Hasil Penelitian OECD: Perempuan lebih Bahagia dibanding Pria

Di seluruh negara-negara paling maju dunia jam kerja pria lebih lama dan mereka mendapatkan tingkat gaji lebih tingi namun angka harapan hidup mereka lebih kecil, lebih stress dan lebih sering menemui bahaya. Sebaliknya perempuan semakin dapat menikmati standar pendidikan serta tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi disbanding pria. Namun dengan adanya gerakan-gerakan yang mendukung emansipasi perempuan pun waktu yang mereka gunakan untuk mengurus rumah tangga lebih dari dua kali lipatnya pria.

Suatu pola muncul dari indeks online yang mengumpulkan informasi mengenai kesehatan, kriminalitas dan tingkat pendapatan hingga keseimbangan kehidupan kerja, yang diambil dari 34 negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Secara keseluruhan negara paling bahagia menurut Better Life Index OECD adalah Australia. Inggris berada di urutan ke-11, diatas Prancis, Jerman dan Irlandia tetapi dibelakang Amerika Serikat yang berada di urutan ke-3.

Untuk pertama kalinya, data yang diperoleh telah dirinci berdasarkan grup umur dan jenis kelamin. Data tersebut menunjukkan bahwa walaupun kemungkinan pria untuk mendapatkan pendidikan tingkat SMP masih sedikit lebih tinggi dibanding perempuan, pola sebaliknya justru terjadi pada prestasi akademik di mana capaian rata-rata siswa perempuan lebih tinggi daripada siswa laki-laki.

Terdapat 59% perempuan yang bekerja (termasuk part-time) sedangkan terdapat 72% pria yang bekerja. Di Inggris 75% pria memiliki pekerjaan dengan bayaran sedangkan perempuan hanya 65%. Pekerja pria tiga kali lebih mungkin masuk kategori memiliki jam kerja panjang dibanding perempuan di area kerja yang sama.

Walaupun secara keseluruhan pria lebih sehat dibanding perempuan, secara rata-rata angka harapan hidup mereka lebih rendah 6 tahun di seluruh OECD. Di Inggris angka harapan hidup diperkirakan berada di kisaran 80 tahun dimana perempuan diperkirakan memiliki angka harapan hidup 3 tahun lebih lama.

Dari segi keamanan, pria 15% lebih mungkin dirampok dan diserang daripada perempuan. Selain itu, tingkat pembunuhan bagi pria adalah 3 kasus dari 100,000 kasus sedangkan perempuan hanya 1 dari 100,000 kasus. Meski demikian perempuan masih merasa lebih tidak aman dibandingkan pria secara umum.

Terlepas dari upaya-upaya menuju kesetaraan gender, perempuan di OECD menghabiskan rata-rata 279 menit per hari untuk memasak, bersih-bersih atau mengurus anak atau lansia sedangkan pria hanya menghabiskan waktu 131 menit per hari dimana perbedaan waktu diantaranya mencapai 2 ½ jam.

Meski demikian, dengan segala kesenjangan yang terjadi, ketika pengukuran tingkat kebahagiaan tersebut dipandang secara keseluruhan, perempuan memiliki kepuasan hidup lebih tinggi dibanding pria.

“Kebutuhan akan adanya kesetaraan gender telah sering diungkapkan, namun hal tersebut adalah sangat rumit,” kata para penulis. “Memang benar pria bekerja lebih lama dan menghasilkan pendapatan lebih tinggi dibandingkan perempuan, tetapi mereka juga lebih mungkin menjadi korban penyerangan atau pembunuhan, sedangkan para perempuan memiliki angka harapan hidup lebih lama dan memiliki jaringan sosial yang lebih erat namun mereka lebih mungkin mengakhiri hidup mereka dalam kemiskinan.” (AG)

(Diterjemahkan dari artikel   yang dilansir dari sini)

Advertisements
Categories: Dunia Kita | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: