Monthly Archives: May 2012

Angkie Yudistia: Wanita Tuna Rungu Penembus Batas!

Sebagai umat manusia yang terhitung sangat jarang menonton TV, saya sangat bersyukur menemukan seorang Angkie Yudistia ketika secara tumben saya menyalakan TV. Mengapa, bukan karena Ia berparas cantik, bukan juga karena Ia muda, juga bukan karena Ia  tampak cerdas, melainkan karena energinya yang bersemangat, penuh dengan gestur dan mimik positif, dan terlebih lagi adalah karena, Ia seorang tuna rungu namun ucapan kata-katanya fasih dan sangat jelas! Yang pasti jauh di atas rata-rata kejelasan bicara orang-orang tuna rungu yang pernah saya temui. Dalam hati saya, wow, Angkie pasti sangat rajin berlatih dan meminta pendapat orang lain mengenai kejelasan bicaranya. Sudah barang tentu, karena ia harus memproduksi bunyi-bunyi kata demi kata yang lama sekali tidak pernah Ia dengar, dan Ia sendiri tidak dapat mendengar bunyi-bunyi apa pun yang Ia ucapkan! Satu-satunya cara menyempurnakan ucapannya pasti melalui pendapat orang lain. Pada saat Angkie tidak melihat ke arah pewawancara, Angkie tidak dapat merespon pertanyaannya. Tentulah, karena Ia hanya bisa membaca bibir, tidak bisa mendengar. Intinya, saya, salut. Cerita soal Angkie harus ada di salamduajari. So, berikut cerita tentang Angkie Yudistia.

Beauty is not how you look, it is what you do and you act! Itulah kata-kata yang dilontarkan oleh Angkie Yudistia, wanita tuna rungu yang menjadi CEO Thisable Enterprise (memiliki bunyi yang mirip dengan Disable namun ditulis dengan Thisable). Perempuan berparas cantik ini tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi penyandang cacat. Terlahir sebagai bayi yang normal, ia sempat terguncang karena pendengarannya terganggu akibat efek suatu antibiotic pada usia 10 tahun. Ia pun divonis oleh dokter sebagai penyandang tuna rungu.

Continue reading

Advertisements
Categories: Koridor Inspirasi | 1 Comment

Hasil Penelitian OECD: Perempuan lebih Bahagia dibanding Pria

Di seluruh negara-negara paling maju dunia jam kerja pria lebih lama dan mereka mendapatkan tingkat gaji lebih tingi namun angka harapan hidup mereka lebih kecil, lebih stress dan lebih sering menemui bahaya. Sebaliknya perempuan semakin dapat menikmati standar pendidikan serta tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi disbanding pria. Namun dengan adanya gerakan-gerakan yang mendukung emansipasi perempuan pun waktu yang mereka gunakan untuk mengurus rumah tangga lebih dari dua kali lipatnya pria.

Suatu pola muncul dari indeks online yang mengumpulkan informasi mengenai kesehatan, kriminalitas dan tingkat pendapatan hingga keseimbangan kehidupan kerja, yang diambil dari 34 negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Secara keseluruhan negara paling bahagia menurut Better Life Index OECD adalah Australia. Inggris berada di urutan ke-11, diatas Prancis, Jerman dan Irlandia tetapi dibelakang Amerika Serikat yang berada di urutan ke-3. Continue reading

Categories: Dunia Kita | Leave a comment

Menyambut Baik Logo Baru Gerakan Koperasi Indonesia

Depok, salamduajari.com – Salamduajari menyambut baik diluncurkannya logo baru gerakan koperasi Indonesia 🙂 Semoga benar-benar merupakan lambang dari penanaman semangat baru dalam perkembangan dunia perkoperasian Indonesia. Berikut adalah penjelasan mengenai logo baru Koperasi Indonesia, sesuai dengan yang disahkan melalui Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM RI Nomor 02/Per/M.KUKM/IV/2012 tanggal 17 April 2012 tentang Penggunaan Lambang Koperasi Indonesia, dan, Surat Keputusan Dekopin Nomor SKEP/14/DEKOPIN-A/III/2012 tanggal 30 Maret 2012 tentang Perubahan Lambang/Logo Gerakan Koperasi Indonesia. Ayo bersemangat! Mengutip moto UKM Center FEUI,  Bersama kita membangun ekonomi kerakyatan! 

Penjelasan Gambar dan Warna :

  1. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar bunga yang memberi kesan akan perkembangan dan kemajuan terhadap perkoperasian di Indonesia, mengandung makna bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi; Continue reading
Categories: Berita Baik | Leave a comment

Bahkan si Miskin pun Dapat Beristri Tiga

Senang! Kembali terdapat tulisan menarik karya mahasiswa. Adapun tulisan ini bercerita mengenai fenomena yang ditemui mahasiswa ketika melaksanakan tugas mata kuliah Economics of Poverty, yaitu tugas mewawancarai anggota masyarakat yang dipersepsikan miskin. Poin menarik dari tulisan ini adalah bahwa penulis menekankan perhatiannya lebih kepada generasi muda miskin, yaitu anak-anak yang dilahirkan dan dibesarkan di keluarga miskin, yang otomatis  dikelilingi oleh lingkungan intervensi yang tidak hanya miskin secara ekonomi, namun juga besar kemungkinan, miskin dalam hal pola pikir. Mengapa pola pikir?

Masyarakat miskin pada umumnya:

  • tidak memberi nilai yang besar (tidak memandang penting) keperluan masa depan, mereka cenderung fokus untuk bertahan hidup hari ini, bukan untuk mengisi kehidupan, atau, focus to survive life instead of to live life;
  • masyarakat miskin juga umumnya tidak memberi nilai yang tinggi bagi pendidikan dan gizi anak, yang kemudian berujung pada terbatasnya kemampuan anak tersebut untuk meraih dan menikmati taraf kehidupan yang lebih baik dari orang tuanya.

Adapun sistem nilai yang berlaku umum pada masyarakat miskin tersebut, lebih disebabkan pada ketidaktahuan mereka atas adanya cara untuk memperbaiki keadaan, jika bukan untuk keadaan mereka sendiri setidaknya untuk keadaan anak-anak mereka. Cara paling sederhana adalah, dengan membatasi jumlah anak yang dimiliki. Pendeknya, bukan hanya masyarakat miskin secara umum saja yang perlu dipikirkan cara penanganannya, namun secara khusus, penanganan untuk generasi muda miskin juga perlu dipikirkan agar kualitas hidupnya dapat lebih baik daripada orang tuanya. Fenomena inilah yang diangkat oleh mahasiswa melalui tulisan berikut. Semoga dapat menjadi bahan renungan kita bersama dalam mencari jalan untuk memuseumkan kemiskinan, khususnya kemiskinan absolut karena kemiskinan relatif tidak akan pernah ada habisnya. Akan selalu ada langit di atas langit, betul?

Even the so called poor man could have three wifes

Written by: Laras Sekarani

On one hot sunny day in Jakarta, I went to a traditional market near my house. As soon as I get there, I started to look around to find my target. Actually, I interviewed more than one people for this assignment, there are becak rider, bakso seller, a nice lady who sells gudeg and a few more. But I choose this one story to write because I think this is the most interesting interview that I got so far. I met him at a coffee shop, not a fancy one, in this situation it means warung kopi in Indonesian language. I sat there and ordered a coffee and that man sat next to me.

He is a taxi driver, but not a well-known brand of taxi. He has his own house, it is inherited from his mother. He earns about Rp.20.000 to Rp.30.000 per day. I think this amount is not enough but I see there are many other people live with less amount of money. For some people that I interviewed, this amount is enough to live a very simple life but for him this income is not enough because he has three wives and five children. I was very shocked. Continue reading

Categories: Dari Ruang Kelas | 1 Comment

Makna Tidur Masyarakat Bali: Tidur bukan sekedar Beristirahat

Perhatikan tempat letak kapalamu, waktu tidur beginilah pelajaran dari buku-buku. Jika kepalamu di timur, akan panjang umurmu. Jika di utara, engkau mendapatkan kejayaan. Jika letak kepalamu di barat, akan mati rasa cinta padamu, engkau akan dibenci para sahabatmu; dan jika membujur ke selatan, akan pendek umurmu, dan menyebabkan rasa dukacita. – Nitisastra VII, 1-2.

Tidur itu tidak dilarang, tapi tidur yang sembarangan ada konsekuensinya. Sebagai masyarakat yang dikenal dengan aturan-aturan adat yang ketat dan masih terjaga, masyarakat Bali hingga kini masih meyakini bahwa tidur tidak boleh sembarangan. Mulai dari sikap atau posisi tidur,  tempat tidur, hingga bangunan yang boleh dijadikan sebagai tempat tidur pun diatur sedemikian rupa dalam adat Bali. Terdapat tiga macam tempat berisitirahat yang disebutkan dalam sastra Bali, yaitu:

  • Galar: istirahat untuk beberapa saat dengan tidur
  • Galir: istirahat untuk beberapa menit atau pelepas lelah dengan duduk dan bersantai
  • Galur: istirahat untuk perjalanan pulang, yang dalam istilah Bali disebut dengan “mulih ke desa/gumi wayah” alias mati

Tempat istirahat tersebut biasanya dibuat dari batang bamboo yang dibagi kecil-kecil memanjang (dalam istilah Bali disebut “direcah” ) sehingga nyaman untuk digunakan. Perhitungannya tetap dimulai dari Galar, kemudian Galir, dan dilanjutkan dengan Galur. Apabila tempat distirahat tersebut dianggap kurang lebar, maka hitungannya dilanjutkan sampai ditemukan posisi yang cocok dengan keinginan.

Continue reading

Categories: Kearifan Lokal | 1 Comment

Cerita dibalik Tulisan Tangan..

Tulisan tangan ini begitu menarik, selain rapi, jarak antar huruf terbilang lebih lebar dari tulisan tangan pada umumnya. Sampai-sampai saya browsing tentang tipe tulisan tangan seperti ini. Konon katanya kalau tulisan seperti ini tipe penulisnya adalah penyendiri, walau bukan berarti tidak suka bersosialisasi, hanya saja ia butuh ruang yang luas untuk dirinya sendiri, di mana orang lain ga boleh “masuk”, semacam tipe orang yang punya self-protection tinggi. Benarkah? Hhmm..

Categories: Dari Mana Saja | Leave a comment

Kekayaan Bumi Menipis, Saatnya Menggali Luar Angkasa?

Space, the final frontier in which the future fortune lies.. Could it be real?

Ah, alam semesta adalah suatu hal yang begitu misterius. Begitu kita menyatakan bahwa kita mengetahui sedikit informasi mengenainya selalu saja kita dipermalukan oleh betapa lebih banyak hal yang tidak kita ketahui. Memang benar untuk mengatakan bahwa alam semesta adalah perbatasan terakhir bagi manusia yang menarik garis antara apa yang dapat kita capai dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki dan dengan apa yang bahkan tidak dapat kita bayangkan.

Namun manusia memiliki sifat yang selalu haus akan ilmu, kita akan terus bertanya dan bertanya hingga perbatasan tadi itu hilang. Ada yang berpendapat bahwa hal ini adalah suatu anugerah tapi sekaligus juga suatu kutukan. ‘Curiosity killed the cat’ kata mereka, tapi sejauh ini sepertinya kita baik-baik saja. Ada pula sifat manusia yang selalu haus akan kekayaan alam dan apalah itu yang mendasari pembenaran dibalik ekspedisi Eropa di jaman baheula yang berujung pada kolonisasi. Kini penjajahan tidak lagi dibolehkan (saya nggak mau main politik tapi *cough*US*cough*) dan lagi pula kebanyakan kekayaan alam yang tersedia di dunia juga semakin sedikit. Disinilah masuk peran para kaum intelek dunia –and their inner geeks yang telah mengumumkan akan rencana pengadaan penggalian di asteroid-asteroid untuk berbagai macam mineral seperti emas dan platinum. Continue reading

Categories: Dunia Kita | Leave a comment

Ternyata Masih Banyak orang Baik..

Depok, salamduajari.com – Pagi ini (20/5) kolega salamduajari ada yang baru kembali ke Jakarta dari Pontianak. Ia melaporkan bahwa ada kejadian yang sangat mengenakkan hatinya hari ini ketika ia menunggu barang-barangnya yang dititipkan di bagasi pesawat. Bagaimana peristiwanya? Berikut reportasenya.

Pada pagi ini di salah satu conveyer belt di bandara Soekarno Hatta, ditemukan seorang ibu-ibu terengah-engah mengangkat kopernya yang besar ditambah dengan sebuah kotak (sepertinya kotak oleh-oleh) yang harus dibawanya. Seorang anak remaja lantas bertanya kepada ibu tersebut, “ibu tidak punya trolly?“. “Iya, ini saya mau ambil dulu. Adek keberatan kalau saya titipkan sebentar barang saya di sini?”, jawab si Ibu. Dengan santun si anak remaja memberikan jawaban kesediaan untuk menjagakan barang ibu selama si ibu mencari trolly. Tak lama si Ibu kembali, namun tetap tidak ada trolly. “Harus keluar sepertinya untuk mengambil trolly, sudah terpakai semua yang di dalam”, jawab si Ibu. Si anak remaja ini lantas menawarkan, “Ibu, saya kan ada adek saya nih yang menunggu semua barang kami keluar. Saya carikan ibu trolly yah?”. Dengan bibir sumringah dan binar mata sangat bersyukur si Ibu tampak gembira sekali mendengar tawaran si anak remaja, tentulah iya langsung menjawab “waaah, ya, ya, terima kasih ya, Nak”. Si anak remaja pun lantas bergegas menuju pintu keluar, sementara adiknya menunggu di ruang pengambilan bagasi bersama si Ibu. Continue reading

Categories: Berita Baik | Leave a comment

Mengapa Dunia Begitu Meresahkan?

Di tengah era krisis ekonomi dunia saat ini (khususnya Amerika Serikat dan Eropa), dunia terasa meresahkan. Beberapa kali saya bertanya kepada kolega dan teman, kebanyakan mengamini bahwa kondisi dunia saat ini meresahkan. Termasuk ayah saya, beliau  juga menjawab bahwa kondisi dunia saat ini meresahkan. Menurut ayah, dunia meresahkan karena kerakusan manusia; bukan hanya kondisi manusianya, kondisi alam pun meresahkan, karena bencana alam semakin sering dan penyakit-penyakit baru juga bermunculan. Beliau lalu menambahkan (okeh, papa sepertinya ga bisa menahan diri untuk terus berpidato), bahwa kondisi alam yang semakin mengkhawatirkan pada dasarnya  juga disebabkan oleh kerakusan manusia. Manusia sudah keluar dari khitahnya, yaitu sebagai makhluk berakal paling sempurna yang pada hakikatnya merupakan perpanjangan tangan Tuhan dalam menjaga bumi dan manusia. Oke pap, cukup, cukup.  Continue reading

Categories: Dari Forum Diskusi | 1 Comment

The (real) to do list..

Hari ini, Tarek, seorang teman berkebangsaan Mesir, menampilkan gambar ini di dinding facebook-nya. Saya lantas save, dan pasang di-blog ini. Semoga bermanfaat untuk membangkitkan energi positif 🙂

 

Categories: Dari Mana Saja | Leave a comment

Blog at WordPress.com.