Dalam Keseharian

Kuliah…

ImageBersyukur sekali rasanya saya bisa menjadi orang Indonesia yang berkesempatan untuk kuliah.. Mengapa bersyukur? Well,  karena untuk kasus Indonesia saya masih menjadi bagian dari hanya sekitar 18% orang Indonesia yang dapat mengenyam pendidikan tinggi.  Jadi, di Indonesia kuliah itu, bukan barang normal, tapi barang mewah. Kalau menurut hukum ekonomi barang mewah pasti harganya mahal, barang mahal pasti karena dia langka, seperti jam tangan A Lange & Sohne edisi Tourbograph “Pour le Merite” yang hanya diproduksi 50 unit di dunia dan berbanderol US$ 508,900 atau sekitar Rp 4,500,000,000. Di Indonesia, daya tampung perguruan tinggi negeri di Indonesia adalah sekitar 118.200 kursi yang tersebar di 61 Perguruan Tinggi Negeri (2011), padahal lulusan SMU adalah sekitar 1.5 juta orang. Ditambah lagi, rata-rata lama sekolah orang Indonesia masih sekitar 8 tahun. Jadi, lulus SMU aja nggak.

 

Kembali lagi ke kasus bangku kuliah, memang ia tidak selangka jam tangan A Lange & Sohne, namun ketersediaan kursi di Perguruan Tinggi Negeri terhitung cukup langka bagi masyarakat Indonesia. Sebegitu langkanya sehingga bagi kalangan tertentu, bisa kuliah mungkin mengandung kebanggaan yang selevel dengan kebanggaan memakai jam tangan A Lange & Sohne, atau bahkan, lebih dari itu. Continue reading

Categories: Dalam Keseharian | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.