Balada ke Karimun Jawa: Let’s Get Lost! – Part-3

Jepara, salamduajari.com (26/08) – Hari sudah berganti dari Sabtu menjadi Minggu. Perasaan di pagi ini cukup bercampur baur karena Karimun Jawa sudah di depan mata. Akankah Karimun Jawa begitu luar biasa sehingga berhasil mengobati lelah perjuangan menuju kesana? Akankah Karimun Jawa mengecewakan? Semua pertanyaan-pertanyaan yang bersuara di kepala tersebut harus rela dibiarkan tidak terjawab, agar spirit jalan-jalannya tetap di ranah petualangan. Kalau tidak ingin merasakan sensasi berpetualang, ya sudah barang tentu kami semua memilih ikut paket tour yang disediakan banyak pihak. Jadi, kami semua setuju untuk tetap menjaga pertanyaan, membiarkan rasa ingin tahu dan penasaran tersebut terjawab dengan sendirinya ketika kami telah sampai di sana; juga membiarkan agar hampir tidak ada ekspektasi yang tertanam di kepala karena kami semua tidak tahu ingin berekspektasi seperti apa. Kami hanya tahu, kata orang Karimun Jawa bagus. Sebagus apa? Ada apa saja di sana? Tidak terlalu banyak riset sebelum ke sana, justru berangkat ke sana untuk cari tahu sendiri. Sementara teman-teman bule sendiri ingin ke Karimun Jawa karena belum banyak turis ke sana, tidak seperti Bali katanya. Mereka  ingin ke pantai yang dapat dinikmati “sendiri” karena tidak banyak orang berjemur atau berenang di sana. Secara khusus, satu orang dari mereka mengatakan bahwa Ia ingin melihat lobster dari dasar laut secara langsung, itu impian dia dari umur 7 tahun katanya. Akankah impiannya jadi nyata di Karimun Jawa? Will see.

Anyway, sarapan sudah dinikmati, tiket juga sudah di tangan, kami hanya tinggal menunggu di sekitar pelabuhan. Perlu kami beritahukan bahwa kondisi toilet di pelabuhan Kartini tergolong “begitulah”, jadi jika ingin menjaga kenyamanan diri sendiri di situasi yang belum tentu nyaman, jangan lupa bawa tisu ke mana-mana. Kapal dijadualkan berangkat sekitar pukul 11.30, tapi di pagi ini kami menjadi kelompok yang taat pada nasihat agen penjual tiket kemarin yang mengingatkan kami untuk sudah ada di sekitar pelabuhan pada sekitar jam 10.00. Kami pun menunggu dengan ceria sampai akhirnya tiba masa kami untuk memasuki Kapal. Bismillaah, semoga perjalanan lancar! Kira-kira seperti inilah kondisi Kapal Ekspres Bahari 9 yang kami gunakan saat itu.

Gambaran situasi ketika antri memasuki kapal, kondisi di dalam kapal, dan kondisi di bagian di atas kapal yang terbuka..

Secara umum kondisi Kapal Ekspres Bahari cukup nyaman, karena sudah ada pembagian kursi pada tiket, jadi tidak ada rebut-rebutan. Namun sayangnya aroma solar masuk ke dalam kapal, sehingga sepanjang jalan saya harus menutup hidung dan akhirnya tidak tahan sehingga memutuskan ke bagian atas kapal yang terbuka, sehingga kita bisa menikmati debur angin dan panorama laut luas. Seru juga, khususnya ditambah dengan rasa agak mual dari goyangan kapal yang terasa lebih kuat ketika kita berada di atas kapal tersebut. Sinar terang matahari, debur angin, pemandangan biru samudera luas, dan goyangan kapal yang antara meninabobokan dan memabukkan, haha, sempurna! Dua jam perjalanan menjadi tidak terlalu terasa dan voala, kami tiba di pelabuhan Karimun Jawa! Yeaah… haha, saya tidak menyangka hanya dengan sampai saja sudah membuat perasaan begitu senang.

Yeaaaahh.. Selamat datang di Karimun Jawa! Akhirnyaaaa… jernih air sudah terlihat jelas dari dermaga.. 😀


Jam menunjukkan sekitar pukul 14.00, kami semua merasa lapar. Karena tidak mengikuti paket travel apapun, kami harus berjalan kaki menyusuri jalan utama di Pulau Karimun Jawa. Berjalan kaki dengan menganggung back pack bersama teman-teman seru juga, tidak begitu terasa lelah. Sekitar 300 meter berjalan kaki, kami sudah menemukan rumah makan yang terlihat cukup bersih. Kami pun berhenti. Sayangnya rumah makan itu belum menyajikan semua menu makanannya karena baru kelar libur lebaran katanya. Tapi ada tempe orek dan telur asin, juga ada mie instan dan telur. Kami semua lapar, mengapa tidak? Kami semua makan dengan lahap, setelah itu rehat dan ngobrol-ngobrol sebentar, karena setelah ini kami harus berjalan kaki lagi mencari penginapan. Oh ya, rumah makan itu dimiliki oleh Pak Moko, beliau juga memiliki homestay 3 kamar,  namun agak jauh karena harus menyeberang dengan kapal kecil, sehingga kami berterima kasih tetapi harus menolak tawarannya. Namun, karena Pak Moko punya kenalan orang yang bisa menyewakan kapal dan alat snorkling, kami akhirnya juga memakai jasa tambahannya. Untuk aktifitas besok sudah aman, 1 kapal nelayan, 7 alat snorkling (3 cowo-cowo italia sudah bawa alat snorkling sendiri), dan snack, nasi, sambel, dan ikan segar untuk makan siang besok sudah bersedia disiapkan oleh Pak Moko untuk esok hari. Mantap!

Sebelum melanjutkan perjalanan mencari penginapan, kami menelpon beberapa penginapan yang sudah ada informasinya di internet. Semuanya penuh. Hanya tersisa 1-2 kamar, sementara kami membutuhkan sekitar 5 kamar. Akhirnya, kami pun harus kembali berjalan kaki mencari penginapan. Syukurnya, perjalanan terhitung lancar, karena pada pemberhentian ke-3, kami sudah mendapatkan penginapan dengan jumlah kamar yang cukup untuk kami semua. Namanya Pelangi Homestay, tempatnya masih baru, Pak Tajab adalah nama pemiliknya. Rumahnya tergolong bersih, yah namanya juga masih baru, dan Pak Tajab sepertinya baru juga di dunia homestay ini  karena tidak satu pun dari kami yang Ia mintai KTP atau bukti identitas apapun. Untuk kamar ber-AC dibanderol oleh Pak Tajab Rp 225,000/malam, sementara yang hanya ber-kipas angin dibanderol Rp 125,000/malam. Harga sudah termasuk sarapan pagi, kopi, teh, dan gula yang bisa kita konsumsi kapan saja. Oya, ada yang menarik, Karimun Jawa masih mengalami keterbatasan listrik. Sambungan listrik hanya tersedia di malam hari, karena Pak Tajab menggunakan genset pribadinya.  Jadi, tidak bisa charge handphone, laptop, atau menghidupkan AC di siang hari. Tidak apalah, toh kami juga tidak akan berada di penginapan di kala siang.

Makan siang? Sudah. Mendapatkan penginapan? Sudah. Terlentang di kasur untuk rehat sebentar? Sudah. Jam masih menunjukkan jam 16.00, jadi kami semua memutuskan untuk mulai mengeksplor Karimun Jawa! Kami berjalan ke arah pelabuhan untuk melihat Pantai Karimun Jawa (tidak tahu apakah nama ini benar atau tidak, kami berasumsi saja karena pantai itu tampak seperti pantai utama di Pulau Karimun Jawa ini, mengingat dapat diakses dengan berjalan kaki saja). Di pinggir pantai itu kami lihat ada dua penginapan Hotel yang sepertinya sepi pengunjung (*saya tidak enak menyebutkan nama hotelnya). Hotel yang satu malah sudah seperti tidak ada kehidupan lagi. Kalau dari yang kami lihat, pesisir Pantai Karimun Jawa tersebut sudah terbilang cukup kotor, saya saja tidak rela berenang di situ. Mungkin itu sebabnya kedua hotel tersebut tampak sepi pengunjung. Di tambah lagi, kedua hotel tersebut jauh dari pusat keramaian dan jajanan, walau sangat dekat dengan pelabuhan.

Di perjalanan pulang kami bertemu ibu-ibu yang tengah menyapu pekarangan di sekitar salah satu Hotel di situ. Ibu itu bilang memang tempat yang bagus di Karimun Jawa itu bukan di pantai ini, melainkan di pulau-pulau lain di dekat Karimun Jawa, atau pantai-pantai lain di bagian dalam Karimun Jawa. Informasi itu membuat kami semakin penasaran dengan boat trip besok. Setelah keliling pantai, kami segera kembali ke dermaga karena pemandangan di sana lebih indah, dan disana juga bisa melihat sunset. Sesampai di dermaga, beberapa teman kami tidak mampu menahan diri, batal berenang di pantai, mereka lompat saja dari tepi dermaga haha. Sepertinya tidak tahan sekali ingin berenang. Pemandangan dari dermaga Karimun  Jawa memang lebih indah, masih terlihat jernihnya air, dan tentunya, sunset. Aaah, sunset. Indah sekali!

Pemandangan di sepanjang perjalanan menuju Pantai, dan pemandangan di pantai Karimun Jawa yang agak mengecewakan. Banyak sampah, sedih… Kondisi dermaga lebih bersih, dan pemandangannya juga lebih bagus dari sana. Sehingga kami kembali ke sana untuk bersantai dan melihat sunset

Kami duduk-duduk santai di dermaga terhitung cukup lama, pokoknya sampai terang matahari sore digantikan oleh terang bulan. Salah satu kenikmatan ketika berada di lokasi tanpa lampu adalah, kita jadi menyadari bahwa terang bulan itu, cukup terang loh! Dan, indah juga, apalagi ketika ditemani bintang-bintang yang sudah tidak bisa lagi dilihat dari langit malam Jakarta yang sudah begitu diterangi oleh lampu-lampu kota dan diselimuti oleh asap-asap polusi. Malam ini rasanya seperti di planetarium! Saya sempat terlena melihat langit malam Karimun Jawa dan  baru tersadar ketika  teman kami memanggil dan mengatakan bahwa  saatnya bagi kami semua untuk beranjak dan mencari makan malam sudah tiba. Kami pun lantas meninggalkan dermaga dan berjalan menuju alun-alun kota. Banyak pedagang kaki lima penjual makanan di situ, kami pun menyantap makan malam. Menunya standar, yaitu gorengan dan opor ayam; untuk minuman, sedikit tidak standar, yaitu Air Kelapa Bakar. Enak loh, segar sekali karena diberi jahe juga.

Hari pertama di Karimun Jawa syukurnya tidak mengecewakan. Walau lagi-lagi saya merasa agak sedih melihat kondisi Pantai Karimun Jawa yang kotor, tapi sunset di dermaga cukup bermakna. Air Kelapa Bakar juga nikmat. Selain itu, setelah berjalan kaki di sekitar pusat keramaian Karimun Jawa yang tidak besar itu, kami menemukan bahwa letak penginapan kami itu cukup strategis, karena hanya sekitar 500-600 meter dari dermaga (pelabuhan), tapi hanya sekitar 400 juga dari alun-alun kota. Di dekat alun-alun kota itu terdapat dermaga lain, khusus kapal nelayan. Konon besok disitulah titik berangkat boat trip kami besok. Setelah bermusyawarah dengan The Terbengkalais (yang sudah tidak merasa terbengkalai lagi), besok kami akan ke Pulau Menjangan Kecil, Cemara Besar, Gosong, dan ke Pantai Ujung Gelam untuk melihat sunset. Perjalanan akan dimulai pukul 09.00 besok pagi. Aaah.. I am soo excited! Banyak sekali rasanya hal baik yang terjadi hari ini. Memang benar kata Al-Quran, setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Untuk melengkapi berita baik untuk hari ini, seperti biasa, kami ingin membagi beberapa nomor telepon yang dapat bermanfaat bagi kamu-kamu yang juga ingin berpetualang sendiri (tanpa mengikuti paket travel) ke Karimun Jawa. Salam semangat dan salam dua jari (baca: salam damai)!!

Eh, ini ada foto lucu nih dari rumah makannya Pak Moko 🙂

dilarang mandi di”cini” xD

PS:

Untuk nomor Pak Moko yang punya rumah makan dan dapat membantu kita dalam penyewaan kapal, alat snorkling, dan penyediaan ikan (dan makanan pendukungnya) jika ingin bakar-bakar ikan bersama-sama teman, adalah:

PPS:

Untuk nomor telepon agen penjual tiket Kapal Ekspres Bahari yang di Karimun Jawa (kalau Bapak Novera adalah yang di Pelabuhan Kartini Jepara) adalah 0291-592999 / 598488, atau HP 0821445 77777 (maaf kami lupa nanya nama petugas kantor agen penjualnya).

PPPS:

Untuk nomor telepon Pak Tajab pemilik Pelangi Homestay: 0813 2798 2922. Kami sudah ingatkan beliau sebaiknya tidak usah berganti-ganti nomor telepon, nanti bisa menyulitkan rezeki sendiri. Mudah-mudahan nomor beliau akan tetap di nomor ini yah.. maklum lah kadang-kadang orang suka menggonta-ganti nomor telepon jika ada paket pulsa yang lebih murah. Tapi sepertinya Pak Tajab sudah tergolong makmur di kampung sini, jadi mudah-mudahan tidak semudah itu pula mengganti nomor telepon. Begitu pula dengan Pak Moko, semoga 🙂

Advertisements
Categories: Berita Baik | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “Balada ke Karimun Jawa: Let’s Get Lost! – Part-3

  1. nice trip mas. gak ada yang ditutup-tutupi. Asli, saya pengen kesana banget. Untuk perjalanan di pula-pulau kecilnya kok ga ada? .makasih mas.

    • hihi, makasih mba.. tapi kami kami di salamduajari Insya Allah sampai detik ini masih mba-mba xD jadi bukan mas 😀 keep on reading our new post yaaaa..

  2. HAN

    nomer telp pak moko berapa ya gan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: