Tim Disaster Victim Investigation Indonesia: Kehebatannya Diakui Dunia

Depok, salamduajari.com –  Siapa yang tidak bangga kalau aparat negara kita memiliki prestasi di tingkat internasional? Setidaknya di tengah masih buruknya citra institusi kepolisian Indonesia, cerita mengenai tim Disaster Victim Investigation (DVI) Kepolisian RI perlu kiranya untuk kita ketahui bersama, agar kita menjadi lebih tahu bahwa tidak semua unsur di Kepolisian RI buruk adanya. Kualitas tim DVI Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan  dunia juga seakan menunjukkan bahwa Kepolisian RI serius dalam meningkatkan kualitas pelayanannya, yang diharapkan perlahan tapi pasti (mudah-mudahan) dapat memperbaiki citranya di mata masyarakat. Adapun sejak tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi pada bulan Mei 2012 yang lalu, tim DVI Indonesia sering disebut-sebut memiliki andil besar dalam upaya identifikasi korban. Dalam proses tersebut, mereka harus memilah dan menyatukan sekitar 260 potongan tubuh manusia.  Tidak mudah memang, namun Tim DVI berhasil melakukannya dengan sukses.

Tim (DVI) Indonesia mampu mengidentifikasi baik forensik, patologis, atropoligos dan DNA korban Sukhoi Superjet 100 tanpa bantuan tim ahli forensik Rusia. Tim DVI mengikutkan ahli Rusia karena memang Rusia ingin memberi bantuan. Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri Brigjen Polisi Musaddeq Ishak pernah menegaskan bahwa Tim DVI mampu bekerja secara mandiri, hanya saja mereka sungkan untuk menolak bantuan tenaga ahli yang ditawarkan langsung oleh Perdana Menteri Rusia. Selengkapnya, berikut artikel tentang Tim DVI Indonesia yang dilansir dari www.tempo.co. (RIS)

Tim DVI Indonesia Lebih Dikenal di Luar Negeri?  

TEMPO.CO, Jakarta – Kala kecelakaan Sukhoi, 9 Mei 2012, masyarakat kerap mendengar istilah DVI atau Disaster Victim Committee. Ini adalah Komite Identifikasi Korban Bencana untuk urusan identifikasi korban bencana. Di Indonesia, boleh jadi tim dan istilah ini masih asing. Ternyata DVI Indonesia justru lumayan dikenal di dunia internasional dibanding negeri sendiri.

Berikut ini beberapa buktinya:

Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Polri, Brigadir Jenderal Musaddeq Ishaq, MD, DFM, pernah menjadi Komandan Islamiq Coutries Organization for Forensic Medicine pada 2006-2008.

DVI Indonesia juga pernah diminta Australia membantu identifikasi korban kebakaran semak di Victoria pada 2009, yang juga dikenal sebagai “Black Saturday”. “Waktu itu Perdana Menteri Australia menelepon langsung ke Presiden SBY,” kata Musaddeq kepada Tempo, akhir Mei 2012. Enam orang tim DVI pun berangkat ke Negeri Kanguru.

Rupanya, Australia menganggap DVI Indonesia berpengalaman menangani korban bencana. “Dalam berbagai acara internasional, Indonesia selalu disebut-sebut sebagai supermarket bencana,” kata Musaddeq. Agak ironis memang.

Bagaimana DVI Indonesia bisa diakui mumpuni oleh dunia internasional? Ternyata, anggota DVI Indonesia digembleng di Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation, yang berlokasi di Semarang. Setiap tahun, DVI menggelar beragam kursus yang diikuti oleh anggota kepolisian, ahli dari berbagai lembaga sipil, juga ahli dari negara lain.

Advertisements
Categories: Berita Baik | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: