Pangeran Minyak yang Lebih Suka Jadi Raja Pembangkit Listrik Tenaga Air: Norwegia

Visioner. Itulah sebutan yang paling tepat bagi Norwegia. Negara Skandinavia yang terletak di Eropa Utara ini dikenal sebagai negara yang sangat kaya akan minyak namun hampir seluruh daya listrik di negara itu di produksi dari tenaga air atau hydroelectric power.

Norwegia menargetkan dekarbonisasi total pada tahun 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, Norwegia bertekad mengurangi karbon sebesar 30% sejak tahun 1990 hingga 2020. Norwegia juga terlibat dalam pendanaan sepihak proyek-proyek pengurangan deforestasi di negara-negara berkembang serta investasi dalam riset-riset terkait.

Saat ini sudah 99% listrik di Norwegia berasal dari pembangkit listrik tenaga air. Perkembangan pembangkit listrik tenaga air di Norwegia tidak terlepas dari perusahaan energi bernama Statkraft yang merupakan produsen energi listrik tenaga air terbesar di Eropa. Perusahaan milik pemerintah Norwegia yang sudah memiliki cabang di 10 negara ini memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun di bidang hydroelectric power.

Listrik Statkraft diproduksi dari 233 unit pembangkit listrik – 141 unit pembangkit di Norwegia, 59 di Swedia, 11 di Jerman, empat di Finlandia, tiga di Inggris dan 15 unit lainnya di luar Eropa. Statkraft juga terlibat dalam proyek-proyek hydropower di kawasan Nordik dan Eropa Tenggara. Saat ini, mereka sedang mengembangkan kapasitas produksi baru di beberapa negara di Amerika Selatan dan Asia melalui perusahaan SD Power, dimana Statkraft memiliki 60% sahamnya.

Dibandingkan dengan sumber energi listrik lainnya, energi dari pembangkit listrik tenaga air diakui jauh lebih alami dan tidak menghasilkan polusi. Tentunya hal ini dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi dampak global warming.

Selain itu, skema hydroelectric power biasanya bertempat di daerah-daerah terpencil. Implikasinya, pembangunan jalan dan energi listrik yang murah di area-area tersebut dapat  merangsang perindustrian baru.

Upaya Norwegia dalam memaksimalkan hydroelectric power patut diikuti oleh negara-negara lain demi kelangsungan energi berkelanjutan. Biaya pendirian pembangkit listrik tenaga air memang tidak murah, namun ia dapat memproduksi listrik yang murah dan berbagai keuntungan lainnya.

Norwegia, negara produsen minyak terbesar ketujuh di dunia, dengan produksi 2.8juta barel per hari memilih hydroelectric power. Bagaimana dengan Indonesia? J

Daftar sumber: disini, disini, dan disini.

Advertisements
Categories: Dunia Kita | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: