Analisis Lagu “Meraih Bintang”: Lirik adalah Kekuatan Doa

Depok, 1 September 2018 – Tak terasa Asian Games 2018 sebentar lagi tiba di penghujung perhelatan, dimana besok akan menjadi hari penutupannya. Dibuka dengan suatu pertunjukan pembukaan yang SPEKTAKULER, DAHSYAT, TAK TERLUPAKAN, MEMBANGGAKAN, entah kata apa lagi yang bisa saya gunakan, Indonesia berhasil mencuri perhatian dunia dan semacam menetapkan posisi yang jelas “Selamat datang di Indonesia – sebuah bangsa yang besar, kaya keragaman yang tertenun indah dalam Bhineka Tunggal Ika – dengan bangga dan gembira menyambut tamu-tamu terhormat dari seluruh penjuru Asia”.

Untuk Asian Games ke-18 tahun ini, Indonesia memasang target 16 emas dan masuk 10 besar. Target ini dipandang cukup ambisius oleh beberapa pihak mengingat rekam jejak kita yang memang cukup “cupu” pada 20 tahun terakhir, dimana kita konsisten di peringkat belasan agak-agak ujung. Merangkum dari wikipedia, berikut rekam jejak peringkat prestasi Indonesia:

 

 

Jadi wajar kalau untuk Meraih Bintang, Indonesia memasang target 10 besar. Tetapi apa yang terjadi? Per hari ini, tadi saya baru saja menyaksikan tim Takraw Putra Indonesia menambah perolehan emas menjadi total 31 emas, dan Indonesia berhasil duduk di peringkat 4!! Target emas terlampaui 17 keping, dan target peringkat terlampui 6 posisi!! BRAVO INDONESIAKU! Terima kasih kepada seluruh atlit, pelatih, Kemenpora, dan seluruh elemen bangsa lainnya yang setia mendukung semangat.. ternyata KITA BISA loh! #masihterharu.

Tetapi dibalik semangat itu semua, ada sebuah lagu yang menjadi teman dan penyemangat bangsa kita selama berbulan-bulan di tahun ini. Apa lagi kalau bukan “Meraih Bintang”,  lagu resmi Asian Games 2018 yang diciptakan oleh musisi kawakan Pay “Slank” – alias Parlin Burman Siburian – yang dulu merupakan gitaris Slank dan juga mantan suami dari pencipta lagu-lagu hits Indonesia, Dewiq. Pay, bersama sahabatnya, Rustam Rastamanis, musisi dan produser musik yang kerap berkarya bersama musisi komunitas Slank: Oppie Andaresta, Bimbim, Kaka, Dewiq, bonky, indra, dkk yang hebat-hebat itu. Dipopulerkan oleh suara empuk Via Vallen, lagu ini berhasil menjadi penyemangat kita semua. Terima kasih ya Mas Pay, Mas Rustam, dan Mba Via Vallen!! Kalian keren banget!

Dari semua kesuksesan lagu ini – dicover dalam berbagai bahasa, dijadikan lagu yang dipelajari oleh kelas seni di sekolah-sekolah, di UI bahkan dijadikan salah satu lagu yang dinyanyikan saat Wisuda! – lagu ini bagi saya adalah bukti bahwa lirik bisa menjadi DOA yang MAKBUL, kalau kita resapi dan jadikan media untuk membangun keyakinan diri. Kalau kata psikolog, media untuk melakukan afirmasi diri. Contohnya, afirmasi diri untuk mengobati ketakutan dengan ngomong ke diri sendiri “saya bisa, saya berani, dst secara berulang-ulang” sampai akhirnya jadi “bisa dan berani” beneran. You fake it till you make it. Bagi saya, seperti itulah lagi Meraih Bintang. Berikut saya bold bagian lirik yang mengandung DOA atau afirmasi positif untuk bangsa kita.

 

Pay Burman, sumber: ipopam.com

MERAIH BINTANG

Setiap saat setiap waktu
Keringat basahi tubuh
Ini saat yang kutunggu
Hari ini ku buktikan

Ku yakin aku kan menang
Hari ini kan dikenang
Semua doa kupanjatkan
Sejarah kupersembahkan

Terus fokus satu titik, hanya itu titik itu
Tetap fokus kita kejar, lampaui batas
Terus fokus satu titik, Hanya itu titik itu
Tetap fokus kita kejar dan raih bintang

Yo yo ayo… yo ayo Yo yo ayo… yo ayo
Yo yo ayo… yo ayo Yo yo.. ooo…ooo
Yo yo ayo… yo ayo Yo yo ayo… yo ayo
Yo yo ayo.. kita datang kita raih kita menang

Kalau menang berprestasi
Kalau kalah jangan frustasi
Kalah menang solidaritas
Kita galang sportifitas

(Ini link kalau mau lihat versi Arab XD (bagus banget, tetap ada dangdut2nya ) https://www.youtube.com/watch?v=o0riYsrmm24)

Ada 3 baris lirik yang saya bold ya di atas, yang menurut saya merupakan baris DOA yang paling penting dan berhasil MAKBUL 😀

  1. Hari ini ku buktikan: Acara spektakuler pembukaan Asian Games sudah menjadi suatu pembuktian; dan dari berbagai seri pertandingan, banyak atlit kita yang melakukan pembuktian (di cabang olah raga yang jarang dapat medali): Panjat Tebing, Pencak Silat, Jetsky, Takraw, dll.
  2. Sejarah kupersembahkan: gimana ga sejarah itu Korea Selatan dan Korea Utara pawai dengan bendera Korea Bersatu di Indonesia! Semoga Indonesia benar-benar bisa jadi agen perdamaian dan persatuan dunia, amiin. Gimana ga sejarah juga itu Pencak Silat hampir sapu bersih emas?? Apa lagi sejarah yang tercatat tahun ini: perolehan emas terbanyak yang pernah Indonesia raih sepanjang Asian Games adalah saat ini!!
  3. Tetap fokus kita kejar, lampaui batas: beneran kan lampaui target, baik dari sisi rangking maupun jumlah raihan medali??

Bener memang ya, ketika olah raga dan seni berdansa, semua bersatu dalam gembira, oh alangkah indahnya dunia ketika bisa dibalut dalam selimut solidaritas dan sportivitas!!

SELAMAT untuk Indonesiaku yang telah berhasil menjadi pemancar energi untuk Asia!

#AsianGames2018 #EnergyofAsia

 

 

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Analisis Lagu “Meraih Bintang”: Lirik adalah Kekuatan Doa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s