Kunci Kebahagiaan: make the best of everything

Holaaaa.. hari ini saya kembali mencoba merutinkan pola posting dua kali seminggu, yaitu hari Senin dan Kamis (seperti jadual puasa sunah Senin dan Kamis). Saya tidak tahu apakah akan berhasil, tapi paling tidak akan saya coba.

Hari ini saya ingin berbagi soal kunci kebahagiaan. Pada posting salamduajari sebelumnya yang berjudul “miskin dan bahagia”, dan yang berjudul  “Indonesia, India, dan Mexico: Rumah dari orang-orang Sangat Bahagia”, kita sama-sama melihat suatu data bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat pendapatan cukup rendah, namun tingkat kebahagiaannya tergolong tinggi. Lalu hari ini saya menemukan suatu kutipan menarik tentang kebahagiaan. Ini dia kutipannya:

Sumber: 9gag.com

Sumber: 9gag.com

Pesan dari kutipan di atas, kurang lebih sejalan dengan nasihat orang tua, senior atau kakak-kakak saya. “Dewi, kunci bahagia itu sesungguhnya sederhana, yaitu sukur dan sabar”. “Dewi, supaya ga terlalu stress, cobalah belajar untuk menerima keadaan, cobalah berdamai dengan diri sendiri; mungkin memang lebih baik target-target kamu itu tidak dicapai sekarang, tapi nanti. Sesuatu kan ada waktunya sendiri-sendiri. Sekarang nikmati saja apa-apa yang sudah berhasil dimiliki, sudah dicapai. Intinya, berdamailah sama diri kamu sendiri”. Atau mungkin nasihat dari teman seumuran, yang bilang, “Wi, masih untung loe udah …..; belum lagi loe kan sekarang juga udah jadi …..; masih untung …. dan masih untung …..”. Intinya, masih untung sudah ini dan sudah punya itu. Waktu saya dulu kecelakaan dan mengalami patah tulang bahu depan dan 6 jahitan di kepala juga, keluarga dan kerabat saya juga masih pada bilang, “Alhamdulillaah, masih untung patah tulangnya cuma di bahu depan sehingga tidak terlalu perlu operasi”, “woalaaah, masih untung si Dewi tidak mengalami lupa ingatan yaaa”. Haha, intinya hampir semuanya ada “masih untung”-nya.

In short, saya jadi semakin mengerti mengapa hasil survey yang menunjukkan fenomena bahwa walaupun Indonesia merupakan negara dengan tingkat pendapatan yang masih tergolong cukup rendah (negara berkembang), Indonesia merupakan negara di mana masyarakatnya tergolong bahagia. Jawabannya adalah karena secara umum orang Indonesia tergolong orang-orang yang mudah bersyukur. Dengan budaya “masih untung”-nya, orang Indonesia terlatih untuk berdamai dengan keadaan, sepahit apapun itu; karena dari setiap kondisi, pasti ada sisi hikmahnya. Kisah-kisah inspiratif seperti kisah Dewantara Soepardi atau Angkie Yudistia, hanya sedikit dari banyaknya kisah-kisah inspiratif di mana kebahagiaan itu sangat mungkin dicapai ditengah banyaknya keterbatasan. Mungkin karena itu lah kita, secara umum, tergolong bahagia; karena toh, kunci kebahagiaan itu bukan pada apa yang dimiliki, melainkan pada pemaknaan kita atas apa-apa yang telah dimiliki. So, i have to agree that “the happiest people don’t have the best of everything, they just make the best of everything”. Happy Monday!  (DM)

 

Advertisements
Categories: Dari Mana Saja | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: