Arjuna, Nakoela, Sadewa: Inovasi Mobil “Go Green” Mahasiswa FTUI

Arjuna, Nakoela, Sadewa

Isu penyelamatan bumi kini sudah merambah ke berbagai bidang, salah satunya dunia otomotif. Gagasan untuk menghemat energi minyak bumi dan peralihan energi terbarukan sudah menjadi salah satu concern produk terbaru banyak perusahaan otomotif internasional. Pasar mobil yang ramah lingkungan kini juga kian menjanjikan mengingat kian banyak masyarakat yang menyadari pentingnya isu penyelamatan bumi.

Tak mengherankan jika perusahaan-perusahaan otomotif komersial dengan ketersediaan modal yang berlimpah mampu melakukan berbagai eksperimen untuk inovasi produk terbaru dengan konsep environmental friendly. Mulai dari Honda dengan FCX-Clarity-nya, seri Leaf dari Nissan hingga beragam pilihan zero emission vehicles dari Renault. Namun, bagaimana jika sekumpulan mahasiswa Indonesia yang menggiatkan inovasi mobil ramah lingkungan? Rasa kagum dan bangga tentunya tersirat di dada siapapun yang mendengarnya. Dan itulah yang dilakukan sekelompok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia baru-baru ini.

Menjelang kompetisi bergengsi Shell Eco-Marathon Asia 2012 pada bulan Juli mendatang, tim mahasiswa gabungan dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia meluncurkan 3 unit prototype mobil ramah lingkungan dengan model yang unik. Ketiga unit mobil ini dinamai dengan nama tokoh wayang yang cukup akrab di telinga kita, yaitu Arjuna, Nakoela, dan Sadewa.

Prototipe mobil Arjuna, yang memiliki tiga roda berdimensi panjang 2.696 mm, lebar 940 mm dan tinggi 816 mm, memanfaatkan mesin berbasis baterai lithium dengan BMS yang tidak menghasilkan emisi.

Model ini memiliki body dengan material dari fiber glass berwarna merah serta menggunakan chassis monocoque dan sistem pengereman hidrolik disk brake.

Sementara itu, prototipe Nakoela, yang panjangnya sebesar 2.690 mm, lebar 1.940 mm dan tinggi sebesar 815 mm, berbasis mesin bensin injeksi.

Model mobil berbobot 60 kilogram ini, juga memiliki roda tiga serta menggunakan sistem pengereman hidrolik disk brake, dan chassis monocoqueBody Nakoela juga berbahan fiber glass namun berwarna jingga.

Sedangkan model Sadewa, yang juga disebut Kalabia Evo-2 karena merupakan hasil modifikasi model Kalabia, menggunakan mesin injeksi dan Engine Control Unit (ECU).

Mobil empat roda seberat 90 kilogram ini memiliki dimensi panjang 2.400 mm, lebar 1.250 mm dan tinggi 1.100 mm. Body mobil yang memiliki sistem pengereman hidrolik disk brake dan chassis aluminium alloy ini terbuat dari fiber glass warna putih.

Presiden Direktur dan Country Chairman PT. Shell Indonesia Darwin Silalahi berharap SEM dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar bidang mekanik untuk berinovasi menghasilkan produk dengan penggunaan energi efisien.

Penilaian SEM antara lain berdasarkan desain dan kemampuan model kendaraan menempuh jarak paling jauh dengan bahan bakar hemat.

Tidak hanya Darwin Silalahi, saya dan Anda tentunya juga menginginkan perkembangan yang pesat dalam tren kendaraan eco-friendly. Variasi produk otomotif ramah lingkungan serta fasilitas pengisian bahan bakarnya yang terjangkau akan membantu kita mewujudkan perilaku peduli lingkungan dalam berkendara. Bravo untuk mahasiswa FTUI yang telah turut berkreasi untuk mewujudkan dunia yang lebih hijau! Semoga tidak cepat puas dan terus berkarya 🙂

Daftar sumber: 1, 2, 3, 4, 5

Advertisements
Categories: Kreasi dan Inovasi | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: