Indonesia Menangkan Penghargaan BlackBerry JamHack Asia 2012

appsDeveloper-developer dari kawasan Asia Pasifik telah berkumpul di Bangkok, Thailand dalam rangka memamerkan apps karya mereka untuk penghargaan BlackBerry JamHack Asia 2012.

Dari keseluruhan 10 tim yang berpartisipasi dalam lomba tersebut, tim Inspira dari Indonesia berhasil meraih juara pertama dengan Australia dan Vietnam sebagai juara harapan satu dan dua. Negara-negara yang ikut antara lain China, Thailand, Indonesia, Australia, Singapura, Vietnam, Malaysia, Filipina, serta India yang mengirimkan dua tim.

Masing-masing tim diberi waktu 6 menit untuk menjelaskan kepada hadirin cara kerja app mereka, serta siapa target pasar dan bagaimana app tersebut dapat mendatangkan revenue. Setelah itu ada sesi tanya jawab dengan panel juri dimana tim tersebut akan diajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang belum dijelaskan dalam presentasi.

Tim Inspira dari Indonesia meraih penghargaan BlackBerry JamHack Asia 2012 dengan app mereka yang dinamai Soccer Ticker yang merupakan aplikasi interaktif untuk melacak pertandingan sepak bola. Pengguna app tersebut dapat mengatur jadwal pertandingan yang mereka inginkan serta berinteraksi dengan user lainnya yang juga mencari pertandingan yang sama. Selain itu, app tersebut memberi update real-time seperti pemberian kartu kuning, penalt, serta penggantian pemain yang terjadi selama pertandingan.

Diterjemahkan dari artikel The President Post.

It’s Time to Give Back

Jakarta, salamduajari.com—Gandhi pernah berkata, “Jika kita dapat mengubah diri sendiri, kecenderungan yang ada di dunia juga akan ikut berubah. Ketika seseorang mengubah sifatnya, begitu juga perilaku dunia terhadapnya akan berubah […] Kita tidak perlu menunggu untuk melihat apa yang dilakukan orang lain.” Kita semua memiliki kesempatan untuk merubah dunia tiap harinya dari saat membuka mata hingga saat menutupnya lagi di malam hari. Kenyataan yang indah, tapi disaat bersamaan juga pelik, adalah bahwa dunia kita ini hanyalah komunitas besar yang beranggotakan tiap individu yang pada akhirnya menentukan bagaimana dunia ini didefinisikan, dan begitu pula tiap individu didefinisikan oleh kondisi dunia. Jika kondisi sekarang tidak mengenakkan maka ubahlah. Atau dalam simplifikasi filsafat Gandhi yang sering salah kutip: Be the change you want to see in the world.

Jika seperti saya, anda termasuk bagian masyarakat yang merasa bahwa ada begitu banyak hal yang salah di dunia ini namun mengekspresikan sentimen ini dalam bentuk keluhan-keluhan yang tidak ingin didengar siapapun, dan sama juga seperti saya, anda sudah muak mendengar ocehan-ocehan tadi yang sebagiannya keluar dari mulut kita sendiri, mungkin kabar tentang syuting video pendek microfinance yang berlangsung di Cilincing, Jakarta Utara pada awal minggu ini akan anda sambut sebagai refreshing change of pace. Koperasi Kasih Indonesia, koperasi simpan pinjam yang memberikan pendanaan bagi penduduk miskin Cilincing yang menjadi anggota, telah merubah game-plannya dengan memulai proyek syuting 5 video pendek (satunya ±8 menit) untuk mengajarkan pada anggotanya melalui medium yang menarik akan hal-hal seperti pentingnya membedakan keinginan dan kebutuhan, perlunya menabung dan terutama, pentingya cita-cita.

Kami sampai di lokasi sekitar enam jam setelah syuting dimulai, Continue reading “It’s Time to Give Back”

Pemberdayaan Ibu-Ibu Bantaran Kali Manggarai

 Sebagai lembaga yang aktif dalam proses pemberdayaan usaha kecil menengah dan mendorong kewirausahaan, UKMC UI selalu bersemangat untuk mendorong anak muda yang ingin beriwirausaha, khususnya jika bentuknya merupakan wujud kewirausahaan sosial, dimana bidang kegiatan yang diusahakan merupakan suatu masalah sosial. Dreamdelion – yang digagas oleh Alia Noor  Anoviar, mahasiswa FEUI angkatan 2009 – adalah sebuah badan usaha yang peduli dengan pendidikan karakter anak-anak dan membiayai aktifitasnya dengan memberdayakan para ibu-ibunya untuk terlibat dalam kegiatan kerajinan tangan yang produktif dan bernilai komersial. Pendek kata, Dreamdelion mendidik anak-anak, dan memberdayakan para ibu.

Dreamdelion merupakan suatu usaha baru, yang lebih sering daripada tidak bersifat ringkih manakala tidak disertai dengan pendampingan melekat karena umumnya belum memiliki sumber daya, konsep, dan rencana bisnis yang matang. Selain itu, pelaku usaha baru juga umumnya rentan dengan tantangan teknis dan operasional yang sering membuat mereka patah semangat dan tidak lagi meneruskan rencananya untuk berwirausaha. Sehingga tidak sedikit memang, usaha baru yang harus mengibarkan bendera putih, sebelum sempat menaikkan bendera perusahaannya sampai ke atas puncak tiang. Hal tersebut sebisa mungkin tidak boleh terjadi pada Dreamdelion, oleh karena itu UKMC UI mendampingi Dreamdelion melalui program Inkubasi Bisnis.   Continue reading “Pemberdayaan Ibu-Ibu Bantaran Kali Manggarai”

Selamat datang para panda!

Salamduajari menyambut baik lahirnya 7 bayi panda yang super manis iniiiiiiii… Kalian manis dan lucu sekaliiii.. Kelahiran kalian adalah berita baik untuk duniaaaa 🙂 mudah-mudah tidak ada manusia kurang ajar yang membuat kalian tidak bahagia yaaa…

Berikut berita singkatnya seperti yang dilansir dari english.cntv.cn.

Continue reading “Selamat datang para panda!”

Indonesia Luncurkan Gerakan Nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan

Depok, salamduajari.com— Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia pada tahun 2010 menemukan bahwa 17,9% status malnutrisi terjadi pada anak usia dibawah 5 tahun, namun sekitar 14% dari anak pada kelompok usia ini justru mengalami kegemukan (obesitas).   Sementara pada tingkat umur yang lebih tinggi (6-12 tahun), tingkat malnutrisi dan obesitas yang terjadi sedikit lebih rendah, yaitu 11,2% dan 9,2%. Tersirat bahwa tingkat kerentanan malnutrisi lebih tinggi untuk kelompok usia yang lebih dini. Oleh karena itu, salamduajari menyambut baik telah dilakukannya suatu inisiatif perbaikan gizi anak-anak usia dini yang disimbolkan dengan peluncuran Gerakan Nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan (sampai dengan anak usia sekitar 3 tahun).

Apa itu Gerakan Nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan? Berikut adalah informasi lebih lengkapnya.

sumber: disini dan disini

Aku ingin Pantai ini Senantiasa Perawan

Sepanjang dengan bertambahnya usia, tentunya semakin banyak forum-forum diskusi yang telah saya lalui, baik yang formal maupun tidak normal.  Salah satunya adalah mengenai status manusia sebagai bagian dari golongan binatang. Saya termasuk yang tidak setuju, sementara ada beberapa teman yang ngotot bahwa “human is animal!”. Well, dalam klasifikasi makhluk hidup di ilmu biologi memang manusia termasuk dalam golongan animalia, tapi manusia adalah hewan yang berpikir. Nah, menurut saya, karakteristik manusia yang bisa berpikir kompleks itulah yang membuat kita, dalam tatanan kehidupan yang lebih luas, tidak bisa disamakan dengan hewan. Namun demikian, ketika saya ke Karimun Jawa dan berdiskusi dengan seorang teman berkebangsaan Italia yang tergolong cukup apatis terhadap manusia (padahal dirinya sendiri manusia), pikiran saya sedikit bergeser. Dia mengatakan, “the most evil animal is human. Non-human animal do stupid things because they are stupid. Human do stupid things because they know they can get a lot of profit by doing that stupid thing, and let others enjoy the negative consequences”. Pada saat itu kami sedang mengamati keindahan Pantai Tanjung Gelam Karimun Jawa yang sayangnya, kaya akan sampah. Ulah kucing kah tumpukan sampah itu? Ulah anjing? Ulah nyamuk? Kekecewaan dalam diri saya waktu itu membuat perkataan tersebut bertahan cukup lama di benak saya. Ya, mungkin benar, manusia adalah anggota kelompok hewan yang paling jahat. Karena kita tahu membuang sampah sembarangan itu tidak baik, tapi kita tetap melakukannya.

Tapi tetap, saya tidak ingin jiwa saya dipenuhi oleh rasa apatis. Saya yakin jiwa manusia membutuhkan rasa kecewa, namun hanya sampai dosis tertentu saja. Kalau terlalu banyak, rasa kecewa itu bisa bertransformasi menjadi sikap apatis. Jika sudah apatis, maka cenderungnya manusia malas untuk beraksi memperbaiki kondisi, karena mereka berpikir, “ah, beraksi pun hasilnya akan sama saja, ga akan ada yang berubah”. Apatis dapat berujung pada pembiaran, dan sikap itu menurut Einstein, adalah sikap yang membuat dunia menjadi tempat yang mengkhawatirkan. Ya, saya kecewa dengan pilihan sikap kebanyakan manusia. Dan ya, saya khawatir akan semakin banyak pulau-pulau indah di Indonesia yang begitu indah dan bersih, harus menjadi kotor karena didatangi oleh manusia. Salah satunya yang saya khawatirkan adalah nasib Pantai Selong Belanak ke depan. Pantai ini sungguh indah, sungguh bersih, karena tergolong masih perawan.

Menurut Backpacker Indonesia, Tempatnya sekitar 20 km dari Bandara Internasional Lombok (BIL). Tak ada transportasi menuju ke pantai ini kecuali tukang ojek. Dari BIL, dapat dicari tukang ojek atau agen travel yang bisa mengantarkan ke sana. Untuk tukang ojek harganya sekitar Rp 20,000. Di sekitar pantai pun ada perkampungan warga, jadi untuk pulang tidak terlalu sulit pula menemukan ojek untuk mengantar. Kota terdekat adalah Kota Praya, Lombok Tengah. Kita disarankan untuk menyewa sepeda motor seharian, hanya Rp 75,000, supaya bisa lebih bebas. Sarana transportasi menuju ke sana memang belum mendukung, karena memang pantai ini tergolong belum terjamah. Restoran dan hotel juga belum ada yang dibangun di seputaran pantai. Jadi kalau mau menginap, bisa di rumah warga dengan harga yang bergantung dengan kepandaian negosiasi kita masing-masing. Konon di pantai tersebut juga merupakan tempat yang asik untuk memancing.

Begitulah sekilas info mengenai Pantai Selong Belanak. Mudah-mudahan jika pantai ini semakin banyak diketahui manusia, manusia-manusia yang menghampiri nanti pun adalah jenis manusia yang tahu sopan santun, yang tahu akan kesucian kehormatan pantai perawan tersebut sehingga tidak rela mengotorinya. Saya ingin, saya berharap, pantai ini, maupun pantai-pantai indah Indonesia yang belum terjamah lainnya, senantiasa perawan, seperti bunda maria yang selalu terjaga kesuciannya tanpa ia perlu menutup diri dari bertemu dan berdialog dengan banyak orang. Mudah-mudahan.

 

Pantai Selong Belanak, Lombok – Indonesia. Status: belum terjamah oleh banyak manusia
Pantai Tanjung Gelam, Karimun Jawa – Indonesia. Status: sudah terjamah oleh semakin banyak manusia

Gema Suara Angklung dari Daratan Kontinental

Semuanya tahu bahwa angklung adalah alat musik tradisional yang terbuat dari jenis bambu yang hanya ditemukan di Indonesia. Namun tidak banyak orang yang tahu bahwa angklung ternyata juga populer di kalangan negara-negara Eropa. Hal ini dikarenakan upaya Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung (KPA 3)

KPA 3 adalah kelompok musik angklung yang anggotanya merupakan siswa-siswi SMAN 3 Bandung. Kelompok ini telah melakukan banyak terobosan di dunia perangklungan, salah satunya adalah acara Expand the Sound of Angklung (ESA). ESA adalah suatu acara dimana KPA 3 mengikuti berbagai festival musik di Eropa. Sejak dimulai pada tahun 2002, telah diselenggarakan 4 ESA. Berikut adalah penghargaan yang telah KPA 3 peroleh serta festival musik internasional yang telah mereka ikuti:

  • ESA 2002, kunjungan kultural ke beberapa negara Eropa (16 Juli-9 Agustus 2002) dimana mereka mengikuti acara internasional seperti:
  • ESA 2004
    • 29th International Folklfestival in Gannat, France.
    • 19th International Folklfestival in Moerbeke-Waas, Belgium.
    • ESA 2002  juga mengadakan dua konser, di Heidelberg serta Kiel, Jerman.
    • Aberdeen International Youth Festival (AIYF) di Aberdeen, Skotlandia. 36th International Festival of Mountain Folklore di Zakopane, Polandia. KPA 3 menjadi partisipan pertama yang berasal dari Indonesia dimana mereka juga menerima 3 penghargaan:
  1. 2004 – 1st place in musician category of 36th International Festival of Mountain Folklore, Zakopane, Republic of Poland
  2. 2004 – 2nd place in singer category of 36th International Festival of Mountain Folklore, Zakopane, Republic of Poland
  3.  2004 – Audience prize of 36th International Festival of Mountain Folklore, Zakopane, Republic of Poland
  • 50. Mezinárodni Folklorni Festival, ?erven? Kostelec, Czech Republic. Di Festival ini KPA 3 meraih hadiah pertama 50. Mezinárodni Folklorni Festival, ?erven? Kostelec, Czech Republic. ESA 2004 juga mengadakan empat konser di Bremen & Muenchen (Jerman), Paris (Prancis), serta Brussels (Belgia).
  • ESA 2008 kunjungan kultural ke beberapa negara Eropa (15 Juli-9 Agustus 2008) dimana mereka mengikuti acara internasional seperti:
    • 2008 International of Petras, Greece § 2008 Norbanus Festival di Norma, Itali.
    • 2008 Festival of Rassegna di Castigleone del Lago, Itali.
    • 2008 International Society of Music Education International Conference di Bologna, Itali.
  • ESA 2010 kunjungan kultural ke beberapa negara Eropa (29 Juni-29 Juli 2010) dimana mereka mengikuti 4 festival:
    • International Festival Folkart Maribor (29 Juni-3 Juli 2010 )
    • Summa Cum Laude International Youth Music Festival Vienna ( 3-5 Juli 2010). KPA 3 mendapatkan penghargaan khusus dan diberi kesempatan untuk bermain pada gala.
    • International Folk Festival (Festival Internacional de Folklore) of Ciudad Real (13-20 Juli 2010)
    • International Folk Festival (Festival Folklorico Internacional) of Extremadura, Badajoz (21-29 Juli 2010) Continue reading “Gema Suara Angklung dari Daratan Kontinental”
  • Pelopor Energi Listrik Tenaga Air Indonesia dianugerahi Ashden Awards 2012

    Depok – salamduajari.com – Salut kepada Tri Mumpuni, seorang wanita tangguh yang telah mengharumkan nama Indonesia di dunia international. Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA)  ini telah berhasil meraih penghargaan dalam Ashden Awards 2012. Perhatian kepada daerah-daerah terpencil di Indonesia  telah mendorongnya untuk menciptakan sumber energi mikro hidro yang berbasis komunitas. IBEKA juga mendampingi komunitas masyarakat untuk mendirikan koperasi sebagai institusi pengelola penjualan listrik tenaga air tersebut kepada masyarakat. Sekitar 20% dari keuntungan koperasi tersebut kemudian dialokasikan untuk membantu kebutuhan komunitas di bidang pendidikan, kesehatan, dan simpan pinjam. Kegiatan IBEKA yang tergolong telah memberdayakan masyarakat setempat secara menyeluruh,  telah menarik minat internasional untuk mengembangkan teknologi energi ramah lingkungan berbasis komunitas tersebut di  beberapa negara lain. Berikut laporan lengkapnya yang dilansir dari pikiran-rakyat.com.

     

    LONDON, (PRLM).- Direktur Eksekutif dan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan, (IBEKA) Tri Mumpuni mengaku semakin terpacu dalam menyediakan akses listrik tenaga air mikrohidro setelah menerima penghargaan dari Inggris pekan ini.

    Tri Mumpuni merupakan salah satu pemenang Ashden Awards 2012 yang diberikan oleh Ashden, lembaga swadaya masyarakat Inggris yang terlibat dalam energi ramah lingkungan. Pangeran Charles menjadi salah seorang penaung Ashden Awards.

    Selain Tri Mumpuni, terdapat dua finalis lain dari Asia Timur, Kamboja dan Filipina. Usai menerima penghargaan di London, Tri Mumpuni berkunjung ke kantor BBC di pusat kota London dan menuturkan senang memperoleh penghargaan atas upayanya menerangi desa-desa terpencil.

    Menurut dia, ada hal yang lebih penting dibanding hadiah sebesar £20.000 atau sekitar Rp300 juta yang diterimanya.

    “Saya itu bersyukur karena ini merupakan sebuah pengakuan secara internasional, jadi semakin meneguhkan hati kita dan juga teman-teman di lapangan bahwa yang mereka kerjakan itu benar,” tutur Tri Mumpuni sambil meneteskan air mata. Continue reading “Pelopor Energi Listrik Tenaga Air Indonesia dianugerahi Ashden Awards 2012”

    Balada ke Karimun Jawa: Let’s Get Lost! – Part-3

    Jepara, salamduajari.com (26/08) – Hari sudah berganti dari Sabtu menjadi Minggu. Perasaan di pagi ini cukup bercampur baur karena Karimun Jawa sudah di depan mata. Akankah Karimun Jawa begitu luar biasa sehingga berhasil mengobati lelah perjuangan menuju kesana? Akankah Karimun Jawa mengecewakan? Semua pertanyaan-pertanyaan yang bersuara di kepala tersebut harus rela dibiarkan tidak terjawab, agar spirit jalan-jalannya tetap di ranah petualangan. Kalau tidak ingin merasakan sensasi berpetualang, ya sudah barang tentu kami semua memilih ikut paket tour yang disediakan banyak pihak. Jadi, kami semua setuju untuk tetap menjaga pertanyaan, membiarkan rasa ingin tahu dan penasaran tersebut terjawab dengan sendirinya ketika kami telah sampai di sana; juga membiarkan agar hampir tidak ada ekspektasi yang tertanam di kepala karena kami semua tidak tahu ingin berekspektasi seperti apa. Kami hanya tahu, kata orang Karimun Jawa bagus. Sebagus apa? Ada apa saja di sana? Tidak terlalu banyak riset sebelum ke sana, justru berangkat ke sana untuk cari tahu sendiri. Sementara teman-teman bule sendiri ingin ke Karimun Jawa karena belum banyak turis ke sana, tidak seperti Bali katanya. Mereka  ingin ke pantai yang dapat dinikmati “sendiri” karena tidak banyak orang berjemur atau berenang di sana. Secara khusus, satu orang dari mereka mengatakan bahwa Ia ingin melihat lobster dari dasar laut secara langsung, itu impian dia dari umur 7 tahun katanya. Akankah impiannya jadi nyata di Karimun Jawa? Will see.

    Anyway, sarapan sudah dinikmati, tiket juga sudah di tangan, kami hanya tinggal menunggu di sekitar pelabuhan. Perlu kami beritahukan bahwa kondisi toilet di pelabuhan Kartini tergolong “begitulah”, jadi jika ingin menjaga kenyamanan diri sendiri di situasi yang belum tentu nyaman, jangan lupa bawa tisu ke mana-mana. Kapal dijadualkan berangkat sekitar pukul 11.30, tapi di pagi ini kami menjadi kelompok yang taat pada nasihat agen penjual tiket kemarin yang mengingatkan kami untuk sudah ada di sekitar pelabuhan pada sekitar jam 10.00. Kami pun menunggu dengan ceria sampai akhirnya tiba masa kami untuk memasuki Kapal. Bismillaah, semoga perjalanan lancar! Kira-kira seperti inilah kondisi Kapal Ekspres Bahari 9 yang kami gunakan saat itu.

    Gambaran situasi ketika antri memasuki kapal, kondisi di dalam kapal, dan kondisi di bagian di atas kapal yang terbuka..

    Secara umum kondisi Kapal Ekspres Bahari cukup nyaman, karena sudah ada pembagian kursi pada tiket, jadi tidak ada rebut-rebutan. Namun sayangnya aroma solar masuk ke dalam kapal, sehingga sepanjang jalan saya harus menutup hidung dan akhirnya tidak tahan sehingga memutuskan ke bagian atas kapal yang terbuka, sehingga kita bisa menikmati debur angin dan panorama laut luas. Seru juga, khususnya ditambah dengan rasa agak mual dari goyangan kapal yang terasa lebih kuat ketika kita berada di atas kapal tersebut. Sinar terang matahari, debur angin, pemandangan biru samudera luas, dan goyangan kapal yang antara meninabobokan dan memabukkan, haha, sempurna! Dua jam perjalanan menjadi tidak terlalu terasa dan voala, kami tiba di pelabuhan Karimun Jawa! Yeaah… haha, saya tidak menyangka hanya dengan sampai saja sudah membuat perasaan begitu senang.

    Yeaaaahh.. Selamat datang di Karimun Jawa! Akhirnyaaaa… jernih air sudah terlihat jelas dari dermaga.. 😀

    Continue reading “Balada ke Karimun Jawa: Let’s Get Lost! – Part-3”

    Balada ke Karimun Jawa: Let’s Get Lost! – Part-2

    Jepara, salamduajari.com (25/08) – Alhamdulillaah, akhirnya kami sampai juga di Jepara! Begini, waktu di Semarang, ada yang bilang perjalanan ke Jepara dari Semarang itu sekitar 1.5 – 2 jam; tapi ada juga yang bilang 3 jam bahkan 5 jam. Karena kami sudah mengalami sendiri, kalau kondisi jalan lancar dan kecepatan rata-rata sekitar 60km/jam, maka lama tempuh dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ke Pelabuhan Kartini Jepara adalah sekitar 1.5 jam. Kami berangkat sekitar jam 11.20, dan kami tiba di tujuan hampir jam 13.00.

    Pada saat itu kami semua mulai merasa lapar, tapi supaya tenang, diputuskan memastikan informasi soal kapal terlebih dulu. Kami pun bertanya ke Dishub setempat dan juga berbincang dengan masyarakat nelayan sekitar. Berikut informasi yang kami dapatkan:

    1) Kata orang Dishub kapal sudah berangkat hari ini, baru ada lagi besok jam 11.30, yaitu Kapal Ekspress Bahari 9 (punya swasta, bukan di bawah kelolaan Dishub seperti Feri KM Muria dan Kapal Ekspress KMC Kartini); jadi tidak bisa beli tiket melalui Dishub, melainkan langsung ke kantor Kapal Ekspres Bahari.

    2) Karena tetap mau usaha berangkat ke Karimun Jawa hari ini juga, kami tetap mencari kapal nelayan. Beberapa tukang becak yang lagi main gaplek bilang, “susah mas, mba, mending naik ekspres aja besok. Soalnya nelayan itu skarang pada takut. Kalau ketahuan bawa penumpang di pelabuhan sana (karimun jawa) bisa ditangkep petugas. Udah, tunggu besok ajaaa”.

    3) Tapi karena masih penasaran tetap kami mencari nelayan langsung. Ketemu! Tapi muahalnya pol! Mereka minta 7 juta rupiah, yang artinya kalau dibagi 10 orang @700ribu.

    Continue reading “Balada ke Karimun Jawa: Let’s Get Lost! – Part-2”