Riset di Indonesia Sedikit, tetapi Berkualitas

Depok, salamduajari.com – Senang mengetahui bahwa walaupun produksi hasil penelitian di Indonesia masih rendah, yaitu terendah ke tiga di ASEAN, namun ternyata dinilai cukup berkualitas karena banyak dikutip peneliti di seluruh dunia. Di ASEAN, hasil penelitian di Indonesia adalah yang ke tiga paling banyak di kutip setelah Singapura dan Filipina. Pertanda, bahwa peneliti Indonesia cukup banyak juga yah yang militan. Bravo dan semangat terus dunia ilmuwan dan keilmuan Indonesia!

Berikut adalah berita lengkapnya seperti yang dilansir dari www.kompas.com.

Thomson Reuters: Riset Indonesia Sedikit, tetapi Berkualitas

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan contoh biodisel dari minyak biji jarak dan kelapa sawit hasil penelitian akademisi IPB yang dipamerkan di Agrinex 2012 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Minggu (1/4/2012)

JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah paper publikasi penelitian Indonesia memang rendah, tetapi kualitas riset Indonesia tergolong unggul. Demikian hasil analisis Thomson Reuters, sumber informasi intelijen terkemuka di dunia untuk perusahaan dan para profesional, yang disampaikan kepada wartawan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/4/2012).

Diketahui, secara ranking, jumlah publikasi riset Indonesia tergolong kedua terendah se-Asia Tenggara. Berdasarkan jumlah publikasi, negara yang paling produktif dalam riset berturut-turut adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Namun, berdasarkan jumlah riset yang disitasi, Indonesia nomor tiga se-Asia Tenggara. Artinya, risetnya sedikit tetapi kualitas dunia,” kata Wong Woei Fuh, Managing Director Rest of Asia Pacific Intellectual Property and Science di Thomson Reuters.

Berdasarkan jumlah citation (kutipan), negara yang dengan riset berkualitas di Asia Tenggara adalah Singapura, Filipina, dan Indonesia. Malaysia tergolong terendah di Asia Tenggara.

Demikian pula dalam dampak hasil penelitian di dunia. “Jadi, hasil penelitian Indonesia itu banyak dikutip oleh ilmuwan di dunia,” kata Wong.

Berdasarkan analisis Thomson Reuters, riset Indonesia didominasi oleh bidang ilmu hewan dan tanaman (botani dan zoologi), medis atau kedokteran, lingkungan, geologi, dan pertanian.

Sementara itu, hasil riset yang paling banyak dikutip adalah bidang ilmu sosial dan humaniora, medis, pertanian, lingkungan, ekologi, dan imunologi (kekebalan tubuh).

“Penelitian ilmu sosial Indonesia punya dampak yang besar,” ungkap Wong.

Ia mengungkapkan, hasil analisis Thomson Reuters bisa menjadi salah satu pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang riset manakah yang paling perlu mendapatkan perhatian dan pendanaan.

“Indonesia perlu fokus. Pendanaan bisa cepat terbuang percuma kalau tidak fokus,” ungkap Wong.

Melihat hasil analisis, Indonesia terbukti unggul pada ilmu-ilmu dasar.

Dengan demikian, perlu dipertimbangkan agar penelitian dasar dan eksploratif, yang hasilnya sering dianggap tidak segera berguna, mendapat perhatian dan pendanaan.

Advertisements
Categories: Berita Baik | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: