Monthly Archives: October 2017

Berpikir dengan Nurani untuk Rakyat Ketjil 

Depok, 3 Oktober 2017 – Masih teringat jelas ketika saya mendengar seorang Ibu dari rumah tangga miskin mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan program Beras Miskin (Raskin). “Kami bersyukur banget ada Raskin, kapan lagi bisa beli beras Rp3000/kg, lumayan dapat jatah 10 kg per bulan”, demikian kira-kira ungkapnya riang. Mungkin seharusnya saya ikut senang, tapi yang ada saya justru miris. Mengapa? Karena saya tahu bahwa hak ibu itu harusnya 14kg/bulan dan harganya Rp1600/kg. Ini adalah modus korupsi paling elegan karena subjek yang dikorupsi haknya malah bisa dibuat merasa bersyukur dan berterima kasih.

 

Tahun ini Indonesia sudah 72 tahun merdeka, sejawat seumuran dengan Korea Selatan tapi nasib jauh berbeda. Dari segi Pendapatan Domestik Bruto memang tak terlalu jauh beda. Korea Selatan di sekitar $1,4 trilyun, sementara Indonesia di sektiar $932 milyar. Hanya karena penduduk Korea cuma sekitar 50 juta jiwa sementara kita 250 juta, tingkat pendapatan per kapita penduduknya menjadi jauh sekali berbeda. Di Korea Selatan tingkat pendapatan per penduduk sudah ada di kisaran $27.500 (sekitar Rp 360 juta/orang/tahun) dan kita masih metek di sekitar $3500 (sekitar Rp49juta/orang/tahun). Tingkat kepemilikan lahan petani disana sekitar 0,5 Ha per rumah tangga petani pada 1960an dan kini meningkat menjadi sekitar 1,5Ha. Sementara kita di Indonesia kebalikannya, dulu katanya sekitar 2Ha per rumah tangga, sekarang malah jadi kurang dari 0,5Ha. Jadi jelas ya, petani di Indonesia kondisinya jauh lebih terjepit dan marginal dibanding di Korea Selatan sana. Soal kemiskinan secara umum ga usah dibahas kali ya.. yang pasti stok orang miskin kita jauh lebih banyak.

Continue reading

Advertisements
Categories: Dalam Pembangunan | Tags: | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.