Angkie Yudistia: Wanita Tuna Rungu Penembus Batas!

Sebagai umat manusia yang terhitung sangat jarang menonton TV, saya sangat bersyukur menemukan seorang Angkie Yudistia ketika secara tumben saya menyalakan TV. Mengapa, bukan karena Ia berparas cantik, bukan juga karena Ia muda, juga bukan karena Ia  tampak cerdas, melainkan karena energinya yang bersemangat, penuh dengan gestur dan mimik positif, dan terlebih lagi adalah karena, Ia seorang tuna rungu namun ucapan kata-katanya fasih dan sangat jelas! Yang pasti jauh di atas rata-rata kejelasan bicara orang-orang tuna rungu yang pernah saya temui. Dalam hati saya, wow, Angkie pasti sangat rajin berlatih dan meminta pendapat orang lain mengenai kejelasan bicaranya. Sudah barang tentu, karena ia harus memproduksi bunyi-bunyi kata demi kata yang lama sekali tidak pernah Ia dengar, dan Ia sendiri tidak dapat mendengar bunyi-bunyi apa pun yang Ia ucapkan! Satu-satunya cara menyempurnakan ucapannya pasti melalui pendapat orang lain. Pada saat Angkie tidak melihat ke arah pewawancara, Angkie tidak dapat merespon pertanyaannya. Tentulah, karena Ia hanya bisa membaca bibir, tidak bisa mendengar. Intinya, saya, salut. Cerita soal Angkie harus ada di salamduajari. So, berikut cerita tentang Angkie Yudistia.

Beauty is not how you look, it is what you do and you act! Itulah kata-kata yang dilontarkan oleh Angkie Yudistia, wanita tuna rungu yang menjadi CEO Thisable Enterprise (memiliki bunyi yang mirip dengan Disable namun ditulis dengan Thisable). Perempuan berparas cantik ini tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi penyandang cacat. Terlahir sebagai bayi yang normal, ia sempat terguncang karena pendengarannya terganggu akibat efek suatu antibiotic pada usia 10 tahun. Ia pun divonis oleh dokter sebagai penyandang tuna rungu.

Ejekan dan hinaan dari teman-teman selalu dialaminya semasa sekolah. Perasaan malu kemudian mendorongnya untuk menutupi jati dirinya sebagai tuna rungu. Ia selalu mengatakan baik-baik saja jika ditanya dan berusaha menutupi alat bantu dengarnya dengan rambut. Namun, kecurigaan kepada Angkie tetap muncul karena ia sering tidak menoleh ketika dipanggil oleh teman atau guru. Angkie pun mengalami depresi. Ia menjadi pribadi yang kurang percaya diri. Namun, berkat suatu titik balik dan dukungan penuh dari keluarga, Angkie berhasil bangkit.

Ia sangat giat belajar untuk mengikuti ketertinggalannya di sekolah hingga ia dapat lulus SMA. Selepas lulus SMA, dokter menyarankan Angkie untuk tidak meneruskan pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi. Kondisi pendengaran Angkie yang sudah buruk dapat semakin parah apabila ia mengalami stress sewaktu kuliah. Namun, tidak ada yang dapat membendung tekad kuat perempuan kelahiran Medan 5 Juni 1987 itu. Ia pun melanjutkan studinya hingga mendapatkan gelar master di bidang komunikasi.

Kemauan keras Angkie untuk menggali potensi diri juga membuatnya menorehkan sejumlah prestasi dan penghargaan bergengsi. Ia tercatat sebagai finalis Abang None yang mewakili wilayah Jakarta Barat tahun 2008. Ia juga dinobatkan sebagai The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008 dan Miss Congeniality dari Natur-e serta segudang prestasi lainnya.

Terinspirasi dari pengalaman hidupnya, Angkie berkomitmen untuk memberdayakan kaum penyandang cacat seperti dirinya agar mendapatkan masa depan yang lebih baik. Angkie ingin men-thisable-kan teman-teman disabled-nya.Rasa sakit akibat diskriminasi yang dahulu dialaminya ketika melamar berbagai perusahaan membuatnya ingin berjuang demi kesetaraan hak para penyandang cacat. Pemikiran inilah yang mendasari berdirinya Thisable Enterprise, sebuah lembaga sosial yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat dengan keterbatasan fisik.

Thisable Enterprise adalah lembaga sosial yang menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada para penyandang cacat di seluruh Indonesia. Lembaga ini memiliki misi mulia untuk memberdayakan penyandang cacat di Indonesia agar memiliki kesempatan yang sama di setiap bagian masyarakat. Thisable membantu perusahaan-perusahaan untuk mengkreasikan dana program CSR agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang memiliki dampak berkelanjutan secara personal maupun professional bagi para penyandang cacat.

Anak bungsu dari dua bersaudara ini mengaku bangga menyebut dirinya sebagai social entrepreneur. Menurutnya, yang telah dilakukannya selama ini tidak lain hanyalah bantuan kemanusiaan. Itulah yang menyemangatinya untuk terus “memberi”. Setelah mengundurkan diri sebagai corporate public relation dari perusahaan Angkie sebelumnya, ia merasa sangat tertarik dengan dunia public relation khususnya yang menyangkut isu sosial.

Demi membangkitkan semangat para penyandang cacat yang lain, Angkie juga menuliskan kisah hidupnya ke dalam sebuah buku yang berjudul “Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas”. Lewat buku tersebut, Angkie membagikan pengalaman hidupnya selama menjadi perempuan tuna rungu. Ia berharap para penyandang cacat yang membaca bukunya dapat berubah pandangannya, sehingga menyadari bahwa semua manusia itu sama. Dan setiap dari kita adalah bagian dari masa depan.

Ia kini tak henti-hentinya bersyukur atas apa yang telah dimilikinya selama ini. Dan juga untuk keluarga yang selalu memberikan dukungan atas semua kegiatan yang ia jalani, baik ketika ia sedang sukses maupun ketika tengah ditimpa ujian. Angkie berharap bisnisnya dapat terus berkembang dan menjadi pelaksana CSR terpercaya untuk isu-isu kemanusiaan. Ia beritikad untuk terus berjuang dan tidak akan berhenti di pertengahan jalan. Ia ingin terus bekerja dan menciptakan ide-ide inovatif setiap tahun. Untuk mengenal Angkie dan mengikuti kegiatannya, silakan berkunjung ke www.angkieyudistia.com. (RIS)

Untuk melihat video liputan tentang Angkie klik link ini

Sumber: disini disini dan disini

Advertisements
Categories: Koridor Inspirasi | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Angkie Yudistia: Wanita Tuna Rungu Penembus Batas!

  1. Pingback: Kunci Kebahagiaan: make the best of everything | salamduajari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: