Monthly Archives: April 2014

Apakah Berjilbab dapat menjadi Indikator kedalaman Iman?

Didapat dari path temen. Jadi ini adalah sebuah "re-path" melalui media blog :)

Didapat dari path temen. Jadi ini adalah sebuah “re-path” melalui media blog 🙂

Quote dari Mufti Menk ini cukup menarik, karena memang beberapa orang – tidak tahu mana yang lebih banyak – suka merasa lebih dekat dengan Tuhan dibanding orang lain, jika dirinya sudah berjilbab. Atau merasa anaknya, atau istrinya, akan lebih dekat dan disayangi oleh Tuhan, jika dia berjilbab, dibandingkan dengan yang tidak berjilbab. Seakan-akan, jilbab adalah indikator terpenting. Seakan-akan jilbab adalah indikator kedalaman iman seseorang. Padahal isi lubuk hati seseorang siapa yang tahu? Semoga kita bisa semakin fokus dengan mendekatkan diri kita sendiri kepada Tuhan, tanpa perlu kita membanding-bandingkan kedekatan kita dengan orang lain. Karena mungkin, ketika kita sudah mulai merasa “lebih bersih” atau “lebih dekat” kepada-Nya, dibandingkan dengan si A, si B, atau si C, mungkin tanpa kita rasakan, bibit kesombongan sudah merasuki jiwa kita. Mari kita mulai berhenti menghakimi orang lain, walaupun hanya berada di tataran pikiran saja. Seperti yang dikatakan Pak Mufti, “Ia mungkin memiliki 1 kekurangan yang terlihat, sementara Anda memiliki 50 kekurangan yang tersembunyi”.

Oh ya, Mufti Menk adalah seorang cendikia muslim yang lahir di Zimbabwe yang mendapatkan sarjana di bidang Syariah dari Universitas Madinah. Beliau sudah menjadi seorang Hafiz alias penghapal Al-Quran di usia yang sangat muda. Kalau ingin tahu lebih lanjut soal Mufti Menk, silakan ke website ini.

Categories: Dunia Kita | Leave a comment

Dari Indonesia menuju Nusantara

Pak Arkand di Kick Andi

Pak Arkand di Kick Andi

Kali ini ada wacana menarik namun cukup nakal dari salah satu narasumber Kick Andy, yaitu Pak Arkand Bodhana Zeshaprajna alias Emmanuel Alexander yang katanya adalah pakar nama dan waktu. Beliau meletakkan gelar Dr alias Doktor didepan namanya, yang beliau dapat dari University of Methapysics di Amerika Serikat. Jujur waktu saya berkunjung ke websitenya, agak serem sih haha. Anyway, kampusnya ternyata menyediakan paket distant learning seperti Universitas Terbuka di Indonesia. Lantas, apa wacana yang dilempar pak Arkand? Ini dia kira-kira. Diambil dari status facebook saya pada 4 April. Soal percaya ga percaya, suka ga suka, terserah diri kita masing-masing ya. Kalau saya jujur senang untuk iseng saja 🙂

“Pendapat pak arkand – seorang konsultan nama dan waktu- di Kick Andy merekomendasikan agar Indonesia berganti nama menjadi Nusantara, karena struktur nama Indonesia tidak baik dan menurut hitungan beliau, tahun 2020 adalah momentum terjadinya pecah belah di bumi Indonesia. Struktur nama Nusantara, menurut beliau lebih baik. Ntah kenapa saya suka dengan nama NUSANTARA. Negara Kesatuan Republik Nusantara, bisa disingkat jadi Negara KeReN.


Nanti mungkin kampus tempat saya berkarya akan berubah menjadi Universitas Nusantara, 

lagu kebangsaan pun akan berubah menjadi “Nusantara Raya, merdeka merdeka”.

Indonesian Idol akan menjadi Nusantara Idol. 

Bank Rakyat Indonesia jadi Bank Rakyat Nusantara (disingkat BRN). 

Bank Negara Indonesia jadi Bank Negara Nusantara (disingkat BNN, nah ini akan sengketa dengan Badan Narkotika Nasional, jadi mungkin harus diganti namanya jadi Badan Anti-Narkotika Nusantara, disingkat jadi BANN). 

Tenaga Kerja Indonesia akan jadi Tenaga Kerja Nusantara. Cuma kan TKI kita di Malaysia kan sering disebut “orang endon”, nah nanti kalo jadi Nusantara, mereka sebut TKN apa ya? “Orang nusan” atau “orang neson”? Mudah-mudahan bisa disebut orang nusantara aja.” (DM)

 

Categories: Dari Mana Saja | Leave a comment

Blog at WordPress.com.