Memenuhi Panggilan Anies Baswedan untuk Program Kelas Inspirasi

kelas inspirasi

sumber foto: http://www.kelasinpirasi.org
PS: dari foto ini terlihat bahwa salam dua jari masih kalah ngetop dibandingkan salam metal haha xD

Salamduajari senang sekali bisa turut berpartisipasi dalam memenuhi panggilan Anies Baswedan untuk Program Kelas Inspirasi. Memangnya apa sih Program Kelas Inspirasi itu? Ya, Program Kelas Inspirasi adalah program panggilan kepada kaum profesional untuk secara serentak mengambil cuti 1 hari pada 20 Februari 2013, yaitu hari ini, di Jakarta, Bandung, Jogjakarya, Pekanbaru, Solo, dan Surabaya. Di hari itu, para profesional akan memberikan inspirasi kepada anak-anak SD di kota-kota tersebut seputar profesi mereka dan mengapa mereka memilih profesi itu, dalam rangka menumbuhkan mimpi dan menanamkan semangat kejujuran, kerja keras, dan kemandirian pada anak-anak Indonesia, para calon pemimpin bangsa.

Adapun program ini dikemas 100% bersifat sukarela di mana profesional yang turut berpartisipasi tidak dibayar sama sekali, malah mengeluarkan biaya. Seperti saya paling tidak keluar biaya untuk transportasi ke Jakarta – Bandung – Jakarta, dan tentunya biaya penginapan juga. Tapi entah mengapa, kok gapapa ya? Kok malah seneng ya bisa ikut berpartisipasi ke dalam program ini? Melalui program ini memang Pak Anies  “memanggil” rasa cinta terhadap tanah air kepada generasi pembaharu bangsa. Ada 7 sikap yang harus dimiliki oleh para relawan program ini, yaitu: sukarela, bebas kepentingan, tanpa biaya, siap belajar, turun tangan langsung, siap silaturahmi, dan terakhir, tulus. Kata terakhir ini yang paling mengena di saya. Setelah berinteraksi dengan teman-teman relawan lain yang hebat-hebat dan berasal dari berbagai profesi, dari akademisi sampai pencipta lagu, didapati bahwa kami semua hadir disini karena satu alasan yang sama: cinta tanah air. Kami semua peduli dengan arah nasib bangsa, kami semua rela meluangkan waktu, uang, tenaga, dan pikiran untuk menumbuhkan cita-cita dan menanamkan semangat untuk para calon pemimpin bangsa di masa depan. Semua serius memikirkan struktur dan metode pengajarannya, walau semua sadar betul mereka tidak akan dibayar sepeser pun. Saya bahagia sekali, karena dari pengalaman ini saya disadarkan kembali, bahwa cinta itu bukan suatu konsep yang naif, cinta itu nyata, cinta itu sumber dari segala sumber kekuatan dalam menghasilkan suatu karya nyata.

Ibu Nining Soesilo pernah menyampaikan suatu kisah nasihat kepada saya. Kira-kira seperti ini: “gunung-gunung tinggi dapat diratakan oleh traktor-traktor besar yang terbuat dari besi dan baja; besi dan baja itu bisa dimuaikan oleh api; api itu bisa dipadamkan oleh air; dan air itu dapat diporakporandakan oleh angin. Sesuatu yang wujudnya tak terlihat itu, justru adalah zat yang paling kuat. Itulah metafora sederhana untuk menggambarkan Tuhan. Ia tak dapat terlihat tapi keberadaannya sungguh sangat terasa.” Saya pikir, begitu pula dengan inspirasi, di mana inspirasi berada? Seperti apa rupanya? Tak ada yang tahu. Yang kita tahu, ketika inspirasi datang, proses berkarya kita menjadi lebih lancar. Tuhan memang bekerja dengan cara yang misterius. Cara Beliau memberikan petunjuk pun dengan cara yang seringkali tak berwujud nyata, namun saya yakin, salah satu cara Beliau adalah melalui inspirasi itu. Tak terlihat, namun terasa sekali keberadaan dan manfaatnya. Sama seperti Dirinya, ya? Tak terlihat, namun sangat terasa jelas keberadaannya.

Saya sudah menulis cukup panjang rasanya. Berikut saya lampirkan saja email Bapak Anies Baswedan untuk saya (namanya saya ganti dengan salamduajari saja, saya merasa salamduajari juga dipanggil oleh Pak Anies soalnya haha xD ). Email beliau ini, saya yakin adalah email template, namun saya tetap senang mengetahui beliau menyempatkan menulis untuk kami semua. Bagian yang paling saya suka adalah ketika beliau mengajak kami untuk menanamkan semangat kepada anak-anak, sehingga suatu saat nanti mereka mampu melampaui mimpi mereka. Terima kasih Pak Anies atas inisiasi dan panggilannya, dari pengalaman ini kami menjadi semakin percaya diri bahwa ternyata masih banyak yang peduli. Kami juga diyakinkan kembali bahwa berkorban itu memiliki sisi seru tersendiri, karena dengan sedikit berkorban membuat kita merasa telah melakukan sesuatu yang berarti, yang kemudian membuat kita merasa berarti. Hidup cuma sekali, mengapa tidak menjadikannya berarti?

Akhir kata, salam inspirasi dan mari hiasi hari dengan berbagi 🙂  (DM)

From: Anies Baswedan <-dihapus gapapa ya@indonesiamengajar.org>
Date: Tue, 19 Feb 2013 17:21:57 +0700
To: <dihapus gapapa ya->
Subject: Selamat Bertugas, Selamat Menginspirasi

Yth. salamduajari

di tempat

Saya menulis surat ini untuk menegaskan apresiasi kita semua atas kesediaan Anda menjadi sumber inspirasi besok.

Saat briefing beberapa waktu yang lalu, kita bertemu dengan begitu banyak teman baru. Besok, saat Anda mendatangi sekolah, boleh jadi Anda merasa belum kenal dekat teman-teman yang bertugas bersama di sekolah itu. Tapi saya yakin bahwa sesungguhnya kita semua sudah sangat saling kenal. Anda dan teman-teman semua yang hadir di SD itu adalah anak-anak negeri yang di hatinya mengakar rasa cinta yg luar biasa kepada Indonesia kita.

Anda menyatakan siap ambil cuti, mau jadi guru sehari. Anda siap untuk repot-repot karena cintanya kepada bangsa ini.
Profesi bisa lain, sektor boleh beda tapi cinta kita kepada bangsa ini sama-sama dalam, tulus dan sepenuh hati. Itulah kesamaan identitas kita semua. Itulah kesamaan para pengajar Kelas Inspirasi ini. Cinta bangsa itulah yang membawa Anda pilih turun tangan, ikut mewarnai masa depan.

Besok Anda akan mengajar. Anda bersiap menyongsong anak-anak SD itu dan mereka pun menanti kedatangan Anda.
Datangi mereka dengan hati dan sepenuh hati. Peragakan cara Anda meraih keberhasilan, tunjukkan bahwa integritas, kompetensi, kerja keras, ketangguhan dan kemandirian adalah resep yang powerful. Izinkan mereka terpana, ajak mereka bermimpi, lepaskan imajinasi itu melangit, biarkan mata mereka berbinar melihat Anda dan mendengar cerita Anda.

Ya, secara fisik Anda cuma beberapa jam di sekolah itu, tetapi inspirasi yang Anda tanamkan bisa hidup amat lama, bisa tumbuh amat kuat. Anda datang dengan hati, dan merekapun akan menerima Anda dengan hati. Kehadiran dengan hati itu sungguh dahsyat efeknya. Anda bisa menginspirasi mereka, yang efeknya amat panjang. Biarkan cerita Anda, wajah Anda, ketulusan Anda dan semangat Anda jadi bagian dari narasi mimpi mereka.

Semoga, suatu saat kelak, mereka jadi seseorang dan bercerita bahwa inspirasinya tumbuh saat Anda, kakak sebangsanya, datang ke sekolahnya. Biarkan mereka menyimpan cerita Anda sebagai bagian dari semangat memenangkan masa depannya.
Anak-anak memang perlu dirangsang untuk menerbangkan mimpinya amat tinggi, lalu lewat kerja keras yang cerdas dan doa yang tulus mereka diajak untuk -bukan cuma meraih mimpi- tapi diajak untuk melampaui mimpinya. Ya, ajaklah mereka untuk melampaui mimpinya…

Anda -dan para guru di SD itu- akan bisa berkata kepada diri sendiri bahwa Anda bukan bagian dari yang menggerogoti bangsa apalagi merusak tatanan masa depan. Anda dan semua guru SD itu adalah bagian dari yang ikut menanamkan bibit masa depan yang lebih baik. Sekecil apapun bibit yang Anda rasa telah ditanamkan, ia bisa tumbuh amat besar dan melampaui dugaan kita.
Selamat bertugas, selamat menanamkan bibit semangat, selamat menumbuhkan mimpi. Pada anak-anak SD itu ada pantulan wajah masa depan Indonesia kita. Besok Anda akan jadi saksi awal dan jadi pewarna atas potret masa depan negeri kita. Di depan ruang kelas itu, setiap menit, setiap gerak dan setiap tutur Anda adalah pewarna masa depan itu. Warnailah masa depan itu dengan kecemerlangan.

Sekali lagi, selamat menginspirasi dan semoga suatu saat kita bisa berjumpa.

Salam hangat,

Anies Baswedan

Advertisements
Categories: Koridor Inspirasi | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: