Aku ingin Pantai ini Senantiasa Perawan

Sepanjang dengan bertambahnya usia, tentunya semakin banyak forum-forum diskusi yang telah saya lalui, baik yang formal maupun tidak normal.  Salah satunya adalah mengenai status manusia sebagai bagian dari golongan binatang. Saya termasuk yang tidak setuju, sementara ada beberapa teman yang ngotot bahwa “human is animal!”. Well, dalam klasifikasi makhluk hidup di ilmu biologi memang manusia termasuk dalam golongan animalia, tapi manusia adalah hewan yang berpikir. Nah, menurut saya, karakteristik manusia yang bisa berpikir kompleks itulah yang membuat kita, dalam tatanan kehidupan yang lebih luas, tidak bisa disamakan dengan hewan. Namun demikian, ketika saya ke Karimun Jawa dan berdiskusi dengan seorang teman berkebangsaan Italia yang tergolong cukup apatis terhadap manusia (padahal dirinya sendiri manusia), pikiran saya sedikit bergeser. Dia mengatakan, “the most evil animal is human. Non-human animal do stupid things because they are stupid. Human do stupid things because they know they can get a lot of profit by doing that stupid thing, and let others enjoy the negative consequences”. Pada saat itu kami sedang mengamati keindahan Pantai Tanjung Gelam Karimun Jawa yang sayangnya, kaya akan sampah. Ulah kucing kah tumpukan sampah itu? Ulah anjing? Ulah nyamuk? Kekecewaan dalam diri saya waktu itu membuat perkataan tersebut bertahan cukup lama di benak saya. Ya, mungkin benar, manusia adalah anggota kelompok hewan yang paling jahat. Karena kita tahu membuang sampah sembarangan itu tidak baik, tapi kita tetap melakukannya.

Tapi tetap, saya tidak ingin jiwa saya dipenuhi oleh rasa apatis. Saya yakin jiwa manusia membutuhkan rasa kecewa, namun hanya sampai dosis tertentu saja. Kalau terlalu banyak, rasa kecewa itu bisa bertransformasi menjadi sikap apatis. Jika sudah apatis, maka cenderungnya manusia malas untuk beraksi memperbaiki kondisi, karena mereka berpikir, “ah, beraksi pun hasilnya akan sama saja, ga akan ada yang berubah”. Apatis dapat berujung pada pembiaran, dan sikap itu menurut Einstein, adalah sikap yang membuat dunia menjadi tempat yang mengkhawatirkan. Ya, saya kecewa dengan pilihan sikap kebanyakan manusia. Dan ya, saya khawatir akan semakin banyak pulau-pulau indah di Indonesia yang begitu indah dan bersih, harus menjadi kotor karena didatangi oleh manusia. Salah satunya yang saya khawatirkan adalah nasib Pantai Selong Belanak ke depan. Pantai ini sungguh indah, sungguh bersih, karena tergolong masih perawan.

Menurut Backpacker Indonesia, Tempatnya sekitar 20 km dari Bandara Internasional Lombok (BIL). Tak ada transportasi menuju ke pantai ini kecuali tukang ojek. Dari BIL, dapat dicari tukang ojek atau agen travel yang bisa mengantarkan ke sana. Untuk tukang ojek harganya sekitar Rp 20,000. Di sekitar pantai pun ada perkampungan warga, jadi untuk pulang tidak terlalu sulit pula menemukan ojek untuk mengantar. Kota terdekat adalah Kota Praya, Lombok Tengah. Kita disarankan untuk menyewa sepeda motor seharian, hanya Rp 75,000, supaya bisa lebih bebas. Sarana transportasi menuju ke sana memang belum mendukung, karena memang pantai ini tergolong belum terjamah. Restoran dan hotel juga belum ada yang dibangun di seputaran pantai. Jadi kalau mau menginap, bisa di rumah warga dengan harga yang bergantung dengan kepandaian negosiasi kita masing-masing. Konon di pantai tersebut juga merupakan tempat yang asik untuk memancing.

Begitulah sekilas info mengenai Pantai Selong Belanak. Mudah-mudahan jika pantai ini semakin banyak diketahui manusia, manusia-manusia yang menghampiri nanti pun adalah jenis manusia yang tahu sopan santun, yang tahu akan kesucian kehormatan pantai perawan tersebut sehingga tidak rela mengotorinya. Saya ingin, saya berharap, pantai ini, maupun pantai-pantai indah Indonesia yang belum terjamah lainnya, senantiasa perawan, seperti bunda maria yang selalu terjaga kesuciannya tanpa ia perlu menutup diri dari bertemu dan berdialog dengan banyak orang. Mudah-mudahan.

 

Pantai Selong Belanak, Lombok – Indonesia. Status: belum terjamah oleh banyak manusia

Pantai Tanjung Gelam, Karimun Jawa – Indonesia. Status: sudah terjamah oleh semakin banyak manusia

Advertisements
Categories: Berita Baik | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: