Bhutan, Ketika Pendapatan Bukan Segalanya

“When I was 5 years old, my mother always told me that happiness was the key to life. When I went to school, they asked me what I wanted to be when I grew up. I wrote down ‘happy’. They told me I didn’t understand the assignment, and I told them they didn’t understand life.”  –John Lennon

Bhutan, kerajaan kecil yang terletak di pegunungan Himalaya, adalah negara pertama yang mengajukan ide untuk mengukur tingkat good governance dengan melihat tingkat kebahagiaan penduduknya. Kini ide tersebut telah diimplementasikan pula oleh tetangganya, Cina.

Pada tahun 1972, Raja Jigme Singye Wangchuck terpikirkan sebuah ide dimana daripada hanya menggunakan GDP sebagai pengukur kemajuan perkembangan di Bhutan, akan lebih baik bila mereka juga mengukurnya dengan apa yang disebut ‘Gross National Happiness’.

GNH ini diukur dengan tingkat kepuasan rakyat dengan perhatian dan pelayanan pemerintahnya, hubungan mereka dengan lingkungannya, kepuasan mereka mengenai laju pembangunan ekonomi, serta perasaan keterikatan mereka terhadap bangsa dan budaya.

Duta besar India di Bhutan, Pavan K Verma, berpendapat bahwa munculnya ide ini dikarenakan tidak sempurnanya penggambaran kemajuan Negara Bhutan melalui kegiatan ekonomi belaka.

“Kepuasan yang didapatkan dari pertumbuhan ekonomi memiliki sebuah keterbatasan,” ujarnya. “Terdapat pencarian lain selain sekedar pemenuhan kebutuhan material. Ada banyak aspek-aspek yang menyebabkan jatuhnya kehidupan sosial yang begitu beragam di negara-negara seperti Cina dan Britania Raya seperti ikatan keluarga dan masyarakat. Dunia semakin lama menjadi tempat yang sifatnya tersegregasi dan individualistis. Indeks Gross National Happiness mengukur kualitas hidup, seberapa banyak waktu individu yang digunakan untuk rekreasi, apa yang terjadi dalam komunitas individu tersebut, dan seberapa terhubungnya individu tersebut merasa dengan kebudayaan sendiri.”

Kemudian beliau menambahkan bahwa GNH ini tidak seharusnya menjadi pengganti dari GDP tapi sebagai pengukur tambahan. “Anda tidak dapat menghilangkan aspirasi kebendaan dari pengukuran, pembangunan ekonomi tetap harus dipertimbangkan.”

Pada tahun 2012 PBB telah mengeluarkan laporan kebahagiaan dunia pertamanya. Laporan tersebut menunjukkan bahwa negara-negara maju seperti Denmark, Norwegia, Finlandia dan Belanda berada di peringkat tertinggi, sedangkan negara-negara masih berkembang seperti Togo, Benin, Republik Afrika Tengah, dan Sierra Leone adalah negara-negara peling tidak bahagia. Tetapi sebenarnya kebahagiaan bukan hanya fungsi dari pendapatan namun ternyata lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti tingkat bantuan sosial, tidak adanya korupsi dan personal freedom.

Hal tersebut ditunjukkan oleh paradox yang muncul di Jepang dan beberapa negara maju lainnya dimana tingkat kebahagiaan tidak memiliki hubungan yang proporsional dengan tingkat pendapatan individu.

Bhutan yang mengadakan rapat PBB mengenai pentingnya memformulasikan model ekonomi yang berpusat pada kebahagiaan berada pada tingkat tertinggi di benua Asia.

Tingginya jumlah penduduk Bhutan yang kembali ke tanah air setelah belajar di luar negeri menunjukkan bahwa mungkin berhubungan dengan tingkat GNH. Hal ini karena walaupun tingkat gaji di Bhutan lebih kecil dibanding di luar, sebagian besar masih pulang ke negerinya.

Meski demikian, Bhutan tidak sepenuhnya tempat utopis yang diharapkan. Di awal tahun 2011 hasil Biro Statistik Bhutan menunjukkan bahwa tingkat toleransi masyarakat terhadap KDRT masih sangat tinggi. Sekitar 70 persen wanita merasa bahwa mereka patut disakiti jika menolak berhubungan intim atau bertengkar dengan suami mereka, atau bahkan hal sepele seperti masakan mereka gosong. (AG)

Sumber: disini dan disini

Advertisements
Categories: Dunia Kita | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: