Indonesia Kini Punya Dua Juara Dunia Tinju

Depok, salamduajari.com – Kabar baik kembali dipersembahkan oleh dunia tinju Indonesia. Selamat untuk Chris John yang masih mampu mempertahankan gelarnya sebagai Juara Dunia Tinju Kelas Bulu versi badan tinju World Boxing Association. Melengkapi kemenangan Chris John untuk Indonesia, Daud Jordan, petinju asal Sukadana – Kalimantan Barat, juga berhasil meraih gelar Juara Dunia Tinju Kelas Bulu versi badan tinju International Boxing Organization.  Akhirnya selamat untuk Indonesia, atas  sejarah baru yang baru tergores pada 6 Mei lalu, di mana Indonesia kini untuk pertama kalinya memiliki dua juara dunia sekaligus di arena tinju. Harapan saya paling semoga setelah ini Indonesia semakin jago dalam meninju KO para koruptor! haha, *apa seeeeh. Anyway, berikut berita lengkapnya dari koran-jakarta.com.

Indonesia Miliki Dua Juara Dunia 

Ki-Ka: Petinju asal Filipina Lorenzo Villanueva, Petinju asal Indonesia Daud Yordan, promotor Raja Sapta Otohari, Petinju asal Indonesia Chris John, dan petinju asal Jepang Shoji Kimura setelah melakukan konferensi pers mengenai pertandingan 5 Mei mendatang di Pondok Indah Mall, Jakarta, Kamis (8/3). Lorenzo Villanueva akan melawan Daud Yordan dalam perebutan gelar juara dunia IBO kelas bulu, dan Chris John akan melawan Shoji Kimura dalam pertandingan gelar juara dunia WBA super kelas bulu (57,1). Dari tempo.co.Tempo/Aditia Noviansyah

SINGAPURA – Dua petinju Indonesia, Chris John dan Daud Jordan, mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Chris John sukses mempertahankan gelar Super Champion kelas bulu WBA (World Boxing Association) setelah menang angka mutlak dari petinju Jepang, Shoji Kimura, di Marina Bay Sands, Singapura, Sabtu (5/5).

Sukses itu diikuti Daud yang memberi kejutan besar pada perebutan sabuk juara dunia tinju kelas bulu versi badan IBO (International Boxing Organization) di tempat yang sama. Petinju muda itu sukses mengandaskan petinju Filipina, Lorenzo Villanueva, dengan KO (knockout) pada ronde kedua.

Daud menjadi petinju kelima Indonesia yang sukses meraih gelar dunia. Sebelumnya, selain Chris John, M Rahman pernah menjadi juara dunia tinju kelas bantam mini versi WBA. Lalu, ada Nico Thomas yang merupakan juara dunia IBF (International Boxing Federation) pada 1989 dan Ellyas Pical yang menjadi juara dunia kelas terbang junior IBF era 1985–1989.

“Saya mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya bisa merasakan bisa mencetak rekor orang kelima yang juara dunia di bulan lima. Ini kebanggaan besar untuk Indonesia. Semua kini saya serahkan kepada manajer saya,” kata Daud saat diwawancarai langsung RCTI seusai pertandingan.

Tak mudah bagi Daud untuk merebut gelar dunia pertamanya. Petinju berusia 24 tahun itu sempat mencium kanvas di ronde pertama, ketika pukulan telak mengarah tepat ke rahangnya. Namun, Daud berhasil bangkit dan membalikkan keadaan.

Di ronde kedua, Daud makin menunjukkan dominasinya hingga gantian membuat Villanueva tersungkur ke kanvas. Meski sempat bangkit setelah jatuh karena kena upper cut telak Daud, Villanueva akhirnya tak mampu melanjutkan pertarungan setelah kembali dipaksa mencium kanvas.

Kemenangan itu mengantar Daud Yordan merebut titel juara dunia kelas bulu versi IBO yang sebelumnya lowong. Hasil itu membuat rekor pertarungan Daud Yordan menjadi 29 kali menang (23 KO) dan 2 kali kalah.

Sukses Daud mengingatkan kita pada perjalanan gelar tinju dunia yang pernah diraih M Rahman, mantan juara dunia tinju kelas bantam mini versi WBA, yang bersanding dengan Chris John sebagai pemegang gelar dunia. “Terima kasih kepada bangsa Indonesia atas dukungannya. Semua tak terlepas dari dukungan masyarakat,” lanjut Daud.

Sementara itu, Chris John menang dengan angka mutlak atas Kimura setelah juri Francisco Martines (Selandia Baru) memberikan angka 117-110, Pinit Prayadsab (Thailand) 118-109, sementara juri asal Korea memberikan angka 118-109. “Terima kasih untuk semua dukungan masyarakat Indonesia. Saya bahagia,” kata Chris John mengomentari gelar ke-16 miliknya.

Dengan gelar dunia ke-16, Chris John mengantongi rekor 47 kali menang, termasuk 22 KO, dan hanya 2 kali imbang. Adapun rekor Daud menjadi 29 kali menang (23 KO) dan 2 kali kalah. Ant/S-2

Advertisements
Categories: Berita Baik | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: