Category: Parenting

Transkrip Kuliah Umum “perpisahan” dari Ibu Sri Mulyani

Selasa, 18 Mei 2010.

Ini adalah transkrip kuliah umum “perpisahan” dari Ibu Sri Mulyani, beliau berbicara tentang Etika dalam Kebijakan Publik. Saya dapat dari milis economics FEUI, oleh Ari Perdana. pengen berbagi saja, karena Ibu Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh inspiratif buat saya, dan saya rasa, buat bangsa ini?

Continue reading “Transkrip Kuliah Umum “perpisahan” dari Ibu Sri Mulyani”

Dr. Danrivanto Budhijanto, Orang Asia Pertama yang Mendapatkan Gelar LL.M in IT Law

Dengan semakin canggihnya peradaban di planet tercinta ini, semakin banyak pula bidang ilmu baru yang bermunculan satu demi satu, seperti spora dari spesies fungi alien dalam film sci-fi yang merebak dengan laju yang pesat. Meskipun nama dari bidang ilmu baru ini terdengar asing bagaikan spora alien, dan bahkan ada bidang ilmu yang begitu spesifik hingga sulit mempercayai bahwa hal seperti itu saja bisa dipelajari, tidak banyak hal yang dapat melampaui indahnya ilmu pengetahuan yang kian berkembang. Salah satu kemajuan peradaban manusia yang bahkan untuk membayangkan bagaimana hidup tanpa penemuan ini saja begitu sulit dilakukan adalah internet dan cyberspace. Continue reading “Dr. Danrivanto Budhijanto, Orang Asia Pertama yang Mendapatkan Gelar LL.M in IT Law”

Terima kasih untuk Suara Hati Dewa

Suatu waktu saya pernah bertanya kepada seorang sahabat yang tengah terindikasi terkena penyakit kanker, pada saat itu ia masih harus mengikuti beberapa tes selanjutnya, untuk memastikan apakah ditubuhnya ada kanker atau tidak. Tetap saja ya, menanti keputusan seperti itu tentunya cukup mengerikan. Sebagai seorang teman saja, saya merasa kesal. Mengapa harus teman baikku yang diberi cobaan ini? Dia seorang pribadi yang sangat baik, aktif berjuang pula dalam usaha mensejahterakan petani Indonesia. Mengapa bukan koruptor saja yang diberi kanker? Mengapa bukan para mafia kasus? Intinya, saya kesal mendengar berita bahwa teman baik saya mengidap suatu penyakit yang mungkin berkembang menjadi kanker. Namun karena kami teman dekat, tak mampu rasanya hati ini menahan hingga saya pun bertanya padanya, “loe,,, marah ga sama Tuhan?”. Dengan sinar mata teduh namun ceria dan raut bibirnya yang tersenyum tipis, ia menjawab, “Gue tu  ngasi nasihat, ngingetin, atau marah, hanya ke orang-orang yang gue sayang, karena gue ga mau mereka salah ambil jalan. Itu kan sifat Tuhan yang ada di diri kita, jadi gw bersyukur lah, gw dikasi penyakit beginian buat ngingetin gw, supaya gw bisa lebih siap-siap, yang berarti Tuhan sayang,,,”.  Saat itu mata saya terasa sedikit panas mendengar ucapannya, namun hati menolak untuk menangis. Saya putuskan untuk membalas senyum teman saja itu, sambil berkata “hebat, loe”. Dia pun sontak membalas, “iyalah, gueee”. Hahaha, kami pun lantas tertawa bersama.. Bagi saya malam itu ibarat espresso, pahit, tapi entah kenapa, nikmat aja.  Continue reading “Terima kasih untuk Suara Hati Dewa”

Nasihat dari Helen Keller

Potret Helen Keller, 1904 (dari wikipedia)

Helen Keller adalah seorang perempuan buta-tuli yang kisah hidupnya telah begitu menginspirasi dunia, termasuk saya, penduduknya. Mengapa? Kegigihannya untuk terus belajar dan berkarya, di tengah keterbatasan kondisi fisiknya, sungguh luar biasa.  Helen Keller merupakan seorang buta tuli pertama di dunia yang mengantongi gelar Bachelor of Art. Bukunya “The Story of My Life” berhasil meledak dan membuatnya sering  diundang menjadi “pembicara” di berbagai tempat dan Ia pun aktif menyuarakan dukungannya terhadap gerakan sosialisme, hak buruh, hak suara perempuan, dan gerakan-gerakan “kiri” lainnya di Amerika Serikat.  Dalam hidupnya Helen menulis sekitar 12 judul buku.

Bagian yang paling sering membuat saya tertegun sendiri adalah ketika membayangkan betapa sulitnya proses belajar Helen, dari mengenal huruf, mengidentifikasi benda, merajut dan mencerna informasi, sampai akhirnya bisa menuangkan pikirannya sendiri. Orang buta dengan mudah dapat disentuhkan dengan air, lalu disebutkan bahwa benda tersebut adalah air. Tapi kalau orang yang buta dan tuli? Bagaimana memberi tahunya bahwa itu adalah air? Khususnya di saat yang sama Helen pada saat itu belum mengenal huruf?  Ia menjadi buta dan tuli karena  terserang penyakit parah di usianya yang baru 19 bulan! Indra sentuh merupakan satu-satunya media bagi Helen belajar. Dengan pendampingan Anne Sullivan selama 49 tahun, Helen diajarkan untuk mengidentifikasi benda dengan cara penggoresan ejaan dari sebuah kata di telapak tangan setiap Helen diminta meraba suatu benda. Awalnya, goresan tersebut hanya semacam simbol bagi Helen. Benda pertama yang membuat Helen tersadar bahwa sebenarnya selama ini Anne mencoba mengajarkannya mengidentifikasi benda dengan kata, yang dapat dieja huruf demi huruf, adalah “W-A-T-E-R”.     Continue reading “Nasihat dari Helen Keller”

Kang Din: Pejuang Kesejahteraan Petani dari Salatiga

Kang Din, demikian pria berpenampilan sederhana ini biasa disapa. Pria kelahiran 9 Februari 1965 ini mungkin tak pernah menyangka ketulusannya mengabdi pada masyarakat suatu saat akan dilihat publik dan meraih penghargaan bergengsi seperti Maarif Awards 2012. Jika Romo Carolus berusaha mengangkat penduduk Kampung Laut Cilacap dari lembah kemiskinan, Kang Din telah 12 tahun berjuang memakmurkan kaum petani  di daerah Cilacap dan sekitarnya.

Terdorong karena kegelisahannya melihat kondisi para petani di sekitarnya, Kang Din kemudian membentuk kelompok tani. Pada tahun 1989, ia berpartisipasi dalam penelitian transformatif-pelatihan metodologi diprakarsai oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan berkenalan dengan berbagai tokoh seperti cendekiawan Moeslim Abdurrahman dan Masri Singarimbun. Continue reading “Kang Din: Pejuang Kesejahteraan Petani dari Salatiga”

Angkie Yudistia: Wanita Tuna Rungu Penembus Batas!

Sebagai umat manusia yang terhitung sangat jarang menonton TV, saya sangat bersyukur menemukan seorang Angkie Yudistia ketika secara tumben saya menyalakan TV. Mengapa, bukan karena Ia berparas cantik, bukan juga karena Ia muda, juga bukan karena Ia  tampak cerdas, melainkan karena energinya yang bersemangat, penuh dengan gestur dan mimik positif, dan terlebih lagi adalah karena, Ia seorang tuna rungu namun ucapan kata-katanya fasih dan sangat jelas! Yang pasti jauh di atas rata-rata kejelasan bicara orang-orang tuna rungu yang pernah saya temui. Dalam hati saya, wow, Angkie pasti sangat rajin berlatih dan meminta pendapat orang lain mengenai kejelasan bicaranya. Sudah barang tentu, karena ia harus memproduksi bunyi-bunyi kata demi kata yang lama sekali tidak pernah Ia dengar, dan Ia sendiri tidak dapat mendengar bunyi-bunyi apa pun yang Ia ucapkan! Satu-satunya cara menyempurnakan ucapannya pasti melalui pendapat orang lain. Pada saat Angkie tidak melihat ke arah pewawancara, Angkie tidak dapat merespon pertanyaannya. Tentulah, karena Ia hanya bisa membaca bibir, tidak bisa mendengar. Intinya, saya, salut. Cerita soal Angkie harus ada di salamduajari. So, berikut cerita tentang Angkie Yudistia.

Beauty is not how you look, it is what you do and you act! Itulah kata-kata yang dilontarkan oleh Angkie Yudistia, wanita tuna rungu yang menjadi CEO Thisable Enterprise (memiliki bunyi yang mirip dengan Disable namun ditulis dengan Thisable). Perempuan berparas cantik ini tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi penyandang cacat. Terlahir sebagai bayi yang normal, ia sempat terguncang karena pendengarannya terganggu akibat efek suatu antibiotic pada usia 10 tahun. Ia pun divonis oleh dokter sebagai penyandang tuna rungu.

Continue reading “Angkie Yudistia: Wanita Tuna Rungu Penembus Batas!”

Endang Rahayu: Sosok Pejabat Negara yang Bekerja dengan Hati

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyampaikan jawaban dari pertanyaan anggota dewan saat hadir dalam rapat kerja dengan Komisi IX di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/01). Raker tersebut membahas perkembangan program-program Departemen Kesehatan antara lain Jamkesmas serta program untuk mengatasi rawan gizi di sejumlah daerah terpencil.

Wafatnya mantan Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih merupakan pukulan bagi bangsa Indonesia. Mulai dari presiden, sesama pejabat negara, hingga, masyarakat awam. Dedikasinya kepada negara hingga menjelang akhir hayat menunjukkan pengabdiannya yang tulus apalagi mengingat bahwa Beliau baru mengundurkan diri tidak lebih dari seminggu sebelum kematiannya. Berbagai prestasi di bidang kesehatan yang ia torehkan membuat kita tak henti mengenangnya sebagai sosok pejabat yang berjuang keras untuk kesehatan masyarakat, khususnya rakyat kecil. Continue reading “Endang Rahayu: Sosok Pejabat Negara yang Bekerja dengan Hati”

Tri Mumpuni: Sang Penerang Desa Terpencil Indonesia

Berawal dari keprihatinan akan rendahnya tingkat distribusi listrik di Indonesia yang akhirnya membuat ibu dua anak ini mendapatkan berbagai penghargaan dari dunia internasional. Melalui pendekatan kearifan lokal, ia bersama tim-nya berusaha memberdayakan masyarakat tanpa membuat mereka merasa terbebani, untuk bekerja bersama-sama  menerangi daerah-daerah terpencil Indonesia melalui pembangungan energi lisrik dari tenaga mikro hidro.  Sungguh sebuah prestasi yang patut diteladani.

Continue reading “Tri Mumpuni: Sang Penerang Desa Terpencil Indonesia”