Stevie Wonder: the 8th Wonder of the World

“Sungguh luar biasa, saya telah berkecimpung dalam bisnis ini selama 10 tahun, sekarang akan memasuki tahun ke-11, dan saya akan mengingat kembali dan melihat bahwa telah terjadi begitu banyak hal, begitu banyak perubahan, dan terkadang rasanya seolah saya sudah menjadi orang yang tua… Perubahan dalam musik, bagaimana era-era yang berbeda telah silih berganti, banyak orang yang saya kira akan sukses telah meninggal dunia.”

Stevie Wonder dalam majalah Rolling Stone pada tahun 1973 setelah ia sendiri mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya.

Sejak 62 tahun kelahirannya dan 50 tahun setelah dunia pertama kali diperkenalkan dengan talentanya, Stevie Wonder telah menjadi figur penting dan inspiratif, baik dalam industri musik pada khususnya, maupun dalam perkembangan dunia pada umumnya. Perlu digarisbawahi di sini bahwa ukuran usia dalam dunia hiburan dapat dianalogikan seperti usia anjing, di mana 1 tahun usia anjing itu kurang lebih setara dengan 7 tahun umur manusia. Artinya, bisa bertahan selama 1 tahun saja di industri hiburan, sudah cukup hebat. Apalagi yang berhasil bertahan selama 50 tahun seperti Stevie Wonder! Jika kita bertanya secara random kepada siapa saja mengenai Stevie Wonder, di daerah perkotaan khususnya, besar kemungkinan orang tersebut akan mengenalnya. I just called to say I love you, As, Knock me off my feet, Overjoyed, Lately, Isn’t she lovely, Pastime Paradise (yang bagian chorus-nya dipakaii oleh Coolio untuk lagunya yang berjudul Gangsta’s Paradise), dan Signed sealed delivered, I am Yours!,  adalah beberapa dari masih banyak lagi  karya-karya Stevie yang tak lekang oleh waktu. Ya, Stevie Wonder memang seorang legenda bernyawa alias living legend! 

Stevie Wonder lahir pada 13 Mei 1950 dengan nama Steveland Morris di Michigan, Amerika Serikat. Beliau anak ke-3 dari sebuah keluarga yang tidak begitu memiliki predisposisi musikal. Ketika keluarga mereka pindah ke Detroit pada awal tahun 50an ia gemar mendengar acara radio bernama Sundown, dari sanalah ia mulai mengenal musik blues dan jazz. Wonder pertama kali menyentuh tuts piano ketika berumur 8 tahunan dan pada saat itu juga ia menyadari panggilannya. Saat ia berumur 12 tahun, Wonder mengikuti audisi dengan label rekaman Motown dan demikianlah karir sang 12-year-old Genius bermula.

Akibat lahir prematur dan diberikan terlalu banyak oksigen oleh dokternya, Wonder kehilangan indera penglihatannya. Meski demikian ia menutupi ‘kekurangannya’ dengan membudidayakan kepekaan yang lebih terhadap lingkungannya dimana orang lain akan menyepelekan aspek tersebut. Musisi Ira Tucker yang pada tahun 1973 bekerja sebagai asisten Stevie Wonder menceritakan anekdot pada malajah Rolling Stone, “Saya ingat suatu kali ketika kami di Puerto Rico, matahari waktu itu terik sekali, dan Stevie mengatakan bahwa hari itu akan hujan. Ia bilang dapat mencium kelembaban di udara, dan kami semua menertawakannya. Tiga jam kemudian, turunlah hujan es!”

Pandangannya akan kehidupan secara keseluruhan serta kesuksesannya mungkin dapat diatribusikan pada bagaimana keluarga dan teman-temannya memperlakukan Wonder ketika ia tumbuh dewasa. Mereka tidak akan memberikannya perlakuan khusus hanya karena ia tidak dapat melihat. “[Ibu saya] tidak mengekang saya. Dia tidak pernah berkata “Jangan jalan kesana!” atau “Hati-hati, kamu akan jatuh!” Dia akan memberitahu saya untuk berhati-hati, tapi saya akan tetap melakukan apapun yang ingin saya lakukan. Hanya saja ia cukup cepat untuk menangkap saya ketika jatuh. Ia tahu bahwa saya harus belajar—dan semakin sering ia membiarkan saya untuk belajar, semakin mudah juga baginya untuk melepas saya. Ibu saya melihat bahwa saya memiliki yang disebut facial radar, jadi saya dapat mendengan suara benda-benda disekitar. Jika anda tutup mata dan menaruh kedua tangan anda didepan muka, kemudian menggerakkan tangan anda, suara udara yang terpantulkan dari tangan anda akan terdengar.”

Majalah Rolling Stone mengatakan, “yang tidak dapat ia gapai dengan melihat, ia raih dengan keluaran energinya melalui musik yang penuh cinta dan gairah yang menceritakan bagaimana Stevie Wonder begitu menghargai kebebasan serta bagaimana ia memanfaatkannya. Oleh karena itu, sudah pasti musiknya akan menggambarkan sifat pria dibaliknya.”

Kebanyakan orang yang telah mendengarkan lagu karya Stevie Wonder akan merasa tersentuh dengan cara yang berbeda-beda, begitu pula makna dan dampak hasil lagu tersebut akan beragam bagi tiap orang. Ketika ditanya seperti apakah peran lagu-lagu karyanya bagi dirinya sendiri, Stevie Wonder menjawab bahwa mereka selama ini telah menjadi pelajaran untuk dirinya. “Saya akan menulis sebuah lagu dan kemudian bertanya, ‘apakah itu berasal dari saya?’ lagu itu datang dari Tuhan melalui saya.”

Dalam proses menulis lagu ia akan memvisualisasikan melodi lagunya sebelum menulis lirik atau memainkan nadanya pada keyboard. “Sebelum saya memainkan kuncinya, saya dapat medengarnya. Sama seperti kita membayangkan sesuatu sebelum menggambarnya diatas kertas. Biasanya saya akan memiliki gambaran akan suatu baris dalam sebuah lagu, seperti dalam I’ll be loving you always. Dengan lagu tersebut, saya tahu emosi yang ingin saya nyanyikan. Hanya saja saya belum mengetahui seluruh lirik lagunya pada saat itu” jawab Stevie Wonder dalam wawancaranya dengan Oprah pada tahun 2004. “Melodi lagu menimbulkan  perasaan tersendiri bagi saya, dan dari perasaan itulah kemudian muncul pula lirik-liriknya .”

Kini Stevie Wonder yang telah dikelilingi oleh keluarga yang penuh cinta, yang kini telah menjadi seorang kakek yang telah melihat dan melalui berbagai macam perubahan dalam masyarakat setelah jubilee yang menakjubkan ini tetaplah menjadi sebuah household name. Tapi bagaimana caranya ia tetap dapat relevan dalam masa kini mengingat begitu banyaknya perubahan sosial dan era musik yang telah terjadi dalam 50 tahun terakhir, termasuk apa yang sering disebut kejatuhan MTV?

“Saya selalu memikirkan bagaimana saya dapat selalu mengembangkan musik saya. Ini bukan tentang menjual jutaan CD atau menghasilkan jutaan dollar. Tuhan telah member saya anugerah yang luar biasa—the gift of music—dan ini adalah anugerah yang serba lengkap. Saya dapat pergi kemana saja di dunia ini tanpa membawa apapun dan saya akan tetap bisa menemukan sebuah keyboard dan bermain musik. Apapun yang terjadi, tidak ada seorangpun yang dapat merampas hal itu dari saya. Walaupun saya adalah seorang budak atau Blind Tom, dan segala macam alat musik disita, saya akan tetap dapat membayangkan musik dan paduan nada dalam kepala saya. Walau ini begitu luar biasa, Tuhan juga telah memberi saya keinginan untuk berbuat lebih. Sekarang saya memainkan musik blues, dan saya ingin memainkan musik gospel. Saya pernah bertahan melewati gempa bumi dan kejadian tersebut membuat saya sadar bahwa saya harus selalu melakukan yang terbaik dalam hidup. Saya hanya ingin selalu melalukan yang lebih baik. Saya harus menyayangi dan berbagi seolah tiada hari esok.”

Baik itu pertunjukan tertutup bagi sahabatnya yang berulang-tahun ataupun kolaborasi lagu dengan band populer di kalangan pra-remaja, 62 tahun dan 22 penghargaan Grammy kemudian, Stevie Wonder berserta keyboardnya adalah ikon, legenda, dan selalu akan menjadi the 8th Wonder of the World. (AG)

Sumber: disini dan disini 

Advertisements
Categories: Dibalik Karya Seni | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Stevie Wonder: the 8th Wonder of the World

  1. benar sekali.. stevie wonder mmg keajaiban dunia yg ke 8. setiap bait dan melodi lagunya punya unsur emosi sendiri. saya sangat suka cara Stevie Wonder menyatukan lirik dalam suatu melodi yg sangat indah. krn kekuatan musiknya tidak hanya dilirik. tp juga melodi. setiap lagu ada kesan tersendiri. misal pada lagu Superwoman, di dalam satu lagu seperti ada 2 emosi yg tersimpan krn ada perubahan melodi yg sangat berbeda di tengah2 lagu. begitu jg lagu Golden Lady yg mnrt saya melodinya teramat indah. dan masih banyak lagu lainnya. saya suka cara Stevie memilih chord dalam lagu2nya. lagu2 Stevie adalah lagu2 tersulit untuk dipelajari chordnya karena sungguh unpredictable, unik dan indah. sungguh ajaib deh pokoknya.
    saya berharap Stevie panjang umur dan suatu hari nanti saya bisa menyaksikan permainan pianonya dan suara emasnya secara langsung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: