Balada ke Karimun Jawa: Let’s Get Lost! – Part-1

Jepara, salamduajari.com – Setelah gagal mengejar tiba di Jepara sebelum pukul 14.00 WIB kemarin (untuk mengejar Kapal Ekspress Bahari),  kami lantas menghabiskan satu malam di Semarang karena ada pula Kapal KMC Kartini dari  Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dalam yang berangkat ke Karimun Jawa setiap Sabtu jam 09.00. Pagi ini, Sabtu, 25 Agustus 2012, kami berhasil tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang sejak pukul 08.15 WIB, dan berikut adalah laporan langsung  mengenai balada perjalanan kami menuju Karimun Jawa:

Situasi ketika semua sedang berpikir setelah mengetahui tidak ada kapal yang berangkat hari ini, ngapain ya? Kalau menunggu di Semarang, baru akan ada kapal lagi hari Senin, berarti 2 malam di Semarang. Ngapain 2 malam di Semarang? Sounds boring… Kami juga sempat mencoba menelpon Pelabuhan Jepara, katanya ada kapal berangkat jam 9 pagi juga, jadi tidak akan keburu juga kalau kami segera ke Jepara. Ketika kami menelpon lagi (sekitar pukul 8.40) untuk merayu agar Kapal di Jepara diberangkatkan sekitar pukul 11.00, tidak kunjung diangkat. Fyuh..

(1) Sejak gagal mencapai Jepara sebelum pukul 14.00 kemarin, kami mencoba mengkonfirmasi jadual keberangkatan Kapal Kartini dari Tanjung Emas, di internet ada nomor telepon Dishub Semarang yang ternyata setelah kami telepon, sudah berubah menjadi Dinas Perindustrian, jadi jadual tidak bisa dikonfirmasi;

(2) Proses mencari loket terbilang susah karena tidak ada papan informasi jadi harus tanya sana sini. Salah satu teman terbengkalai kami mengaku argo taksinya ke tempat KMC Kartini dari Rp 25,000 jadi hampir Rp 50,000 karena lama berputar-putar mencari lokasinya. Memang pelabuhan Tanjung Emas terbilang luas, sih.  Tapi, kan Karimun Jawa sudah ramai dikunjungi masa tidak ada papan informasi??

(3) Setelah berhasil ke terminal penumpang dan mencari loket tiket, ternyata tidak ada kapal berangkat hari ini karena sudah berangkat kemarin (tanpa pemberitahuan). Hal ini katanya dilakukan atas permintaan wisatawan yang ingin ke Karimun Jawa di liburan lebaran (jadi informasi perubahan jadual ini hanya diketahui oleh mereka-mereka yang mengikuti paket wisata dari suatu agen travel tertentu). Akhirnya, sekitar 10 orang penumpang dari Jakarta (termasuk saya), dari Surabaya, Italia, dan Jerman, terbengkalai.

(4) Salah satu orang yang juga terbengkalai bersama kami hari ini, bahkan mengaku sudah ke pelabuhan kemarin (Jumat, 24 Agustus 2012) untuk membeli tiket tapi loketnya sudah tutup (jam 15.00 waktu itu), tapi dia diingatkan oleh orang pelabuhan agar datang sejak jam 07.00 pagi di hari ini. Jadilah dia penumpang (terbengkalai) yang datang paling awal hari ini. Oh ya, sebelum ke pelabuhan sebelumnya dia juga sudah ke tourism center Semarang (sekitar jam 14.00) namun sudah tutup, lalu ke Dishub Semarang, dan tidak ada pemberitahuan sama sekali soal perubahan jadual yang batal berangkat hari ini. Dia hanya diberi brosur yang menampilkan jadual keberangkatan KMC Kartini pada Sabtu jam 09.00. Jadi, baik petugas pelabuhan maupun Dishub Semarang, tidak  ada memberitahunya bahwa tidak ada kapal yang berangkat hari ini. Menjengkelkan tidak??

Sekarang kami mencari mobil sewaan ke Jepara, berharap bisa nebeng Kapal Nelayan ke Karimun Jawa. Tadinya ingin menyewa kapal dari Semarang, tapi sulit sekali, tidak ada yang menyewakan. Dan menurut orang-orang di Tanjung Emas, akan lebih mudah mencari kapal sewaan di Jepara, karena lebih banyak Kapal Nelayan di sana.  We’ve gone too far to fly back home, so we decide to gamble, renting a car to Jepara!  (hasil musyawarah The Terbengkalaisepakat untuk mengalokasikan dana patungan masing-masing Rp 100,000; jadi bisa menyewa 2 mobil @ Rp 500,000).
Melalui salamduajari.com, saya  ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kinerja Dishub Semarang yang hebat. Terima kasih sudah berhasil membuat informasi yang harusnya tersedia untuk publik sebagai produk yang “sangat mahal” karena sulit dicari, apalagi diverifikasi. Padahal transparansi informasi adalah hak publik. Terima kasih sudah memberikan contoh nyata dari potret kualitas pelayanan publik Indonesia yang buruk dan, memalukan (mempublikasi berita di internet bukannya urusan 5 menit kelar, yah? Paling ga, update nomor telpon gitu?). Kini saya sudah merasakan sendiri, jadi bukan “konon” atau “katanya” lagi. Secara umum kualitas layanan publik, khususnya di konteks ini transportasi laut, memang masih buruk.Terima kasih Indonesiaku, atas nuansa yang membuatmu begitu sulit untuk kucinta. Terima kasih pula atas keindahan dan kehangatanmu yang membuatmu sulit untuk kubenci. Hari ini aku bertekad, akan lebih rajin menyuarakan penderitaan rakyat. Ini baru soal Kapal penyeberangan ke Karimun Jawa, bagaimana yg “dikerjain” waktu mengurus perizinan usaha? Yang dimintai uang sekolah walau mestinya gratis? Bagaimana dengan Rumah Tangga Miskin yg harusnya terima Raskin 14 kg ternyata  cuma terima rata-rata 7 kg per bulan? Bagaimana dengan uang pajak yang dikorupsi? Bagaimana dengan aspirasi rakyat yang sudah diujung ubun-ubun ingin mereka curahkan dan harusnya dijaring ketika anggota DPR/D reses namun tak juga anggota DPR/D berkeliling mengunjungi mereka?Bangsa Indonesia terlalu permisif, membuat tekanan bagi pemerintah untuk memperbaiki diri sangat rendah.
Menjadi pemaaf itu baik. Tapi untuk kasus seperti ini, menjadi pemaaf adalah tidak tepat. Saya percaya, mencintai diri sendiri dan orang lain merupakan wujud syukur kepada Tuhan. Maka ketika kita membiarkan diri sendiri dizalimi orang lain, sama saja menzalimi diri sendiri, jadi sama saja tidak bersyukur. Saya orang Indonesia, tapi menolak untuk menjadi bagian yang permisif. Saya memimpikan Indonesia yang lebih beradab dan sejahtera. Maka dari itu saya bagi cerita hari ini. Orang-orang Indonesia, tidakkah kalian lelah hak kalian direnggut? Disini kalau tidak aktif, hak kita diambil, boro-boro dipenuhi. Saya lelah menanti, kalau mau hak dipenuhi, maka hak itu harus dituntut, diperjuangkan!Saya orang Indonesia, tapi bukan yang permisif. Saya memimpikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih beradab dan sejahtera. Untuk itu, saya mulai dengan lebih aktif menyuarakan manakala ketidakberadaban terjadi. Maka dari itu, saya bagi cerita ini. Bismillah, ini demi Indonesia yang lebih baik. Indonesia yang ingin kubenci, namun tak pernah bisa, karena aku, sudah terlanjur cinta.Jadi apa berita baik hari ini? Ini kan segmen berita baik? Ada dooong.. Shit happens, but sh*t that doesn’t kill you will only make you stronger, kan? Kesal boleh kesal tapi jangan sampai kekesalan atas satu hal membuat hal-hal lain jadi ikut berantakan. Jadi, tentu ada berita baik hari ini, terpapar di beberapa PS berikut 🙂
PS:
Sukurnya kami bersama orang-orang positif, jadi walaupun kesal tetap bisa ketawa-ketawa bersama sambil maen kartu nunggu kabar soal sewaan mobil ke Jepara, kami jadi berteman 🙂
PPS:
Bagi yg besok-besok mau ke Karimun Jawa, berikut adalah nomor telpon Pak Purwanto, penjaga loket tiket Kapal Kartini: 08156627808. Info di internet ga selaluterbarukan dan bisa diandalkan, ke Dishub Semarang langsung juga informasinya tidak selalu sahih. So, kalo mau ke karimun jawa, soal jadual kapal tanya aja langsung ke yg jaga loket tiket, Bapak Purwanto lah orangnya.. Setahu kami no HP beliau ini belum pernah ada yang posting di internet. So, Hope u won’t get lost and enjoyKarimun Jawa! 🙂
PPPS:
Karena kejelasan kabar soal ada tidaknya mobil sewaan ke Jepara tak kunjung datang dan kami mulai lelah bermain kartu, kami memutuskan untuk menelpon taksi untuk mengantar ke terminal (lalu charter bus kecil ke jepara, juga patungan); eh tahunya salah satu supor taksi – taksi berargo, lho– mengatakan bahwa mereka bisa mengantar sampai Jepara langsung, tidak ada aturan yang dilanggar selama masih di Provinsi Jateng. Ongkos argo diperkirakan Rp 230,000 per taksi ke Jepara. Kami menggunakan 3 taksi jadi patungan per orang jatuhnya sekitar Rp 70,000. Yey! Malah jadi lebih murah dan nyaman pula naik sedan! Ada aja cara Tuhan menghibur setelah esmosi yang bertubi. Sekarang (sekitar pukul 13.00 WIB) kami tengah perjalanan ke Jepara. Mudah-mudahan nanti di Jepara kami berhasil negosiasi dengan nelayan untuk mengantar kami ke Karimun Jawa. Kami males nunggu di semarang karena kapalnya baru ada lagi Senin. *deg-degan, anyway, let’s get lost!
(DM)
Advertisements
Categories: Berita Baik | Tags: , , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Balada ke Karimun Jawa: Let’s Get Lost! – Part-1

  1. keep posting gan..jadikan indnesia tujuan traveller dunia 🙂
    visit balik blog aku ya thx 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: