Salah Satu Alasan Mengapa Bangsa Kita Sulit Maju

Membaca artikel ini sungguh membuat saya merasa miris, saya pikir kebanyakan teman-teman generasi muda juga merasakan hal yang sama *saya masih merasa bagian dari generasi muda, loh xD*. Kalau masih berpikir positif, hal ini mungkin terjadi karena tidak ada pemberitahuan terlebih dulu kepada pihak Kementerian Keuangan, sehingga tidak ada surat sakti yang dipegang tim untuk melindungi diri mereka dari tetek bengek bea cukai yang tidak pro-inovasi. Negatifnya, “itu mobil sudah sangat jelas digunakan untuk mengharumkan nama negara kenapa ga bisa diurus sih kemudahannyaaaa?? jelas-jelas keberangkatan SAPU ANGIN ke Sepang sudah pake acara turut diantar sama Menteri Pendidikan segalaaaa. Cape deeeeehhh…”

Perilaku petugas bea cukai seperti itu jelas memicu prasangka. Bisa jadi petugasnya benar-benar petugas yang takut melanggar peraturan bea masuk (skenario positif); namun bisa jadi juga petugasnya tidak kreatif dalam menghadapi situasi yang sebenarnya bisa ditangani sebagai special case (skenario netral); bisa jadi pula memang petugasnya TIDAK MEMILIKI KEMAUAN untuk mendukung kepulangan mobil SAPU ANGIN yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional (skenario negatif); BISA JADI PULA, petugasnya SENGAJA mengkondisikan tim ke dalam KONDISI TIDAK NYAMAN, agar keluar inisiatif dari tim ITS untuk MENYOGOK mereka dalam rangka membuat segala urusan berlangsung lancar (SKENARIO PREJUDIS-CUIS).

Menurut Anda skenario mana yang kemungkinan besar, benar? Ini dia artikelnya.

 

Selasa, 11 Oktober 2011 | 11:50 AM

Sapu Angin 4 ITS, pemenang pertama kategori UrbanConcept dan Alternative Diesel Award pada Shell Eco-Marathon di Sirkuit Sepang, Juli 2011.

Sapu Angin si Pengharum Nama Bangsa

JAKARTA, KOMPAS.com – “Sapu Angin 4”, mobil eksperimen dari tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, yang Juli lalu telah mengharumkan nama bangsa dan negara di ajang “Shell Eco Marathon” (SEM) Asia di sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, nasibnya sungguh menyedihkan. Seharusnya, kedatangannya ke Tanah Air disambut bagaikan pahlawan, namun sampai kini ia masih ditahan pihak kantor Bea Cukai Jakarta.

Alasan penahanan karena Sapu Angin 4 digolongkan sebagai barang komersial. “Aneh sekali, mobil untuk lomba mahasiswa dianggap barang komersial,” ujar Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Triyogi Yuwono di Jakarta, kemarin (10/10).

Dalam siaran persnya, Triyogi mengatakan semestinya mobil untuk keperluan lomba yang membawa nama negara, apalagi yang sifatnya mobil untuk penelitian, dibebaskan dari bea impor. Dia berharap, Bea Cukai turut berpartisipasi dalam menghargai hasil karya anak bangsa, yang berhasil mengibarkan Merah Putih di dunia Internasional.

Kasus penahanan seperti ini bukan yang pertama dialami tim Sapu Angin. Hal serupa pernah dialami tahun lalu ketika mereka berhasil menyabet juara pertama Asia dengan mobil Sapu Angin 2. Saat itu, pihak Bea Cukai meminta tebusan Rp40 juta. Padahal, tim telah mengeluarkan dana Rp100 juta untuk biaya kirim dan pulang mobil.

Ketua Tim Sapu Angin ITS, Eko Hardianto minta kerja sama yang baik dari pihak Bea Cukai untuk melepas Sapu Angin 4. Karena, mereka beberapa kali mendapat undangan pameran. Suatu kesempatan untuk menunjukkan karya anak bangsa.

“Jika Bea Cukai tak kunjung melepas, maka akan menyulitkan mahasiswa kami untuk melakukan persiapan menghadapi kejuaraan tahun depan,” ujar Triyogi. Setidaknya, Maret mendatang, mobil versi terbaru harus sudah siap. Versi terbaru tentu saja akan dibuat berdasarkan prototipe mobil yang kini masih ditahan Bea Cukai. Karena itu, Triyogi sangat berharap, Bea Cukai bisa membantu mempercepat keluarnya mobil Sapu Angin.
(Timur Arif Riyadi)

Ya Allah, tolong pelan-pelan bersihkanlah negeri kami dari berbagai jenis koruptor…. (DM, 2011)

Advertisements
Categories: Dari Forum Diskusi | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: