Antisocial Networking

PATHDi era teknologi informasi seperti sekarang ini, situs atau aplikasi berupa media komunikasi sosial via internet tampaknya terus berkembang. Dulu ada friendster, lalu facebook, lalu ada twitter, dan terakhir ada Path, yang mirip facebook tapi maksimum teman hanya 150, jadi bisa share hal-hal yang lebih private ke orang-orang yang emang limited edition. Nah, ini adalah kisah dialog antara dua senyawa yang sudah cukup lama eksis di Path (senyawa A) dan yang baru mau mulai mengeksiskan diri (senyawa B)

Senyawa B: gw heran, si Rani ini rajin banget update Path, buset dah, ini timeline gw isinya dia mulu.

Senyawa A: emang temen lo di Path berapa orang?

Senyawa B: oh..?

(Senyawa A tanpa banyak bicara langsung mengambil alih kemudi gadget senyawa B, untuk segera mencari tahu jumlah teman yang dimiliki senyawa B di Path).

Senyawa A: Nih (menunjukkan kepada senyawa B bahwa daftar teman yang dimilikinya ternyata hanya 3 orang), pantesan aja yang muncul di timeline loe dia-dia mulu, orang lo ga ada temen laen! Kesian banget sih..

Senyawa B: (hanya merenung sendiri, haruskah dirinya menggarap serius soal eksistensi dirinya di dunia digital baru bernama Path itu)

Advertisements
Categories: Random Conversation | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: