Month: February 2018

Aku dan Dilanku 1990

Akhirnya wiken  lalu bisa nonton Dilanku 1990. Solo, mumpung mantan pacar mau temenin anak-anak dirumah.
Kalau makanan kuanggap apa ya film Dilanku? Bubur? Nasi padang, Tiramisu? Hari ini ku anggap dia Tiramisu, karena dia nikmat dimakan sebagai hidangan dessert setelah appetizer dan main course yang super enak!! Bagaimana tidak, jika hidangan sebelumnya sudah super enak, bagaimana aku harus menetapkan ekspektasiku untuk dessert? Kan deg-degan makannya. Bagaimana kalau film Dilanku tidak bagus?? Aku kan sudah baca novelnya?? Bagaimana kalau komentar orang-orang yang sudah nonton overrated??

Dilan sungguh personal bagiku. Aku dulu tak langsung menerima usulan mantan pacar atas nama Dilan untuk anak pertama kami. Tak sengaja saat aku ingin membeli pulpen baru di toko buku, ramai sekali novel Dilanku terjaja. Aku langsung beli dan membacanya. Lucu!! Indah!! Unik!! Terlebih karena motornya Dilan sama seperti motor mantan pacar. Akupun menjadi yakin untuk menerima usulan itu, dan bermufakat bersama untuk menamakan putra pertama kami Dilan Wirasatya Wibowo. Dilan, dalam bahasa inggris klasik Welsh juga berarti anak ombak, son of the wave. Aku suka sekali dengan maknanya, membuatku membayangkan Dilan sebagai orang yang mampu berselancar bersama ombak (kehidupan). Continue reading “Aku dan Dilanku 1990”

Advertisements