Month: October 2012

Indonesia Dikunjungi 7.6 Juta Pengunjung Asing

Diperkirakan bahwa Indonesia akan dikunjungi lebih dari 8 juta pengunjung asing pada tahun 2012. Dengan ini telah ditargetkan 9 juta pengunjung asing untuk tahun berikutnya.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwanda memberi tahu Bisnis.com bahwa pemerintah mengantisipasi jumlah kedatangan 8 juta pengunjung asing selama tahun 2012. Yakin akan tercapainya target 8 juta pengunjung pada 2012, dengan angka kunjungan pada titik pertengahan tahun yang sudah sejumlah 7.6 juta, Nirwana menyatakan bahwa target jumlah pengunjung asing untuk tahun 2013 ditetapkan pada 9 juta pengunjung.

Bandingkan dengan Malaysia, yang dinamai negara paling dikunjungi ke-9 sedunia oleh United Nations World Tourism Organisation, yang dikunjungi sejumlah 9,438,592 pengunjung asing selama periode Januari-Mei 2012. 73.4% dari jumlah pengunjung tersebut berasal dari negara-negara ASEAN. Thailand, yang pendapatan nasionalnya begitu disokong oleh kegiatan pariwisata, mencapai angka pengunjung asing sejumlah 8,871,930 pengunjung dan telah ditargetkan angka pengunjung sepanjang tahun sejumlah 20.5 juta pengunjung.

Tulisan diatas diterjemahkan dari Good News from Indonesia.

Data pariwisata Malaysia dan Thailand diambil dari sini, dan sini.

Niluh Djelantik: Cita-cita, Cinta, dan Sepatu

Bersantai di rumah pada malam sabtu memang nikmat, khususnya karena ada salah satu acara  TV favorit yang sering memberi saya informasi dan inspirasi baru. Untuk malam ini, sosok inspiratif yang diperkenalkan adalah Niluh Djelantik, seorang wanita wirausaha yang dari aura wajahnya, terasa sekali bahwa beliau ini merupakan pribadi yang bekerja dengan cinta. Tak heran produk yang dihasilkan pun (baca: sepatu wanita), dicintai.
Sebagai seorang anak yang hampir selalu dibelikan sepatu baru dengan dua ukuran lebih besar, cita-cita Niluh kecil adalah sangat sederhana. “bu, suatu saat nanti aku ingin membeli sepatu baru dengan ukuran yang pas”, ucapnya kepada ibunya. Hal itu pun tercapai ketika ia sudah mulai bekerja. Sepatu pertama yang berukuran pas dan dibeli sendiri pada tahun 1995 itu berbanderol harga Rp 15,000. Pas ukurannya, tapi masih  kurang nyaman dipakai katanya. Sejalan dengan peningkatan karirnya sebagai pemasar profesional dan sering safari ke luar negeri untuk menjalankan tugas, Niluh menjadi semakin mampu memanjakan kakinya, agar tampil penuh gaya dan tetap, nyaman. Sepatu pun, menjadi salah satu bagian utama dalam hidupnya. Continue reading “Niluh Djelantik: Cita-cita, Cinta, dan Sepatu”

Pangeran Minyak yang Lebih Suka Jadi Raja Pembangkit Listrik Tenaga Air: Norwegia

Visioner. Itulah sebutan yang paling tepat bagi Norwegia. Negara Skandinavia yang terletak di Eropa Utara ini dikenal sebagai negara yang sangat kaya akan minyak namun hampir seluruh daya listrik di negara itu di produksi dari tenaga air atau hydroelectric power.

Norwegia menargetkan dekarbonisasi total pada tahun 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, Norwegia bertekad mengurangi karbon sebesar 30% sejak tahun 1990 hingga 2020. Norwegia juga terlibat dalam pendanaan sepihak proyek-proyek pengurangan deforestasi di negara-negara berkembang serta investasi dalam riset-riset terkait.

Saat ini sudah 99% listrik di Norwegia berasal dari pembangkit listrik tenaga air. Perkembangan pembangkit listrik tenaga air di Norwegia tidak terlepas dari perusahaan energi bernama Statkraft yang merupakan produsen energi listrik tenaga air terbesar di Eropa. Perusahaan milik pemerintah Norwegia yang sudah memiliki cabang di 10 negara ini memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun di bidang hydroelectric power.

Listrik Statkraft diproduksi dari 233 unit pembangkit listrik – 141 unit pembangkit di Norwegia, 59 di Swedia, 11 di Jerman, empat di Finlandia, tiga di Inggris dan 15 unit lainnya di luar Eropa. Statkraft juga terlibat dalam proyek-proyek hydropower di kawasan Nordik dan Eropa Tenggara. Saat ini, mereka sedang mengembangkan kapasitas produksi baru di beberapa negara di Amerika Selatan dan Asia melalui perusahaan SD Power, dimana Statkraft memiliki 60% sahamnya.

Continue reading “Pangeran Minyak yang Lebih Suka Jadi Raja Pembangkit Listrik Tenaga Air: Norwegia”

Obrolan di Tukang Sayur

Ceritanya Mbak Sum lagi milih2 tomat, trus Mbak Sam dateng mo beli sayur juga.
Mbak Sam: ”Wah, tomat nya seger2 ya mbak Sum. ”

Mbak Sum: ”Iya neh, Sam. Makanya aku naksir. Eh, km kenapa Sam? Muka mu kok kuyu… ga kayak tomat ini?”

Mbak Sam: ”Itu lho Sum, aku ga ngerti, kenapa si ibu menteri mau ninggalin kementerian buat jadi pegawai bank.”

Mbak Sum:”Lho, kenapa Sam? Itu Bank Dunia lho.”

Mbak Sam:” Iyo, nama nya bank kan sama aja, kerjaannya kan ngurusin orang simpen duit dan minjem duit, kayak Mas Adit yang ngekos di tempatku itu kerjanya di bank di Margonda.”

Mbak Sum: ”Oh, gini lho Sam, Bank Dunia itu lebih dari cuman nyimpen dan minjemin duit. Iya dia nyimpen duit dari negara2 kaya dan minjemin ke negara2 miskin. Tapi tujuannya itu untuk memberantas kemiskinan, Sam.”

Mbak Sam: “Ah, masak gitu?”

Mbak Sum:” Iya, jadi, Bank Dunia ini ngasih pinjaman yang bunga nya rendah, ato ga pake bunga sama sekali, atau kasih bantuan ke negara2 miskin untuk bangun sekolah2, posyandu, jalan, jembatan, kasih obat buat penyakit2 yang banyak terjadi di negara miskin, memajukan pertanian, lingkungan dan membantu bagaimana negara-negara itu mengatur sumber daya alam yang mereka miliki.”

Mbak Sam: “ Wah, bagus donk kalau begitu?”

Mbak Sum:” Iya, jadi nanti nya bu Menkeu ga cuman ngurusin Indonesia aja, tp juga negara2 lain di Latin Amerika dan Caribia, Timur Tengah dan Afrika Utara, dan Asia Timur dan Pasifik.Hebat, kan?”

Mbak Sam:” Oh gitu toh, kok kamu tau gini-gini an?”

Mbak Sum:” Aku kemaren di jelasin sama Mbak Reni yang ngekos di tempat ku. Katanya, kalau pengen tahu lebih jauh, buka aja websitenya.”

Mbak Sam:” Website itu apa???”

Mbak Sum:” Waduhhh aku ga nanyain.. Nanti kalau Mbak Reni pulang aku tanya.. Sekarang masak dulu yok. Ntar anakku dah keburu pulang nih”

Lebaran Haji, Pak Menteri, dan Doktrinasi

Tulisan ini sebenarnya sudah lama, tepatnya dari 27 November 2009,  tapi saya upload lagi karena sebentar lagi Hari Raya Kurban.

Tidak ada yang istimewa dengan hari ini. Rutinitas berjalan seperti biasa. Bangun pagi, sarapan pisang, bersih-bersih, jalan kaki ke kampus, lalu duduk di ruang belajar untuk membaca dan meringkas bersiap untuk menghadapi ujian. Hari ini sungguh normal, walau hati kecil sangat menyadari betapa istimewanya hari ini jika diri berada di tanah air. Gema takbir akan menguasai langit semalam, langkah-langkah kaki menuju masjid akan menjadi pemandangan pagi ini, dan kemesraan bersama keluarga dan tetangga akan menjadi nuansa indah hari ini. Hari ini adalah 10 Dzulhijjah 1430H, selamat Hari Raya Idul Adha untuk sahabat dan saudaraku semua 🙂

Di tengah kenormalan kegiatan dan keistimewaan makna hari, terdapat rasa ingin tahu yang lebih tinggi dari biasanya. Bagaimana aktivitas orang-orang di tanah air hari ini? Pejabat-pejabat dan artis-artis hari ini solat di mana? Siapa tau ada foto sapi-sapi kurban sumbangan pejabat atau selebriti? Biasalah, gelitik rasa ingin tahu rakyat biasa. Akhir cerita, gatal jemari pun berujung pada beberapa situs media ternama tanah air. Lantas diri ini pun mengetahui, oh, ternyata Pak SBY menyumbang sapi seberat 1.35 ton, oh ternyata salah satu sapi dari pejabat tinggi Polri berpenyakit, tak kalah, organisasi artis Parfi pun menyiapkan 4 sapi dan 8 kambing untuk dikurbankan hari ini. Semua berita tersebut menarik bibir dan meniupkan rasa senang di hati. Sampai terbaca satu berita tentang isi ceramah seorang menteri di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar (judul artikel: Menkominfo: Bencana Berhubungan dengan Kerusakan Moral). Nah, artikel yang satu ini, mengganggu hati.

Inti dari ceramah Pak Menteri adalah bahwa banyaknya bencana di Indonesia berhubungan dengan degradasi moral yang merupakan bukti bahwa manusia sudah ingkar akan perintah Allah SWT. Selain itu, manusia sekarang hanya takut kepada manusia lainnya, ketimbang kepada Sang Pencipta. Pak menteri lantas mengungkap fakta soal kemaksiatan yang kian menjadi-jadi di Indonesia, seperti status Indonesia sebagai negara terkorup rangking satu se-Asia, dan peringkat tiga se-dunia, lalu fakta bahwa warga negara Indonesia sendiri sudah memproduksi sebanyak 500 jenis VCD porno. Pak Menteri juga menyinggung soal mafia peradilan. Lalu Pak Menteri menutup ceramahnya dengan doa yang indah, yaitu memohon agar negeri kita dijauhkan dari bencana dan dijadikan negeri yang damai dan tenteram (amiiiiiiin). Continue reading “Lebaran Haji, Pak Menteri, dan Doktrinasi”

Don’t Copy if You Can’t Paste

Mario Teguh berkata dalam sebuah seminarnya, “Tahun-tahun terbaik dalam hidupku kuhabiskan bersama seorang wanita, yang bukanlah istriku.”

Hadirin terkejut dan terpaku.
Ia kemudian menambahkan, “Ia adalah ibuku.” Tawa hadirin segera pecah dalam gemuruh tepuk tangan.

Ari yang baru saja ikut dalam acara tsb, kemudian mencoba hal ini di rumah untuk bercanda dgn istrinya.
Setelah makan malam, ia berkata dengan lantang kepada istrinya yang ada di dapur, “Aku menghabiskan tahun-tahun terbaik hidupku bersama seorang wanita yang bukan istriku…”

Ia berhenti sejenak memejamkan matanya, berusaha mengingat-ingat kalimat terakhir Mario Teguh…
(Ari lupa berat)

Ketika akhirnya bisa membuka mata, ari mendapati dirinya berbaring di UGD sebuah rumah sakit dan baru mendapatkan perawatan akibat dihajar wajan oleh istrinya.

 

Gema Suara Angklung dari Daratan Kontinental

Semuanya tahu bahwa angklung adalah alat musik tradisional yang terbuat dari jenis bambu yang hanya ditemukan di Indonesia. Namun tidak banyak orang yang tahu bahwa angklung ternyata juga populer di kalangan negara-negara Eropa. Hal ini dikarenakan upaya Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung (KPA 3)

KPA 3 adalah kelompok musik angklung yang anggotanya merupakan siswa-siswi SMAN 3 Bandung. Kelompok ini telah melakukan banyak terobosan di dunia perangklungan, salah satunya adalah acara Expand the Sound of Angklung (ESA). ESA adalah suatu acara dimana KPA 3 mengikuti berbagai festival musik di Eropa. Sejak dimulai pada tahun 2002, telah diselenggarakan 4 ESA. Berikut adalah penghargaan yang telah KPA 3 peroleh serta festival musik internasional yang telah mereka ikuti:

  • ESA 2002, kunjungan kultural ke beberapa negara Eropa (16 Juli-9 Agustus 2002) dimana mereka mengikuti acara internasional seperti:
  • ESA 2004
    • 29th International Folklfestival in Gannat, France.
    • 19th International Folklfestival in Moerbeke-Waas, Belgium.
    • ESA 2002  juga mengadakan dua konser, di Heidelberg serta Kiel, Jerman.
    • Aberdeen International Youth Festival (AIYF) di Aberdeen, Skotlandia. 36th International Festival of Mountain Folklore di Zakopane, Polandia. KPA 3 menjadi partisipan pertama yang berasal dari Indonesia dimana mereka juga menerima 3 penghargaan:
  1. 2004 – 1st place in musician category of 36th International Festival of Mountain Folklore, Zakopane, Republic of Poland
  2. 2004 – 2nd place in singer category of 36th International Festival of Mountain Folklore, Zakopane, Republic of Poland
  3.  2004 – Audience prize of 36th International Festival of Mountain Folklore, Zakopane, Republic of Poland
  • 50. Mezinárodni Folklorni Festival, ?erven? Kostelec, Czech Republic. Di Festival ini KPA 3 meraih hadiah pertama 50. Mezinárodni Folklorni Festival, ?erven? Kostelec, Czech Republic. ESA 2004 juga mengadakan empat konser di Bremen & Muenchen (Jerman), Paris (Prancis), serta Brussels (Belgia).
  • ESA 2008 kunjungan kultural ke beberapa negara Eropa (15 Juli-9 Agustus 2008) dimana mereka mengikuti acara internasional seperti:
    • 2008 International of Petras, Greece § 2008 Norbanus Festival di Norma, Itali.
    • 2008 Festival of Rassegna di Castigleone del Lago, Itali.
    • 2008 International Society of Music Education International Conference di Bologna, Itali.
  • ESA 2010 kunjungan kultural ke beberapa negara Eropa (29 Juni-29 Juli 2010) dimana mereka mengikuti 4 festival:
    • International Festival Folkart Maribor (29 Juni-3 Juli 2010 )
    • Summa Cum Laude International Youth Music Festival Vienna ( 3-5 Juli 2010). KPA 3 mendapatkan penghargaan khusus dan diberi kesempatan untuk bermain pada gala.
    • International Folk Festival (Festival Internacional de Folklore) of Ciudad Real (13-20 Juli 2010)
    • International Folk Festival (Festival Folklorico Internacional) of Extremadura, Badajoz (21-29 Juli 2010) Continue reading “Gema Suara Angklung dari Daratan Kontinental”