Pelopor Energi Listrik Tenaga Air Indonesia dianugerahi Ashden Awards 2012

Depok – salamduajari.com – Salut kepada Tri Mumpuni, seorang wanita tangguh yang telah mengharumkan nama Indonesia di dunia international. Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA)  ini telah berhasil meraih penghargaan dalam Ashden Awards 2012. Perhatian kepada daerah-daerah terpencil di Indonesia  telah mendorongnya untuk menciptakan sumber energi mikro hidro yang berbasis komunitas. IBEKA juga mendampingi komunitas masyarakat untuk mendirikan koperasi sebagai institusi pengelola penjualan listrik tenaga air tersebut kepada masyarakat. Sekitar 20% dari keuntungan koperasi tersebut kemudian dialokasikan untuk membantu kebutuhan komunitas di bidang pendidikan, kesehatan, dan simpan pinjam. Kegiatan IBEKA yang tergolong telah memberdayakan masyarakat setempat secara menyeluruh,  telah menarik minat internasional untuk mengembangkan teknologi energi ramah lingkungan berbasis komunitas tersebut di  beberapa negara lain. Berikut laporan lengkapnya yang dilansir dari pikiran-rakyat.com.

 

LONDON, (PRLM).- Direktur Eksekutif dan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan, (IBEKA) Tri Mumpuni mengaku semakin terpacu dalam menyediakan akses listrik tenaga air mikrohidro setelah menerima penghargaan dari Inggris pekan ini.

Tri Mumpuni merupakan salah satu pemenang Ashden Awards 2012 yang diberikan oleh Ashden, lembaga swadaya masyarakat Inggris yang terlibat dalam energi ramah lingkungan. Pangeran Charles menjadi salah seorang penaung Ashden Awards.

Selain Tri Mumpuni, terdapat dua finalis lain dari Asia Timur, Kamboja dan Filipina. Usai menerima penghargaan di London, Tri Mumpuni berkunjung ke kantor BBC di pusat kota London dan menuturkan senang memperoleh penghargaan atas upayanya menerangi desa-desa terpencil.

Menurut dia, ada hal yang lebih penting dibanding hadiah sebesar £20.000 atau sekitar Rp300 juta yang diterimanya.

“Saya itu bersyukur karena ini merupakan sebuah pengakuan secara internasional, jadi semakin meneguhkan hati kita dan juga teman-teman di lapangan bahwa yang mereka kerjakan itu benar,” tutur Tri Mumpuni sambil meneteskan air mata.

Sejauh ini pembangkit listrik tenaga air yang ramah lingkungan ini telah menerangi 61 desa di pelosok-pelosok Indonesia. Untuk langkah ke depan, Tri Mumpuni berencana mengembangkan program serupa di daerah-daerah terpencil di Maluku dan Papua dengan teknologi sederhana yang diterapkan selama ini.

“Kalau kita melihat ada sungai, ada beda ketinggian sungai itu, ada cukup air yang mengalir di sungai tersebut, kita kemudian mengajak rakyat untuk melihat dan merencanakan secara bersama-sama. Nanti setelah bisa dibuat bangunan sipil yang sederhana, dipasang turbin,” jelasnya.

Kunci utama keberhasilan program listrik ini, lanjutnya, adalah masyarakatnya sendiri. “Jadi kita baru mau membangun kalau rakyatnya sudah disiapkan, disiapkan secara sosial maupun secara teknik. Artinya apa? Ada pelatihan, sehingga rakyat harus mampu mengoperasikan, mampu mengelola dan juga mampu merawat,” kata Tri Mumpuni.

Program mikrohidro yang dikembangkan Tri Mumpuni telah menarik minat pemerintah Jepang yang meminta Tri Mumpuni mengembangkannya di sejumlah pulau terpencil di Filipina. Dia juga baru kembali dari Rwanda yang berminat mengaplikasikan teknologi mikrohidro.(bbc/A-147)***

Untuk video liputan kegiatan Tri Mumpuni oleh lembaga Ashden dapat dilihat di link ini.

 

Advertisements
Categories: Berita Baik | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: