Bank Rakyat Indonesia beri Pelatihan Keuangan Mikro sampai Palestina

Depok, salamduajari.com – Sebagai negara berkembang, Indonesia adalah negara yang lebih banyak belajar kepada negara-negara yang lebih maju. Tapi bukan berarti tidak ada yang bisa dipelajari dari Indonesia. Dari salah sedikit success story  yang menjadi pelajaran bagi dunia yang berasal dari Indonesia,  kisah sukses Bank Rakyat Indonesia adalah salah satunya, karena BRI telah membuktikan bahwa membuka akses untuk kalangan pelaku usaha mikro dan kalangan pra-sejahtera  itu bukanlah hal yang mustahil. Lebih dari itu, bahkan dapat menguntungkan sehingga kesinambungan layanannya dapat dijaga. Saya mendengar bahwa BRI sampai harus menyediakan divisi khusus untuk melayani ribuan tamu dari seluruh penjuru dunia yang ingin belajar dari pengalaman BRI. Well, tidak mengherankan memang, mengingat seeing is believing. Pengalaman BRI membuat dunia akhirnya bisa melihat sendiri bahwa Bank Komersial bisa turut membuka akses keuangan bagi kalangan pra-sejahtera yang dulu selalu dicap sebagai unbankables. Karena dunia sudah melihat, akhirnya dunia percaya. Ya, di dunia keuangan, kisah BRI adalah sebuah revolusi. Inspirasi Bank Rakyat Indonesia untuk dunia tampaknya masih terus bersinar hingga kini, seperti yang dipaparkan pada berita berikut ini, di mana Bank Rakyat Indonesia sampai diundang ke Palestina untuk berbagi ilmu mengenai microbanking. Semoga BRI semakin bersinar dan terus menjadi Bank RAKYAT Indonesia yang membanggakan.

 

Berikan Pelatihan, Bankir BRI Dikirim ke Palestina

Bank Rakyat Indonesia terkenal dengan komposisi portofolionya yang lebih dari 80% adalah kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Bank Rakyat Indonesia terkenal dengan komposisi portofolionya yang lebih dari 80% adalah kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengirimkan bankirnya ke Palestina untuk berpartisipasi dalam program “International Trainning Program on Microfinance for Palestine” melalui Kementerian Luar Negeri.

“Kepala Kerja Sama Perbankan Mikro BRI Agus Rachmadi sudah berangkat ke Palestina,” kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Ali mengatakan pengiriman bankir ke Palestina merupakan bagian dari komitmen BRI membantu pemerintah untuk menggalang kerja sama kawasan dan kemanusian, terutama untuk Palestina.

Menurut dia, BRI juga akan berpartisipasi dalam lokakarya selama tiga hari di Palestina atau Yordania. Para peserta lokakarya itu adalah praktisi perbankan mikro dan pejabat Palestina.

“Kami juga akan berbagi pengalaman bagaimana peran besar perbankan mikro dalam membangun perekonomian,” ujarnya.

Menurut rencana, kata dia, BRI akan melatih 24 pejabat dan praktisi keuangan mikro Palestina di Ramallah hingga 19 April 2013. Dalam pelatihan itu akan dipilih enam orang untuk magang di Jakarta dan belajar lebih lanjut tentang perbankan mikro.

Ali mengatakan partisipasi BRI di dunia internasional bukanlah hal baru. Sebab, sampai saat ini banyak warga dari berbagai negara datang ke BRI untuk belajar keuangan mikro kepada BRI.

“Karena banyaknya warga asing itu, kita buat bagian khusus di Divisi Bisnis Mikro untuk menangani mereka,” katanya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan BRI sebagai laboratorium keuangan mikro dunia karena keberhasilan bank pemerintah itu dalam mengembang misi pembangunan dan komersial.

Selain sukses meneruskan berbagai program pembangunan pemerintah hingga ke pelosok desa, BRI juga merupakan bank paling menguntungkan tingkat nasional sejak 2005.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomatik Publik Kementerian Luar Negeri Siti Nugraha Mauludiah mengatakan pengiriman bankir BRI ke Palestina disebabkan perusahaan tersebut telah berpengalaman mengembangkan sistem keuangan mikro.

“Pemerintah Indonesia telah berkomitmen memberikan bantuan pengembangan kapasitas seperti pelatihan, pemagangan dan lokakarya untuk 1.000 warga Palestina selama 2008-2013 melalui kerja sama New Asian-African Strategic Partnership atau NAASP,” katanya.

Menurut Siti, hingga 2012 sebanyak 665 warga Palestina telah mendapat bantuan pengembangan kapasitas dari Indonesia. Selain dilakukan di negaranya sendiri, mereka juga di bawa ke Indonesia selama sembilan hari.

 

Advertisements
Categories: Berita Baik | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: