Kiyomizu-dera, Kuil Air Suci Bersejarah di Kyoto

Kiyomizudera merupakan salah satu kuil Buddha yang paling terkenal yang terletak di Kyoto, Jepang. Bukan hanya karena ketiadaan sebutir pun paku pada keseluruhan struktur bangunannya, namun juga karena kemurnian kulitas air terjun yang berada di sekitar kompleks kuil tersebut. Kiyomizu sendiri artinya adalah air murni atau air suci.

Kuil ini telah dihancurkan dan dibangun ulang berkali-kali sepanjang dua belas abad sejarah berdirinya, hingga akhirnya ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO pada Desember 1994. Arsitektur komplek kuil Kiyomizudera yang sekarang berdiri dirancang oleh Tokugawa Shogun ketiga, Iemitsu, dan bentuk bangunannya telah ditiru oleh kuil-kuil lain di seluruh Jepang.

Terletak di sebuah bukit di selatan Kyoto, dihiasi pemandangan indah pepohonan dengan dedaunan beraneka warna, jalan menuju kuil utama yang terletak di puncak bukit dipenuhi oleh aneka ragam toko souvenir yang menjual ramen dan sake hingga aneka jenis o-mikuji atau jimat keberuntungan, rumah makan khas Jepang, hingga ryokan atau penginapan-penginapan bergaya tradisional lengkap dengan sliding door dan tatami atau lantai kayu khas Jepang serta kotatsu atau meja penghangat yang sangat berguna selama musim dingin.

Pelataran utama Kuil Kiyomizudera diciptakan khusus untuk mengagungkan Kannon, Dewa Kebaikan dalam ajaran agama Buddha. Keindahan Kota Kyoto dapat dinikmati secara jelas dari atas berandanya yang ditopang oleh 139 pilar kayu dengan tinggi masing-masing hampir mencapai 50 kaki. Sejak zaman transisi periode Edo, masyarakat setempat percaya jika seseorang dapat bertahan hidup setelah melompat dari berandanya, keinginan orang tersebut dapat terkabul. Sebanyak 234 orang tercatat telah mencoba melompat dan sebanyak 85,4% bertahan hidup.

Selain keindahan arsitektur kuil, pengunjung dapat menikmati pemandangan Air Terjun Otowa-no-taki (Sound of Feathers) yang terletak di bawah pelataran utama. Air terjun ini terdiri dari tiga saluran air yang merefleksikan kondisi kesehatan, cinta, dan pendidikan, yang jika saluran air tersebut diminum, dipercaya dapat membawa keberuntungan pada salah satu aspek kehidupan tersebut. Namun, meminum sekaligus dari ketiganya dipercaya melambangkan ketamakan dan akan berbalik membawa kesialan pada orang yang meminumnya.

Tidak hanya pelataran utama Kuil Kiyomizudera yang menjadi daya tarik, komplek Kuil memiliki beberapa tempat sakral lain seperti Jishu-Jinja, yang dipersembahkan untuk Okuninushino-Mikoto, Dewa Cinta. Di dekat altar terdapat dua buah batu yang jika seseorang berhasil berjalan dari satu batu ke batu lainnya dengan mata tertutup, dipercaya orang tersebut akan segera menemukan tambatan hatinya. Hhmm.  (AB)

Sumber foto: koleksi pribadi penulis.

Advertisements
Categories: Dunia Kita | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: