Month: September 2012

Transkrip Kuliah Umum “perpisahan” dari Ibu Sri Mulyani

Selasa, 18 Mei 2010.

Ini adalah transkrip kuliah umum “perpisahan” dari Ibu Sri Mulyani, beliau berbicara tentang Etika dalam Kebijakan Publik. Saya dapat dari milis economics FEUI, oleh Ari Perdana. pengen berbagi saja, karena Ibu Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh inspiratif buat saya, dan saya rasa, buat bangsa ini?

Continue reading “Transkrip Kuliah Umum “perpisahan” dari Ibu Sri Mulyani”

Advertisements

Uganda Dapat Mengutip Ajaran Indonesia

Foto oleh Smiley N. Pool, Houston Chronicle

Di awal tahun 2012, United Nations Population Fund mengumumkan bahwa angka kematian ibu di Uganda telah turun dari 435 angkat kematian dari setiap 100,000 kelahiran menjadi 310 dari tiap 100,000 kelahiran. Hal ini menunjukkan kemajuan yang telah dicapai Uganda dalam meminimalisir kematian yang terjadi saat wanita mengandung atau melahirkan.

Secara sekilas angka tersebut melegakan namun analisa yang lebih mendalam menunjukkan bahwa Uganda masih begitu jauh dari pemenuhan poin 5 dari Millenium Development Goal (MDG) yang mendorong negara-negara untuk mengurangi angka kematian ibu menjadi hingga setidaknya 151 kematian dari tiap 100,000 kelahiran. Bahkan menurut hasil dari Uganda Demographic Health Survey yang diadakan pada tahun 2011 angka kematian ibu naik menjadi 438 kematian dari setiap 100,000 kelahiran dari 435 kematian pada tahun 2006. Continue reading “Uganda Dapat Mengutip Ajaran Indonesia”

Kualitas Modal Manusia Indonesia: Pencari, bukan Pencipta Lapangan Kerja


Indonesia kini tengah dibayang-bayangi oleh fenomena jobless growth. Setidaknya potret perekonomian Indonesia pada 5 tahun terakhir ini menunjukkan hal tersebut. Pada 2007, perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 6,35%, sementara jumlah penduduk usia lebih dari 15 tahun yang bekerja tumbuh sekitar 4,7%. Pada 2011 ekonomi tumbuh sekitar 6,5%, namun jumlah penduduk yang bekerja hanya tumbuh sekitar 1,35%. Setelah menelisik lebih dalam mengenai fenomena tersebut, kini kita tahu bahwa sektor-sektor yang merupakan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia bukanlah mesin penciptaan lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi digerakkan oleh sektor Usaha Menengah Besar yang umumnya merupakan usaha formal, sementara lapangan kerja diciptakan oleh Usaha Mikro Kecil (UMK) yang, sayangnya, mayoritas masih merupakan usaha informal dan berorientasi self-employed, bukan generating employment. Artinya, status UMK sebagai mesin pencipta lapangan kerja lebih dikarenakan oleh faktor “pengali” atau jumlah unitnya yang luar biasa besar, sementara potensi penyerapan tenaga kerjanya sendiri sesungguhnya belum optimal.[1]

Kondisi di atas tentunya mengusik rasa ingin tahu mengenai kualitas sumber daya manusia kita, atau dalam bahasa ilmu ekonomi disebut “modal manusia” (human capital). Sebelum membahas lebih dalam mengenai potret kualitas modal manusia Indonesia, ada baiknya kita mengenal kerangka teoretis dari modal manusia dalam pembangunan ekonomi. Adapun dalam literatur ilmu ekonomi, konsep modal manusia merupakan pengembangan dalam konsep fungsi produksi yang pada awalnya hanya dijelaskan oleh dua faktor utama, yaitu Modal (Capital) dan Tenaga Kerja (Labor). Namun, sejalan dengan perkembangan pemikiran ekonomi terkait cakupan barang dan jasa, maka konsep capital pun turut mengalami perkembangan. Jones (1996) memaparkan bahwa suatu perekonomian menghasilkan 3 jenis barang dan jasa, yaitu barang konsumsi (consumption good atau “output”)[2]pengalaman dan keterampilan, yang dipandang sebagai bagian dari barang modal, yaitu varian barang modal manusia; dan ide, yang dipandang sebagai varian baru dalam rumpun barang modal, yaitu barang modal setengah jadi (intermediate capital goods). Continue reading “Kualitas Modal Manusia Indonesia: Pencari, bukan Pencipta Lapangan Kerja”

Dr. Danrivanto Budhijanto, Orang Asia Pertama yang Mendapatkan Gelar LL.M in IT Law

Dengan semakin canggihnya peradaban di planet tercinta ini, semakin banyak pula bidang ilmu baru yang bermunculan satu demi satu, seperti spora dari spesies fungi alien dalam film sci-fi yang merebak dengan laju yang pesat. Meskipun nama dari bidang ilmu baru ini terdengar asing bagaikan spora alien, dan bahkan ada bidang ilmu yang begitu spesifik hingga sulit mempercayai bahwa hal seperti itu saja bisa dipelajari, tidak banyak hal yang dapat melampaui indahnya ilmu pengetahuan yang kian berkembang. Salah satu kemajuan peradaban manusia yang bahkan untuk membayangkan bagaimana hidup tanpa penemuan ini saja begitu sulit dilakukan adalah internet dan cyberspace. Continue reading “Dr. Danrivanto Budhijanto, Orang Asia Pertama yang Mendapatkan Gelar LL.M in IT Law”

Putri Saudi Arabia: Apa yang ingin saya ubah pada negeri kami

Putri Saudi kini telah bercerai dan hidup di London bersama anak-anaknya

Putri Basma Bint Saud Bin Abdulaziz bercerita kepada BBC bahwa ada banyak perubahan dalam Saudi Arabia yang beliau inginkan namun sekarang bukanlah saatnya untuk wanita menyetir.

Saya tidak berbicara sebagai putri dari Raja Saud yang dahulu memerintah Saudi Arabia namun sebagai warga Negara yang setia. Ayah saya telah mendirikan universitas pertama untuk wanita, menghapuskan perbudakan, serta memberlakukan sistem pemerintahan monarki konstitusional yang membedakan kekuasaan raja atas negara dengan kekuasaan perdana menteri. Tetapi sayangnya negara kami yang tersayang belum dapat sepenuhnya menepati segala janji-janji tadi.

Budaya kami, yang begitu saya banggakan, dikenal atas kemuliaan dan kedermawanannya namun masih sangat membutuhkan hukum-hukum sipil yang mendasar sebagai landasan pemerintahan kami.

Sebagai putri, saudara, (mantan) istri, ibu, usahawati, jurnalis, dan seorang humanitarian, beberapa hal berikut adalah perubahan-perubahan yang ingin saya lihat dalam Saudi Arabia.

 

1. Undang-undang

Saya ingin melihat adanya perundang-undangan yang menyetarakan perlakuan wanita dan pria dibawah tangan hukum (yang telah diajarkan dalam Al-Quran dan juga oleh Nabi Muhammad SAW) yang juga dapat dijadikan dasar dari hukum sipil serta perpolitikan negara.

Sebagai contoh, pengadilan Saudi zaman ini menggunakan interpretasi tiap-tiap individu hakim akan Al-Quran sebagai dasar penentuan keputusan. Ini berarti segalanya diputuskan menurut kepercayaan serta didikan masing-masing hakim yang beragam alih-alih berdasarkan prinsip-prinsip yang telah diakui atau seperangkat undang-undang yang tertulis.

Saya tidak menginginkan sistem pemerintahan barat namun penyesuaian ajaran-ajaran Islam yang telah ada dengan kebutuhan hidup sehari-hari kita kini. Oleh karena itu undang-undang kami seharusnya dijiwai filsafat Al-Quran dengan aturan-aturan konkret yang tidak dapat dengan bebas ditafsirkan oleh para hakim sperti halnya sekarang.

Khususnya, undang-undang harus dapat melindungi hak-hak seluruh warga negara tanpa memandang sex, status atau sekte. Semua orang harus diperlakukan dengan sama dibawah tangan hukum.

  Continue reading “Putri Saudi Arabia: Apa yang ingin saya ubah pada negeri kami”

Pelopor Energi Listrik Tenaga Air Indonesia dianugerahi Ashden Awards 2012

Depok – salamduajari.com – Salut kepada Tri Mumpuni, seorang wanita tangguh yang telah mengharumkan nama Indonesia di dunia international. Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA)  ini telah berhasil meraih penghargaan dalam Ashden Awards 2012. Perhatian kepada daerah-daerah terpencil di Indonesia  telah mendorongnya untuk menciptakan sumber energi mikro hidro yang berbasis komunitas. IBEKA juga mendampingi komunitas masyarakat untuk mendirikan koperasi sebagai institusi pengelola penjualan listrik tenaga air tersebut kepada masyarakat. Sekitar 20% dari keuntungan koperasi tersebut kemudian dialokasikan untuk membantu kebutuhan komunitas di bidang pendidikan, kesehatan, dan simpan pinjam. Kegiatan IBEKA yang tergolong telah memberdayakan masyarakat setempat secara menyeluruh,  telah menarik minat internasional untuk mengembangkan teknologi energi ramah lingkungan berbasis komunitas tersebut di  beberapa negara lain. Berikut laporan lengkapnya yang dilansir dari pikiran-rakyat.com.

 

LONDON, (PRLM).- Direktur Eksekutif dan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan, (IBEKA) Tri Mumpuni mengaku semakin terpacu dalam menyediakan akses listrik tenaga air mikrohidro setelah menerima penghargaan dari Inggris pekan ini.

Tri Mumpuni merupakan salah satu pemenang Ashden Awards 2012 yang diberikan oleh Ashden, lembaga swadaya masyarakat Inggris yang terlibat dalam energi ramah lingkungan. Pangeran Charles menjadi salah seorang penaung Ashden Awards.

Selain Tri Mumpuni, terdapat dua finalis lain dari Asia Timur, Kamboja dan Filipina. Usai menerima penghargaan di London, Tri Mumpuni berkunjung ke kantor BBC di pusat kota London dan menuturkan senang memperoleh penghargaan atas upayanya menerangi desa-desa terpencil.

Menurut dia, ada hal yang lebih penting dibanding hadiah sebesar £20.000 atau sekitar Rp300 juta yang diterimanya.

“Saya itu bersyukur karena ini merupakan sebuah pengakuan secara internasional, jadi semakin meneguhkan hati kita dan juga teman-teman di lapangan bahwa yang mereka kerjakan itu benar,” tutur Tri Mumpuni sambil meneteskan air mata. Continue reading “Pelopor Energi Listrik Tenaga Air Indonesia dianugerahi Ashden Awards 2012”