Mungkin bersedih itu perlu: Selamat Jalan Ogie

Beberapa hari lalu seorang mahasiswa memberi tahu saya soal kisah seorang mahasiswa UI jurusan arsitektur angkatan 2011 dalam melawan kankernya, yang bernama panggilan Ogie. “Ibu tolong bantu sebarkan info ini ya, Bu”, imbuhnya melalu twitter sembari juga ia menyertakan link ke sebuah blog yang secara lengkap menjelaskan kisah perjuangan Ogie. Saya kenal cukup dekat dengan mahasiswa itu, sehingga saya sempatkan membaca link yang ia kirimkan. Disitulah awal cerita saya mengetahui sosok bernama Ogie, yang sejak SMU harus berjuang melawan kanker tulang ganas. Satu serangan selesai, muncul serangan baru. Seperti tiada hentinya. Saya saja yang hanya membaca kisahnya melalui blog itu merasa lelah. Ya Tuhan, mengapa tak kunjung Kau ringankan beban untuknya, bisik saya di dalam hati.

Tapi syukurnya, walau merasa sedikit sesak, saya berhasil menyelesaikan kisah perjuangan Ogie pada link blog tersebut. Ada dua hal yang membuat saya salut dari kisah perjuangan Ogie:
1. Semangat hidup dan sikap positif Ogie dalam menghadapi penyakit ganasnya, sungguh luar biasa
2. Rasa kesetiakawanan sahabatnya yang begitu indah. Sampai-sampai mereka melakukan aksi untuk mengumpulkan dana untuk pengobatan Ogie dengan menuliskan runutan kisah perjuangannya dengan cukup komprehensif.

Kisah perjuangan Ogie dan sahabatnya membuat saya teringat kembali dengan kisah dalam lagu Blackbird (karangan Paul McCartney) yang menginspirasi saya, yaitu kisah tentang burung-burung hitam bersayap patah yang tiada henti rindukan terbang. Orang-orang yang konon katanya rasional atau berpikiran waras kemungkinan besar melihat harapan itu tidak masuk akal. “Sudah tahu kondisi sayap patah, masih saja berangan-angan untuk bisa terbang?? Mimpi kali yeeee?”, mungkin itu kebanyakan respon yang akan didapat. Begitu pula dengan kisah Ogie, kemungkinan besar orang-orang “logis” tidak akan berpikir untuk ikut ujian masuk UI ditengah kondisi kesehatan yang masih rentan; atau mungkin sudah akan patah harapan sejak dokter di Cina menyebutkan potensi keberhasilan teknik pengobatan yang ia tawarkan untuk Ogie hanya 50:50, sehingga berpikir bahwa hal yang paling logis untuk dilakukan adalah menyiapkan mental untuk menghadapi kematian saja.

Namun tidak demikian ceritanya pada Ogie. Seperti blackbird yang selalu belajar terbang, ditengah ketidaktahuannya tentang apakah suatu saat dia akan benar-benar bisa terbang, Ogie bersama keluarga dan sahabatnya terus berjuang ditengah ketidaktahuan mereka akan peluang didapatkannya kesembuhan. Seperti blackbird yang harus mengakhiri masa hidupnya dalam kondisi masih belajar dan memperjuangkan dirinya untuk bisa terbang, Ogie juga harus pergi dalam kondisi masih berjuang melawan kanker yang ganas. Seperti blackbird pula, Ogie berjuang sampai nafas terakhir bukan untuk mendapatkan kesembuhan, melainkan semata-mata karena Ia ingin berjuang. Kalau pun harus kalah, tentu ia akan kalah dengan puas. Ya, puas, karena ia tahu ia telah kerahkan segalanya, karena ia tahu bahwa perasaan menang tidak perlu selalu berasal dari kemenangan, tapi dapat juga berasal dari keberanian untuk terus berjuang sekuat tenaga walau tahu akan berhadapan dengan kekalahan.

Blackbird singing in the dead of night, take this broken wings and learn to fly.. All your life. You were only waiting for this moment to arise. Blackbird fly, blackbird fly, into the light of a dark black night. Sulitnya mendapatkan kesembuhan mungkin sesulit menemukan secercah cahaya ditengah gelap malam yang hitam. Namun Ogie tetap saja berjuang. Seperti blackbird, kisah Ogie adalah adalah kisah setulus-tulusnya perjuangan, yaitu suatu proses perjuangan yang fokus untuk melakukan yang terbaik, bukan untuk mendapatkan yang terbaik. Sungguh langka, sungguh hebat. Blackbird fly, blackbird fly, into the light of a dark black night.

Huff,, singkat cerita, setelah membaca kisah Ogie hati saya tergerak sehingga saya turut membantu menyebarkan informasi tentang perjuangan Ogie dan kebutuhannya atas dukungan moral dan material. Saya juga berhubungan dengan temannya via sms untuk mengikuti perkembangannya. Saya tidak kenal dengan Ogie, tapi entah mengapa, energinya terasa dekat. Sehingga ketika sore tadi temannya mengabarkan saya bahwa Ogie baru saja meninggal pada Sabtu, 20 Oktober, pukul 14.15 WIB, saya turut merasa sedih dan kehilangan.

Dalam firmannya Tuhan pernah berkata, di Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 154-157: “(154) Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (155) Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (156) yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “innaalillaa hi wa innaa ilaihi raajiuun” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali). (157) Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Selamat jalan Ogie, melihat keberanian dan kesabaran kamu, mudah-mudahan kabar gembiralah yang dibisikkan oleh Malaikat pencabut nyawa kepadamu. Bagi kita yang ditinggalkan, memang sulit untuk tidak merasakan kesedihan. Namun mungkin untuk saat ini, perasaan itulah yang kita butuhkan. Agar kita lebih bisa menghargai hari-hari kita yang masih tersisa, dan dapat kita nikmati dan isi dengan hal-hal yang berarti. Agar kita bisa melatih diri kita untuk bersabar dalam menghadapi kehilangan. Agar seperti Ogie, semoga kita juga nanti menjadi bagian dari mereka yang mendapat kabar gembira. Innaalillaahi wa innailaihi raajiuun. Selamat jalan Ogie, semoga damai dan sukses bersamamu di perjalanan kehidupan yang baru.

Terima kasih untuk inspirasi yang telah kamu berikan untuk kami.

Untuk kisah lengkap perjuangan Ogie melawan kanker dapat dilihat disini.

Advertisements
Categories: Koridor Inspirasi | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Mungkin bersedih itu perlu: Selamat Jalan Ogie

  1. Dinda

    Saya sebagai Kaka mengucapkan terimakasih untuk tulisan tentang ogie!

    • Terima kasih kembali karena telah memberi inspirasi bagi kami semua.. hanya melalui tulisan ini kami dapat mengekspresikan rasa terima kasih kami ini. Senang sekali jika berarti bagi sahabat dan keluarga Ogie, walau sedikit :’) terima kasih sudah turut membaca yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: