Monthly Archives: December 2012

Sebenarnya apakah tujuan hidup kita?

dalai lama
Setelah kami ulik-ulik lagi di internet, ternyata kutipan di potongan komik ini merupakan hoax (informasi tidak valid yang banyak beredar di internet) dan sebenarnya tidak pernah diucapkan oleh sang Dalai Lama sendiri, tapi karena pesannya bagus, kami tetap post komik ini.

Di perjalanan kehidupan kita sering terbawa arus sehingga lupa dengan tujuan awal. Sebenarnya kita bekerja untuk uang atau untuk mendukung kehidupan? Uang itu tujuan atau sekedar alat untuk mencapai tujuan kehidupan? Sebenarnya kita belajar untuk mengumpulkan nilai tinggi atau menuntut ilmu? Selamat menikmati komik ini, salam damai selalu, salam dua jari!

Komik diatas diambil dari zenpencils.

Advertisements
Categories: Dari Mana Saja | Leave a comment

Tahun 2015 Indonesia Punya Asuransi Cuaca untuk Petani. Semoga!

Salamduajari, Depok – Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dengan kesejahteraan petani, salamduajari senang buka-buka laman internet mengenai asuransi cuaca. Mengapa? Dari zaman Indonesia baru merdeka sampai sekarang, salah satu masalah utama petani masih sama, yaitu masalah cuaca seperti tingkat curah hujan yang berlebih dan atau kemarau yang terlalu panjang sehingga membuat tanaman tidak dapat berkembang normal, dan gagal panen pun terjadi. Ketika hal tersebut terjadi, petani tidak memiliki mekanisme perlindungan, biasanya mereka harus menjual sapi atau kambing mereka, ada juga yang harus meminjam uang ke sanak saudara atau bahkan lintah darat untuk sekedar membeli kebutuhan pokok untuk bertahan hidup, ada pula yang sampai harus mengurangi pola konsumsinya, yang tadinya makan ikan kakap jadi hanya makan ikan gabus kecil-kecil yang bisa ditangkap dari parit atau sungai kecil dekat rumah mereka.

Bicara soal asuransi memang tidak sederhana. Karena masyarakat Indonesia pada umumnya masih memiliki pemahaman yang salah mengenai asuransi. Asuransi dipandang sebagai mekanisme yang bertentangan dengan kehendak Tuhan lah, asuransi sebagai produk tak nyata lah karena uang dipandang hilang percuma jika tidak terjadi kerugian atau kematian sama sekali di periode asuransi tersebut, dan beberapa cara pandang negatif lainnya. Cara pandang ini tidak hanya terjadi di kalangan menengah ke bawah, bahkan di kalangan menengah atas pun belum bisa memahami konsep asuransi yang benar, yaitu sebagai suatu mekanisme berbagi resiko atau gotong royong dalam menghadapi resiko atau kemungkinan terjadinya suatu bentuk kerugian atau kematian.

Kenapa gotong royong? Karena jika 5 orang berkumpul mengumpulkan uang untuk disimpan dan hanya bisa digunakan manakala salah satu dari anggota perkumpulan menghadapi kerugian atau kematian, tentu masih cukup besar kemungkinan kelima orang tersebut mengalami kerugian – seperti jatuh sakit, kecelakaan, dan lain-lain –  secara bersamaan. Sehingga mekanisme berbagi resiko antar mereka sendiri akan sulit untuk efektif. Namun jika yang berbagi resiko atau bergotong royong sebanyak 500 orang atau lebih, maka akan lebih besar kemungkinan efektifnya karena semakin banyak yang berkumpul berbagi resiko semakin kecil kemungkinan terjadi kerugian atau kematian di saat yang bersamaan. Akhirnya uang yang terkumpul dapat dikelola sedemikian rupa sehingga dapat membantu setiap orang yang tergabung dalam program berbagi resiko (asuransi) tersebut, jika setiap orang tersebut mengalami kerugian atau kematian. Namun memang, ketika begitu banyak orang yang terlibat di dalam perkumpulan berbagi resiko tersebut, tentu akan lebih  sulit untuk mengelola sendiri dana yang terkumpul. Baik dari pengumpulan dana dari para anggota, verifikasi kebenaran terjadinya peristiwa kerugian atau kematian agar dana bantuan tidak disalurkan kepada orang yang salah, pengelolaan sisa dana tak terpakai untuk tujuan investasi yang produktif, sampai penyaluran dana bantuan tersebut. Untuk itulah sebenarnya perusahaan-perusahaan asuransi muncul dan mendapatkan pendapatan dari jasa pengelolaan yang dilakukan, karena memang jasa yang diberikan memerlukan keahlian dan ketelitian tersendiri. Continue reading

Categories: Berita Baik | 1 Comment

Terkadang Penggunaan Kata Serapan itu Kejam

Di suatu hari itu gw bersama temen-temen pergi jalan, untuk makan malam bersama. Diperjalanan gw melihat toko Holland Bakery dan membayangkan betapa gw bersyukur bahwa ada ada produk-produk bakery (khususnya yang terkait dengan produk makanan berbasis gandum yah) di dunia ini.
Produk-produk itu bener-bener mewarnai hidup gw. Makasih ya dunia sudah membiarkan metode pengolahan makanan dengan di-oven yang enak-enak iituuuu.. Bibir gw senyum-senyum sendiri sampai temen gw nyeletuk.

Temen:
Duh, kayanya kita harus stop dulu deh. Gw tiba2 pengen “bakery” nih.

Gw:
(heran karena semua orang di mobil, kecuali gw, ngerti bahwa yg dimaksud si temen itu adalah boker, ee’, atau bahasa bakunya Buang Air Besar). Iiiih, orang indonesia jahat banget sih menggunakan kata bakery untuk menggantikan B-A-B!

Temen:
ahahaaaayy (tertawa geli)

Temen yg satunya lagi yang berjenis kelamin pria:
Bukan itu aja lagi, gw n temen-temen kalo mau pipis juga suka bilang “pepsi”.

Temen:
AHAHAAAAYY (tertawa makin geli)

Gw:
(Hanya terdiam mencoba mencerna canda dan berusaha menerima kenyataan bahwa gw merupakan bagian dari peradaban yang ga terlalu menghormati roti dan berbagai produk makanan bakery yang gw cintai)

*Oh yaa, fyi, gw adalah seorang tokoh yang nyata hadir di dunia tapi akan selalu terselubung dibalik gelar “gw”. Intinya, gw cuma mau bilang, ini kisah nyata! Tapi karena cukup memalukan dan ga penting, jadi loe loe semua ga perlu tahu persis gw syapa. Thanks salamduajari dah upload cerita ga penting gw yaaa.. 😀

Categories: Random Conversation | Leave a comment

Penemuan Uang Rp 100 Juta: Kejujuran yang Semakin Langka Itu Masih Ada

rupiahOleh Ambrosius Harto Manumoyoso

Temuan 10 bundel uang kertas pecahan Rp 100.000 yang bernilai total Rp 100 juta tidak mampu menggoda Agus Chaerudin (35) untuk silap dan mengambil apa yang bukan menjadi haknya. Uang sebanyak itu langsung dia kembalikan tanpa sedikit pun dikorupsi.

Agus bukanlah pegawai tingkat atas. Ia pegawai rendah Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kalimalang, Plaza Duta Permai, Jakasampurna, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Namun, ia memberikan keteladanan yang luar biasa di tengah maraknya korupsi yang dilakukan pejabat negara.

Karena dianggap bertindak terpuji, Agus pun dianugerahi piagam penghargaan dari BSM Cabang Bekasi saat acara kumpul bersama di area wisata di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, pada 2012. Selain sertifikat, Agus juga dihadiahi uang Rp 1,75 juta dari pimpinan BSM se-Bekasi Raya.
Tindakan Agus juga mendapat apresiasi dari BSM Pusat. Dalam Gathering Ke-13 BSM di Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Minggu (16/12), Agus dianugerahi piagam penghargaan.
Continue reading

Categories: Berita Baik | Leave a comment

Kereta Khusus Perempuan yang “Lebay”

Kereta-Khusus-Wanita-

Saya bukan pemakai rutin kereta commuter line, tapi termasuk yang cukup sering menggunakan moda transportasi tersebut, khususnya ketika jalur jalan raya Depok-Jakarta-Depok sedang dalam jam-jam macet. Walaupun ramai, kereta commuter tetap efektif dalam menghemat waktu perjalanan (namun tetap perlu digaris bawahi soal masalah ketidaktepatan jadual yang masih cukup sering terjadi sehingga waktu perjalanan memang lebih hemat, tapi waktu menunggu keretanya? Belum tentu lebih hemat).

Pada sabtu kemarin (15/12) saya memilih untuk menggunakan moda kereta commuter Tn. Abang, untuk menuju stasiun Karet (karena tujuan akhir saya adalah daerah Permata Hijau). Siang itu memang terjadi masalah, jadual sedang tidak dapat dideteksi. Jadi daripada tidak jelas saya menunggu sampai kapan, saya putuskan naik kereta apa saja yang penting menyelamatkan saya dari kemacetan di Lenteng Agung. Yang mengejutkan adalah, kereta Commuter yang akhirnya muncul adalah yang ke Kota dan merupakan Kereta Khusus Wanita. Saya baru tahu ternyata ada Kereta Khusus Wanita, jadi bukan hanya gerbong khusus saja, tapi seluruh keretanya khusus wanita!

Saya sendiri adalah seorang wanita tapi mengapa saya merasa terganggu dengan kebijakan penyediaan kereta khusus wanita tersebut. Mengapa?
1. Masyarakat menggunakan kereta dengan berbagai tujuan, ada yang memang ada keperluan pribadi sehingga berangkat solo seperti saya, ada juga yang bepergian untuk keperluan keluarga sehingga berangkat bersama-sama dengan suami, anak, atau anggota keluarga lainnya yang berjenis kelamin pria. Mengapa kalangan ini, yang mungkin tiba lebih dulu di stasiun kereta, jadi harus menunggu lebih lama dibanding kalangan yang mungkin baru datang tapi memang merupakan sekelompok wanita?

2. Pada hari itu jadual kereta sedang tidak jelas, jadi saya merasa ada ketidakadilan yang terjadi pada mereka-mereka yang menunggu bersama teman atau keluarga pria. Mereka harus menunggu kereta berikutnya yang tidak jelas kapan datangnya hanya karena mereka bersama laki-laki. Bukankah ini menjadi bentuk lain diskriminasi? Pada siang itu ada sepasang suami istri, dan 2 keluarga yang saya lihat sendiri dilarang masuk karena membawa anak laki-laki yang berusia lebih dari 5 tahun. “Tapi ini kan anak, mba”, rayu calon penumpang pada satpam wanita yang bertugas waktu itu. “Ga bisa bu, kecuali untuk anak-anak berusia 5 tahun ke bawah”. Walau setelah peristiwa itu saya dengar pengumuman di kereta bahwa yang diperbolehkan masuk adalah anak laki-laki berusia 3 tahun ke bawah. Entah yang mana yang benar.

3. Sebagai pendukung kampanye persamaan gender, saya merasa ada yang kebablasan dan salah arah disini. Yang diharapkan adalah persamaan hak atau ketersediaan akses bagi perempuan, bukan pengistimewaan bagi perempuan dengan pemberian hak atau akses berlebihan yang ujung-ujungnya melahirkan bentuk diskriminasi atau pembatasan hak bagi kaum laki-laki. Hal ini menjadi semacam usaha mewujudkan keadilan dengan menciptakan ketidakadilan baru. Hal inii kemudian juga berarti tujuan mewujudkan keadilan yang dicita-citakan menjadi tergagalkan dengan sendirinya. Saya sangat penasaran dengan latar belakang penerapan Kereta Khusus Wanita ini, karena berdasarkan logika sederhana, keputusan tersebut benar-benar tidak masuk akal.

Pendek kata, saya wanita, saya pendukung kampanye persamaan hak atau akses untuk wanita (gender equality), dan saya berpandangan bahwa penyediaan fasilitas Kereta Khusus Wanita tidak sejalan dengan visi persamaan gender tersebut, atau dengan bahasa kekinian adalah: “lebay”. Mengapa bukan gerbong khusus wanitanya saja yang ditambah? Dengan demikian, bukankah kalangan yang berangkat dengan kerabat atau keluarga tidak lagi harus menunggu lebih lama hanya karena mereka bersama laki-laki?

Ayolah, seorang wanita ga akan pernah bisa jadi seorang ibu tanpa laki-laki, dan laki-laki ga akan pernah bisa jadi bapak tanpa wanita. Wanita dan laki-laki adalah partner setara yang saling melengkapi. Jika perempuan harus terlalu diistimewakan dengan menghilangkan sebagian hak laki-laki, tentu ada yang salah sedang terjadi disini. (DM)

Categories: Koridor Opini | Leave a comment

15 menit bersama Bonita: “mana ada yang kebetulan!”

IMG-20121213-01691

Konon kata orang setiap insan manusia itu memiliki raga, rasa, akal, dan jiwa. Oleh karena itu, makan cukup saja tak cukup untuk membuat orang bahagia, atau merasa “utuh”. Uang dan belanja juga tak cukup, kekuasaan juga. Bisa membaca buku-buku termasyur bahkan bertemu penulisnya sekalipun belum tentu dapat membuat orang merasa bahagia, utuh, atau lengkap. Itu yang saya rasakan pada malam itu (13/12). Saya bersyukur punya cukup uang, cukup makan, cukup sering membaca, dan punya cukup orang yang mencintai dan saya cintai. Tapi mengapa masih saja ada rasa yang aneh? Masih saja terasa ada yang bolong? Well, itulah tema curhat saya kepada sahabat malam itu. Saya memendam rasa kangen yang besar, kangen untuk bergaul dengan musik lagi, lagu-lagu yang tercipta juga sudah beberapa. Tapi gimana mengekspresikannya? “Gw kan sekarang ga punya temen, Yu, buat garap musik gw??”, keluh saya kepada sahabat di sebuah kafe di Citos, Jakarta Selatan.

Anyway, God works in such mysterious ways. Setidaknya malam itu saya merasakannya. Dalam perjalanan saya dan Ayu menuju lobi Citos (mau pulang), saya bertemu dengan Mba Bonita, mas Adoy, dan Mas Barata, yang tak lain dan tak bukan adalah personil Bonita and the HusBAND! God, rasanya lamaaaaaa sekali terakhir ketemu mereka! Senangnya! Mungkin waktu itu pertengahan 2011, jadi sekitar 1.5 tahun lalu terakhir ketemu, itu pun tidak ada kesempatan ngobrol! Berhubung dulu saya pernah sedikit bantu-bantu Mba Bonita di album “laju”, terjadilah sesi ngobrol singkat padat seputar apa kabar kehidupan. Kurang lebih 15 meniit bersama Mba Bonita and the Hus Band.

Kesempatan pun tak disia-siakan dan perasaan kangen bermusik (versi replay krena beberapa menit sebelumnya baru sja diomongin dengan Ayu, sahabat saya) pun terluap; keinginan agar Bonita and the Hus Band mau mendengar lagu-lagu saya pun terungkapkan. Mas Adoy pun langsung memberikan alamat emailnya, lalu saya kembali ke Mba Bonita. “Gw baru aja curhat kalo gw kangen musik, eh langsung ketemu Mba! Pertemuan ini apa pertanda gw memang harus balik kali ya mba?”, curhat saya. “Iyalah! Mana ada yang kebetulan!” sambut spontan Mba Bonita.

Entah kenapa, celetuk singkat Mba Bonita itu semacam gunting pita peresmian resolusi untuk tahun 2013 bagi saya. “Hhmm, probably this is the time”, bisik hati saya. Well, seorang teman tak lama sebelumnya pernah bertanya tentang resolusi tahun baru saya. Waktu itu saya jawab belum tahu, mungkin nulis buku? Tapi intinya saya belum tahu. So gurl, I think I have the answer now. It’s good news to meet inspiring friend figure! It’s good news to finally know what we really want to do!

Hello helloooo 2013, berhubung tahun 2012 ga jadi kiamat, selamat datang wahai 2013 dan taburi dunia kami dengan lebih banyak berita baik yaaaaaa 🙂 oh ya, terima kasih 2012!

Categories: Berita Baik | 1 Comment

Dissecting Dali

Dali

Dalam masyarakat yang dicekoki begitu banyak iklan dan informasi baru, bagaimanakah cara sebuah creative entity dapat menarik perhatian pejalan kaki pada umumnya? Tentu saja dengan menyeret tiga pelukis ikonik dalam sejarah seni modern, menggeletakan mereka diatas meja bedah, dan membelah dada mereka sehingga ‘organ tubuh’nya terlihat!

dissect

Sebuah kampus seni di São Paulo, Brazil menggunakan gambar Salvador Dali, Pablo Picasso, dan Vincent van Gogh yang dibedah layaknya seekor tikus dalam pelajaran anatomi  di kelas biologi. Hanya saja organ tubuh mereka dilukis dalam gaya lukis mereka masing-masing. Jantung Dali yang membara dilukis dalam gaya surealis dengan warna cerah dan detil rumit yang dapat kita temukan dalam lukisan-lukisannya. Garis tegas dan berani yang membentuk hati Picasso begitu kaya akan emosi yang menghiasi karyanya. Lambung dan usus besar van Gogh dari kejauhan terlihat seperti bagian dari lukisan Starry Night namun dari dekat sebenarnya tampak agak grotesque.

Iklan tersebut seolah mengajak siapapun yang melihat untuk ikut ‘membedah’ seperti apa batin dari ketiga jenius tersebut dan mencari tahu apa yang membedakan mereka dari seniman serta individu lainnya. Walaupun memang jawaban aslinya tidak mungkin seeksplisit dalam iklan tersebut, what a deliciously tongue-in-cheek way to prove a point!

Categories: Dibalik Karya Seni | Leave a comment

Indonesia Menangkan Penghargaan BlackBerry JamHack Asia 2012

appsDeveloper-developer dari kawasan Asia Pasifik telah berkumpul di Bangkok, Thailand dalam rangka memamerkan apps karya mereka untuk penghargaan BlackBerry JamHack Asia 2012.

Dari keseluruhan 10 tim yang berpartisipasi dalam lomba tersebut, tim Inspira dari Indonesia berhasil meraih juara pertama dengan Australia dan Vietnam sebagai juara harapan satu dan dua. Negara-negara yang ikut antara lain China, Thailand, Indonesia, Australia, Singapura, Vietnam, Malaysia, Filipina, serta India yang mengirimkan dua tim.

Masing-masing tim diberi waktu 6 menit untuk menjelaskan kepada hadirin cara kerja app mereka, serta siapa target pasar dan bagaimana app tersebut dapat mendatangkan revenue. Setelah itu ada sesi tanya jawab dengan panel juri dimana tim tersebut akan diajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang belum dijelaskan dalam presentasi.

Tim Inspira dari Indonesia meraih penghargaan BlackBerry JamHack Asia 2012 dengan app mereka yang dinamai Soccer Ticker yang merupakan aplikasi interaktif untuk melacak pertandingan sepak bola. Pengguna app tersebut dapat mengatur jadwal pertandingan yang mereka inginkan serta berinteraksi dengan user lainnya yang juga mencari pertandingan yang sama. Selain itu, app tersebut memberi update real-time seperti pemberian kartu kuning, penalt, serta penggantian pemain yang terjadi selama pertandingan.

Diterjemahkan dari artikel The President Post.

Categories: Berita Baik | Leave a comment

HIV/AIDS: Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya

koranMengingat potongan koran ini saya teringat dengan ucapan salah seorang cendikia muslim di Amerika Serikat yang mengatakan bahwa inti dari ajaran Islam adalah membenci perbuatan dosa, bukan pendosanya. “Hate the sin, not the sinner,” begitu katanya. Begitu pula dengan konteks HIV/AIDS, yang perlu dijauhi adalah penyakitnya, bukan orangnya.

Sekedar mengingatkan, HIV/AIDS tidak menular melalui udara ataupun persentuhan kulit, melainkan melalui darah ataupun cairan semen (mani), jadi mengapa terlalu paranoid dengan penderita HIV/AIDS atau yang biasa disebut dengan ODHA (orang dengan HIV/AIDS)? Mereka sudah cukup menderita dengan virus atau penyakit tersebut, belum lagi umumnya mereka dikucilkan oleh sanak saudara mereka sendiri, mengapa kita perlu menambahkan penderitaan mereka?

Dunia kita sudah cukup banyak penderitaan, sudah cukup banyak pula bentuk-bentuk ketidakadilan atau diskriminasi yang meresahkan. Apa perlunya kita tambahkan lagi? Dunia kita perlu lebih banyak persaudaraan, dunia kita rindukan senyum-senyum perdamaian yang menentramkan. Mengapa tidak kita berikan itu saja bagi dunia kita? Salah satunya adalah dengan memberikan jabat tangan persaudaraan dan senyum perdamaian bagi saudara-saudara kita yang terkena HIV/AIDS dan tengah berjuang menceriakan dan mengoptimalkan pemanfaatan sisa hidup mereka. Ya, jauhi penyakitnya, bukan orangnya. Selamat hari HIV/AIDS sedunia. Salam damai dari salamduajari 🙂

Categories: Dunia Kita | Leave a comment

Blog at WordPress.com.