Kang Din: Pejuang Kesejahteraan Petani dari Salatiga

Kang Din, demikian pria berpenampilan sederhana ini biasa disapa. Pria kelahiran 9 Februari 1965 ini mungkin tak pernah menyangka ketulusannya mengabdi pada masyarakat suatu saat akan dilihat publik dan meraih penghargaan bergengsi seperti Maarif Awards 2012. Jika Romo Carolus berusaha mengangkat penduduk Kampung Laut Cilacap dari lembah kemiskinan, Kang Din telah 12 tahun berjuang memakmurkan kaum petani  di daerah Cilacap dan sekitarnya.

Terdorong karena kegelisahannya melihat kondisi para petani di sekitarnya, Kang Din kemudian membentuk kelompok tani. Pada tahun 1989, ia berpartisipasi dalam penelitian transformatif-pelatihan metodologi diprakarsai oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan berkenalan dengan berbagai tokoh seperti cendekiawan Moeslim Abdurrahman dan Masri Singarimbun.

Bahruddin atau Kang Din menjadi lebih terlibat dalam petani masyarakat setelah pelatihan, dan akhirnya menggabungkannya kelompok-kelompok tani dalam satu wadah yang ia beri nama Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) pada 10 Agustus 1999. Hingga saat ini SPPQT telah memiliki lebih dari 16.000 anggota dari berbagai daerah termasuk Semarang dan Boyolali, Jawa Tengah, penelitian Maarif mengatakan . Nama Qaryah Thayyibah sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti “Desa yang Berdaya”

”Saya menilai negara tidak bisa memberi hak-hak dan perlindungan kepada petani. Terbukti para petani selalu dibayangi kegagalan panen. Ini ironis, Indonesia sebagai negara agraris tetapi negara tidak memberi perhatian kepada petani. Karena itu, dorongan untuk mendirikan serikat petani kami lakukan untuk memperjuangkan hak-hak mereka,” tutur pria yang tinggal di Jalan Raden Mas Said 12, RT 2 RW I Kelurahan Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Melalui SPPQT, Kang Din melatih petani bagaimana mengolah lahan dan menghasilkan produk pertanian yang bisa meningkatkan taraf hidup mereka. Meskipun namanya terkesan sangat Islami, SPPQT tidak membatasi keanggotaannya berdasarkan agama tertentu. Bahkan, ketua dari serikat petani ini kini diketuai oleh seorang perempuan beragama Kristen.

Tidak semua jalan mulus dan tak berbatu. Seperti halnya upaya yang dilakukan Kang Din. Belum adanya aliran listrik di daerah yang dibinanya, membuat Kang Din kewalahan. Namun ia tidak menyerah begitu saja. Bersama-sama warga, Kang Din lalu mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Kebumen, Banyubiru, dan Semarang dengan kapasitas mencapai 170 KVA.

PLTMH yang baru-baru ini diresmikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan tersebut akhirnya mengangkat desa sebagai daulat energi dengan posisi tawar yang kuat. PLN pun telah membeli pembangkit listrik ini agar daerah-daerah lain teraliri listrik. Selain PLTMH, rumah-rumah warga juga diterangi oleh listrik dengan energi biogas dari kotoran sapi.

Masa depan warga Salatiga pun semakin menyala terang sejak adanya aliran listrik. Listrik membuat para petani Qaryah Thayyibah dapat belajar dari internet, termasuk bagaimana mengembangkan produk pertanian mereka.

Selain serikat petani, Kang Din juga mendirikan Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah yang menjalankan pendidikan berbasis potensi pribadi siswa. Semua siswa yang belajar di lembaga ini mendapatkan fasilitas untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya masing-masing tanpa dibatasi kurikulum yang kaku. Tak heran pula jika komunitas belajar dirian Bahruddin ini sukses melahirkan komikus-komikus baru, penulis karya ilmiah, pemusik, sineas, dan wirausahawan muda.

Dengan segala kesederhanaannya, nama Ahmad Bahruddin kini telah dikenal sebagai pejuang kemanusiaan. Ia pun layak kita teladani sebagai pahlawan lokal yang konsisten dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Kang Din memang hanya orang biasa tanpa jabatan prestige, namun ia telah berkontribusi nyata untuk masyarakat di sekitarnya.

Sumber: disini disini dan disini

Advertisements
Categories: Koridor Inspirasi | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: