Out of the Blue: Bagaimana Google berharap dapat berbagi koneksi internet dengan balon

Ketika pertama kali terbentuk di tahun 80an, internet memiliki fungsi yang sangat berbeda dari yang kita ketahui saat ini. Di pertengahan tahun 90an ketika penggunaan internet mulai booming di kalangan publik, semuanya sangat tergila-gila dengan e-mail, chatting dan surfing the web dengan sambungan lemot—waktu itu saya masih terlalu kecil untuk bisa merasakan sendiri sih, tapi saya pernah nonton film You’ve Got Mail which is basically the same thing, right? 20 tahun kemudian internet telah berubah menjadi suatu hal yang baru sama sekali. Kita diperkenalkan pada istilah-istilah baru seperti ‘google’, ‘blog’ dan ‘tweet’, dan juga pada situs jejaring sosial yang tampaknya berhasil memperbudak kehidupan sehari-hari kebanyakan dari kita (RT ini kalau setuju!). Internet telah merombak pengertian dari kata ‘jarak’ dimana kini segalanya tersedia di ujung jari kita namun tetap saja terasa amat jauh. But that’s a story for another day.

Siapa yang dapat menduga 30 tahun yang lalu bahwa suatu teknologi yang dirancang untuk kegunaan militer kini telah menjadi integral dalam kehidupan kita sehari-hari? Setidaknya bagi mereka yang memiliki akses internet. Banyak orang menganggap hanya karena kakek dan nenek dan saudara jauh kita semua terhubung di dunia maya bahwa kakek dan nenek dan saudara jauh setiap orang juga menikmati hal yang sama. Kenyataannya hanya 1 dari 3 orang di muka bumi ini memiliki akses internet, di Indonesia sendiri hanya 22% penduduk kita merupakan pengguna internet. Karena dunia masa kini menuntut semua orang semakin terhubung, internet proficiency menjadi suatu hal yang begitu diperlukan selama beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu memastikan bahwa lebih banyak orang dapat menyambung ke internet untuk melihat foto-foto kucing dan hal penting lainnya telah menjadi suatu prioritas. Google, para pelopor teknologi informasi, telah memikirkan sebuah solusi bernama Project Loon yang bertujuan menyediakan akses internet yang cepat dan murah untuk sisa 2 dari 3 orang tadi. Bagaimana mereka berupaya menyebarkan aksesibilitas bagi daerah-daerah terpencil di muka bumi? Jawaban mereka? Dengan meniup balon.

Berikut adalah terjemahan postingan blog official Google mengenai Project Loon pada 14 Juni oleh Mike Cassidy, pemimpin Project Loon:

Introducing Project Loon: Balloon-powered Internet access

Internet adalah salah satu teknologi yang paling mengubah hidup kita sejauh ini. Tetapi bagi 2 dari 3 orang di dunia, sambungan internet yang cepat dan murah tidak tersedia bagi mereka. Dan masalah ini belum juga terpecahkan.

Beberapa hambatan dari konektivitas internet yang terkait masalah geografis—daerah hutan, kepulauan, pegunungan. Beberapa hambatan lainnya terkait biaya yang muncul. Contohnya saat ini dalam kebanyakan negara di bumi bagian selatan, biaya sambungan internet dapat melebihi tingkat pendapatan sebulan.

Memecahkan perihal diatas bukan sekedar masalah waktu tetapi juga memaksa kita memandang masalah aksesibilitas dari sudut pandang lainnya. Dengan demikian kami mempersembahkan moonshot terbaru dari Google[x]: Akses internet tenaga balon.

Kami percaya bahwa mungkin sekali membentuk lingkaran balon, yang akan terbang mengikuti angin di stratosfer, untuk menyediakan akses internet untuk dunia. Sekarang masih ditahap awal namun kami telah membangun sistem yang menggunakan balon, yang dibawa angin di ketinggian dua kali lipat dari pesawat komersil, untuk mentransfer akses internet dengan kecepatan yang mirip dengan 3G network atau lebih. Kami berharap balon ini dapat berhasil menyambungkan daerah pedesaan, daerah terpencil dan daerah yang tak terlayani lainnya, serta membantu melancarkan komunikasi ketika terjadi musibah alam. Ide ini mungkin terdengar sedikit gila—makanya proyek ini kami namakan Project Loon—tapi ini didukung sains yang konkrit.

Penggunaan balon, dengan keanggunan effortlessnya, memiliki beberapa tantangan tersendiri. Berbagai proyek telah mempertimbangkan penggunaan altitudo tinggi untuk menyediakan akses internet bagi daerah yang tetap, namun menjaga tetap di tempat yang sama seperti ini akan membutuhkan sistem dengan biaya dan kompleksitas yang tinggi. Oleh karena itu ide kami berdasarkan atas melepas balonnya dan membiarkan mereka terbang dengan bebas. Yang harus kami cari tahu hanya bagaimana cara untuk mengendalikan jalur terbang balonnya. Sekarang kami telah menemukan caranya yaitu dengan memanfaatkan tenaga angin dan surya: kami dapat menggerakan balonnya keatas atau kebawah agar dapat ditangkap angin yang menghembus kearah yang kami inginkan. Solusi tersebut kemudian menimbulkan masalah baru: bagaimana mengatur armada balon yang mengelilingi dunia agar setiap balon terletak di tempat tertentu pada waktu tertentu. Kami sedang menyelesaikan masalah ini dengan menggunakan algoritma yang kompleks dan computing power tinggi.

Sekarang kami membutuhkan sedikit bantuan—eksperimen ini tidak dapat dilakukan oleh tim kami sendirian. Minggu ini kami memulai pilot program di daerah Canterbury, Selandia Baru dengan 50 tester yang akan berusaha menyambung ke balon kami. Ini pertama kalinya kami telah melepaskan balon sebanyak ini (minggu ini tepatnya 30 balon) dan mencoba menyambungkan sedemikian banyak receiver, dan eksperimen ini akan mengajarkan banyak hal yang akan sangat membantu memperbaiki teknologi dan desain balon kami.

Seiring waktu, kami ingin mengadakan pilot program lain di negara-negara pada lintang yang sama dengan Selandia Baru. Kami juga ingin mencari partner untuk fase selanjutnya dari proyek ini—kami tidak sabar mendengar feedback dan ide dari orang-orang yang telah lebih lama berusaha menyediakan koneksi internet bagi daerah pedesaan dan terpencil dari kami. Kami mengandaikan suatu hari anda dapat menggunakan HP dengan service provider anda sekarang untuk menyambung ke balon kami, dan mendapatkan koneksi di tempat-tempat yang sebelumnya tidak terjangkau.

Teknologi ini masih dalam tahap percobaan dan perjalanan kami masih jauh—kami akan sangat menghargai dukungan anda sementara kami terus mencoba dan terus melayang! Follow halaman Google+ kami untuk tetap up to date dengan kemajuan kami.

Onward and Upward.

Advertisements
Categories: Kreasi dan Inovasi | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: