwalnya di keesokan hari. Concentrate. Narrow down. Exclude.
  10. Lupakan tulisan yang ingin anda tulis, fokuslah pada tulisan yang sedang anda tulis sekarang.
  11. Selalu prioritaskan menulis. Melukis, musik, teman-teman, film, dan lain halnya dapat dikesampingkan. Continue reading “Tips Menulis dari Para Sastrawan Dunia”

Tips Menulis dari Para Sastrawan Internasional

Sketsa di samping adalah salah satu kumpulan tips-tips dan aturan untuk menulis yang pernah diutarakan begitu banyak penulis terkemuka di dunia. Bagi yang suka merasa kesulitan dan frustrasi ketika melihat lembaran kertas kosong saat harus kita isi dengan kata-kata indah yang menginspirasikan pembacanya, semoga kompilasi tips yang penuh akan kebijaksanaan sastrawan dan pujangga dari masa ini maupun yang sudah lampau ini dapat sedikit membantu.

Sepuluh aturan diatas diberikan oleh novelis Amerika, Elmore Leonard yang terkenal atas karyanya yang bergenre Pulp Fiction dan Western. Cerpen beliau banyak yang diadaptasikan menjadi acara TV seperti Justified yang ditayangkan di FX, atau film seperti 3:10 to Yuma.

Henry Miller

  1. Kerjakan dan selesaikan satu karya hingga tuntas.
  2. Jangan memulai buku baru dan jangan tambahkan bahan lagi untuk dimasukkan ke dalam Black Spring.
  3. Jangan gugup. Ketika tengah mengerjakan sesuatu kerjalah dengan tenang, ceria dan asal-asalan.
  4. Kerjalah sesuai jadwal dan bukan sesuai mood, berhentilah bekerja pada waktu yang telah ditentukan.
  5. Jika tidak bisa berkarya, anda bisa bekerja.
  6. Tambahkan semen sedikit demi sedikit tiap harinya ketimbang menambahkan pupuk baru.
  7. Jangan lupakan jati diri sebagai manusia social! Bertemulah dengan orang-orang, pergilah ke berbagai tempat, minumlah kalau anda ingin.
  8. Jangan berubah menjadi pekerja rodi! Kerjalah dengan hati yang senang.
  9. Lupakan jadwal saat anda memerlukannya tapi ikuti kembali jadwalnya di keesokan hari. Concentrate. Narrow down. Exclude.
  10. Lupakan tulisan yang ingin anda tulis, fokuslah pada tulisan yang sedang anda tulis sekarang.
  11. Selalu prioritaskan menulis. Melukis, musik, teman-teman, film, dan lain halnya dapat dikesampingkan.

Dari buku Thomas H. Moore “Henry Miller on Writing

Henry Miller adalah penulis rangkap pelukis asal Amerika. Beliau dianggap pelopor dalam penulisan literatur abad ke-20 karena menulis novel yang juga bukan novel karena sifatnya yang begitu realistis dalam menggambarkan kehidupan sehari-hari namun di saat yang bersamaan juga terasa sangat sureal. Karyanya yang terkenal antara lain Tropic of Cancer, Tropic of Capricorn, dan Black Spring.

 

George Orwell

  1. Jangan gunakan metafora, perumpamaan, atau majas lainnya yang sering anda temukan dalam tulisan-tulisan yang pernah anda baca.
  2. Jangan gunakan kata yang panjang jika dapat digantikan dengan kata yang lebih pendek.
  3. Jika anda dapat menghapus sebuah kata dari tulisan anda, lakukanlah.
  4. Jangan gunakan bentuk kalimat pasif jika dapat digantikan dengan bentuk aktifnya.
  5. Jangan gunakan frase asing, istilah ilmiah, atau jargon jika ada kata dalam bahasa sehari-hari yang artinya sama.
  6. Langgar aturan-aturan ini sebelum anda dapat mengatakan sesuatu yang sama sekali biadab.

Dari bukunya “Why I Write

George Orwell adalah novelis asal Inggris. Karyanya yang penuh kritik sosial membuat beliau salah satu figur yang dapat menceritakan dengan begitu akuratnya rincian budaya Inggris pada abad ke-20. Sesuai dengan pembangkangannya akan pemerintah totaliter absolut serta dukungannya akan sosialisme demokratis, karyanya yang paling terkenal Nineteen Eighty-Four serta Animal Farm menjadikan beliau bapak literatur distopia. Bahkan istilah Orwellian yang diambil dari namanya kini digunakan untuk menggambarkan kondisi atau ide yang sifatnya totaliter atau otoriter dan dianggap merusak kesejahteraan masyarakat yang bebas.

Margaret Atwood

  1. Bawalah pensil agar dapat menulis ketika anda naik pesawat. Pulpen bisa bocor, tapi jika pensilnya patah anda tidak akan bisa meruncingkannya karena pisau tidak diperbolehkan dalam pesawat. Maka dari itu bawalah dua buah pensil.
  2. Jika kedua pensilnya patah, anda dapat merautnya secara kasar dengan kikir kuku yang terbuat dari besi atau kaca.
  3. Bawalah sesuatu yang dapat anda corat-coret. Kertas adalah pilihan yang baik. Jika anda terpaksa, gunakanlah lembar kayu atau tangan anda sendiri.
  4. Selalu amankan teks yang baru anda tulis dengan usb jika anda bekerja dengan komputer.
  5. Lakukanlah gerak badan, rasa sakit itu dapat memecahkan konsentrasi.
  6. Pertahankan perhatian sang pembaca (hal ini akan lebih mudah dilakukan jika anda dapat melakukan hal yang sama terhadap perhatian anda sendiri). Masalahnya adalah anda tidak tahu siapa pembacanya, jadi ini bagaikan melempar ikan masuk tong di dalam kegelapan. Yang menarik bagi si A akan membuat si B bosan.
  7. Anda akan membutuhkan thesaurus, panduan tatabahasa dasar, dan kesadaran akan kenyataan. Yang terakhir artinya: there’s no free lunch. Menulis adalah suatu pekerjaan, namun menulis juga sepertu perjudian. Anda tidak akan mendapatkan jaminan pension. Orang lain dapat sedikit membantu anda tapi sebagian besarnya anda bekerja sendiri. Tidak ada yang memaksa anda untuk menulis: anda yang memilih kegiatan ini jadi berhentilah merengek.
  8. Anda tidak akan dapat membaca tulisan sendiri dengan antisipasi murni yang diperoleh ketika kita membaca halaman pertama dari sebuah buku baru karena anda sendiri yang menulisnya. Anda sudah melihat balik panggung, bagaimana kelinci-kelincinya telah diselundupkan kedalam topi sang pesulap. Oleh karena itu, mintalah teman ada satu atau dua orang untuk membaca tulisan anda sebelum diajukan ke pihak penerbitan. Teman ini tidak boleh seseorang yang menjalin hubungan romantic dengan anda kecuali memang ingin putus.
  9. Jangan berdiam di hutan. Jika anda bingung mengenai jalan cerita atau pikiran anda macet, telusuri kembali langkah anda hingga titik kesalahan lalu ambilah arah yang berlawanan dan/atau ubahlah karakternya. Ubah tensenya. Ubahlah awal ceritanya.
  10. Berdoa dapat berguna, atau bacalah hal lain, atau lakukan visualisasi terus-terusan akan bentuk tuntas tulisan anda yang telah diterbitkan dengan indahnya.

Pertama kali muncul dalam artikel The Guardian,“Ten Rules for Writing Fiction” bersama panduan dan tips-tips dari penulis lainnya termasuk Neil Gaiman.

Margaret Atwood adalah penulis asal Kanada yang telah menulis novel-novel yang mencakup tema dari romance, sci-fi hingga dystopian fiction. Karyanya yang paling dikenal antara lain The Handmaid’s Tale, The Blind Assassin, dan Cat’s Eye. Meskipun lebih dikenal sebagai seorang novelis, beliau adalah pujangga ulung yang hingga kini telah menerbitkan 15 buku puisi.

Neil Gaiman

  1. Menulislah.
  2. Tulis satu kata demi satu. Temukanlah kata yang tepat dan tulislah.
  3. Selesaikan tulisan yang tengah anda kerjakan. Apapun itu yang harus anda selesaikan, selesaikanlah!
  4. Sisihkanlah kerjaan anda untuk sementara. Baca lagi seolah anda belum pernah membacanya sebelumnya. Tunjukan tulisan tersebut ke teman anda yang pendapatnya anda hargai dan kira-kira akan menyukai jenis tulisan tersebut.
  5. Ingat! Ketika seseorang mengatakan bahwa ada sesuatu dalam tulisan anda yang salah atau terasa tidak tepat, mereka hampir selalu benar. Ketika seseorang mengatakan dengan rincinya apa yang salah dan bagaimana anda dapat membetulkannya, mereka hampir selalu salah.
  6. Perbaiki kesalahan anda. Ingatlah bahwa capat atau lambat, sebelum tulisan anda sempurna, anda akan harus merelakannya dan mulailah tulisan yang lain. Kesempurnaan itu seperti mengejar cakrawala. Terus berjalanlah.
  7. Laugh at your own jokes.
  8. Aturan paling penting dari menulis adalah, jika anda melakukannya dengan keyakinan serta kepercayaan yang cukup, anda dapat melakukan apapun yang anda ingingkan. (Ini mungkin aturan yang dapat berlaku pula untuk kehidupan secara umum. Tapi aturan tersebut sudah pasti berlaku dalam menulis) Jadi tulislah cerita anda sebagaimana mestinya ditulis. Tulislah dengan tulus dan ceritakan dengan sebaik mungkin dapat anda lakukan. Sepertinya tidak ada aturan-aturan lain, setidaknya tidak ada yang begitu berarti.

Sosok penyelamat bagi dunia perkomikan Amerika pada tahun 80an, yang mengalami penurunan minat pembacanya, muncul dalam bentuk penulis Inggris, Neil Gaiman. Beliau menyajikan jalan cerita yang lebih dewasa dan kompleks kepada pembacanya, hal ini begitu berbeda dengan jalan cerita yang biasa ditemukan dalam komik pada zaman itu. Gaiman yang kemudian bergabung dengan konglomerat komik DC Comics menulis reboot The Sandman dengan menambahkan begitu banyak lapisan pada tingkat kompleksitas cerita yang kemudian membantu menentukan nuansa anak perusahaan DC Comics, Vertigo. Selain menulis untuk komik dan novel grafis, beliau juga menulis novel seperti Stardust dan Coraline yang telah diadaptasikan ke layar lebar.

Untuk bagian selanjutnya tidak saya terjemahkan. Tadinya saya mencoba menerjemahkan tapi beberapa aturannya ditulis dengan kadar sarkasme yang begitu tinggi hingga maknanya –dan humornya akan pudar jika dicemari dengan kemampuan linguistik saya yang begitu terbatas.

William Safire

  1. Bunyi-bunyi kalimat pasif sebaiknya jangan digunakan
  2. Jangan sampaikan sebuah statement atau argumen dalam bentuk kalimat negatif
  3. Kata kerja yang digunakan harus sejalan dengan subjek yang dibahas
  4. Baca ulang tulisan secara teliti untuk memeriksa padanan kata yang telah disusun (proofreading)
  5. Jika membaca dan membaca ulang (rereading)  atau menyunting tulisan Anda, bisa jadi Anda akan menemukan banyak pengulangan.  
  6. Seorang penulis seharusnya tidak menggeser sudut pandangnya  
  7. Jangan awali sebuah kalimat dengan kata sambung; ingat pula untuk tidak mengakhiri kalimat dengan sebuah kata depan (preposition) ! (contoh: dengan demikian, sedangkan, dll; dalam konteks bahasa inggris: about, except, according to, etc)
  8. Jangan terlalu banyak menggunakan tanda seru!!
  9. Gunakan kata ganti sedekat mungkin dengan bagian kalimat sebelumnya (yang akan digantikan), khususnya pada kalimat panjang yang mengandung lebih dari 10 kata
  10. 11.  Writing carefully, dangling participles must be avoided.
  11. 12.  If any word is improper at the end of a sentence, a linking verb is.
  12. 13.  Take the bull by the hand and avoid mixing metaphors.
  13. 14.  Avoid trendy locutions that sound flaky.
  14. 15.  Everyone should be careful to use a singular pronoun with singular nouns in their writing.
  15. 16.  Always pick on the correct idiom.
  16. 17.  The adverb always follows the verb.
  17. 18.  Last but not least, avoid cliches like the plague; seek viable alternatives.

William Safire adalah penulis kolom yang berlimpahkan satir dan wordplay, “On Language” dalam majalah The New Yorker. Beliau juga telah menulis beberapa novel yang bernuansa politik selain menuliskan pidato Presiden AS Richard Nixon, “In Event of Moon Disaster” yang tidak jadi disampaikan.

Sumber: http://www.openculture.com/2012/01/writing_rules.html

Jonas Bendiksen: Menggarap Seni sebagai wujud Kritik Sosial lewat “The Place We Live”

Foto kiri dari google, foto kanan dari koleksi pribadi. Sekedar ingin menunjukkan penyajian pamerannya yang memposisikan audiens seakan di dalam ruangan

Terkadang kita bisa dikelilingi oleh suatu hal, atau bahkan sudah biasa melewati, melihat, atau mengetahui hal-hal tersebut secara langsung dalam sehari-hari kita, tetapi tetap saja kita tidak menyadari makna dari hal-hal tersebut. Terkadang untuk sadar akan suatu makna dibalik hal-hal yang tampak dipermukaan, kita harus benar-benar disuapi akan kenyataan yang pahit. Tapi masalahnya adalah, apakah kita siap menerima kenyataan? Saya tidak tahu apa yang Anda alami, tetapi makna dari sesuatu yang saat ini baru saya sadari adalah mungkin sebenarnya merupakan sesuatu yang sudah saya ketahui sejak dulu. Mungkin saya sudah pernah menatap mata itu, tatapan-tatapan mata yang muncul ketika menjalani kenyataan hidup setiap harinya. Hanya saja mungkin, saya sebenarnya belum siap untuk mendalami makna dibalik tatapan-tatapan itu, atau, tidak ingin repot mencaritahunya karena takut akan mendapatkan jawaban yang tidak ingin saya ketahui karena tidak menyenangkan. Mata manusia adalah organ tubuh yang luar biasa karena mata dapat dikelola untuk hanya melihat hal-hal yang ingin kita lihat. Seeing is believing, but do we dare to believe what we see? Continue reading “Jonas Bendiksen: Menggarap Seni sebagai wujud Kritik Sosial lewat “The Place We Live””

Blackbird: kisah sayap-sayap patah yang dambakan terbang

Dengarkan denting petikan gitar Sir Paul McCartney yang hembuskan nuansa syahdu. Blackbird singing in the dead of night. Dengarkan suara ketukan kaki yang menuntun melodi lagu.  Take these broken wings and learn to fly, all your life. Dengarkan bagaimana denting gitar dan ketukan kaki tersebut membaur harmonis dengan suara berat dan cara menyanyi Sir Paul yang khas. You were only waiting for this moment to arise.

Kadang-kadang sebuah lagu dapat menembus berbagai bentuk batasan, di mana melodi dan liriknya dapat menyentuh perasaan dan lubuk jiwa terdalam seseorang yang berasal dari negara, benua, bahkan dari zaman yang berbeda sekalipun.  Keindahan dari suatu lagu memang tidak mesti berada di solo gitar yang rumit atau lirik yang kompleks, terkadang keindahan justru ada pada kesederhanaan. You were only waiting for this moment to be free. Adakah tindakan yang lebih berani daripada keberanian untuk memperjuangkan dan menunggu sesuatu, yang belum diketahui kapan akan terjadi atau bahkan belum diketahui akan pernah terjadi atau tidak, selama seumur hidup? Leonardo da Vinci pernah berkata, simplicity is the ultimate sophistication. Itulah Blackbird. It is simple, it is innocent, yet it sends a powerful message of Hope. Mungkin itu pesan kunci dari lagu tersebut, harapan. Continue reading “Blackbird: kisah sayap-sayap patah yang dambakan terbang”

Nyoman Nuarta, Maestro Seni Ukir Indonesia


Rush Hour, 2002

Bagi beberapa anggota masyarakat nama Nyoman Nuarta mungkin tidak asing lagi. Namun bagi yang belum tahu, beliau adalah ahli patung dari Bali yang karyanya banyak menghiasi ibukota. Patung-patung karyanya sebagian besar terbuat dari tembaga dan dibiarkan tidak dicat karena  tembaga itu sendiri memiliki warna yang unik dan jika dibiarkan di suatu lingkungan akan teroksidasi dan berubah warna sesuai kondisi lingkungan tersebut seolah tembaganya memiliki nyawa sendiri.

Ciri lain dari patung Nyoman Nuarta adalah bentuknya yang memiliki motion lines yang seperti ditarik dari outline badan patung tersebut, jadi ketika kita melihat patungnya ada kesan pergerakan. Tapi terkadang dapat terlihat juga seperti patungnya terlarut akibat kikisan angin.

Continue reading “Nyoman Nuarta, Maestro Seni Ukir Indonesia”

Dibalik Magisnya aksi anti-gravity Smooth Criminal

Penyanyi, penyair, beat-boxercrotch grabber, koreografer, pebisnis, sampai aktifis. Banyak hal memang yang dapat dikenang oleh para penggemar sang Raja Pop débonnaire walaupun mungkin tidak semuanya berupa hal yang cukup menyedihkan untuk dikenang (baca: tragedi Neverland). Meski demikian, tidak dapat diragukan lagi bahwa Michael Jackson adalah seorang jenius. Baik dari lagu-lagunya yang indah, pakaian provokatifnya yang berlebihan, maupun tarian-tariannya yang terkenal dan anehnya masih relevan hingga sekarang, selalu saja ada sesuatu yang dapat membuat orang kagum dan terinspirasi. Continue reading “Dibalik Magisnya aksi anti-gravity Smooth Criminal”