Clubbing untuk Lepaskan Lelah sekaligus Hasilkan Listrik? Bisa!

lantai piezoelectric

Clubbing kini telah menjadi bagian dari gaya hidup di kota-kota besar. Sebagian anak muda di kota-kota metropolitan menghabiskan malamnya untuk berpesta, berdisko atau sekedar nongkrong dengan teman di klub-klub malam. Mungkin sebagian dari kita menyangsikan clubbing sebagai kegiatan yang hanya membuang-buang waktu dan uang saja. Namun, siapa sangka, ternyata clubbing dapat berubah menjadi kegiatan peduli lingkungan.

Di sebuah klub malam yang terkenal di Rotterdam, Club Watt, mengkonversi energi kinetik dari pengunjung menjadi energi listrik. Klub dansa ini dibuka pada tahun 2008 untuk menindaklanjuti “Rotterdam Climate Initiative”. Upaya ini merupakan kerjasama dari pemerintah, organisasi, perusahaan, dan warga negara yang berusaha mengurangi emisi karbon hingga 50%. Para ilmuwan di Studio Roosegaard mengatakan bahwa setiap kita melangkah, energi tersebut diserap dan hilang ke dalam tanah. Mereka berpikir keras dan akhirnya menemukan caranya menangkap energi tersebut. Melalui efek piezoelektrik, energi kinetic tersebut dikompresi dan diubah menjadi energi listrik.

Melalui organisasi seperti Enviu dan Sustainable Dance Group, Studio Roosegaard berupaya menerapkan konsep lantai dansa yang sustainable tersebut ke seluruh Club Watt di Rotterdam. Meskipun Eco-club semacam tersebut telah ada sebelumnya di London, Manager Club Watt, Michel Smit mengatakan bahwa klubnya berbeda. Eco-club yang sudah ada di London hanya berupaya untuk ramah lingkungan, sedangkan Club Watt memproduksi sendiri energi listrik dari lantai dansanya tersebut. Menanggapi komentar tersebut, Sustainable Dance Club Group kemudian membuat club malam yang mirip dengan Club Watt di London dan berencana untuk membuat lagi di Berlin.

Michel Smit sangat bangga menjadi manager dari club unik bukan saja karena club itu adalah club pertama yang dalam jenisnya, melainkan club tersebut telah berperan dalam menyelamatkan planet. Selain memproduksi listrik dari energi kinetic para penari, Club Watt juga menggunakan air hujan untuk menyiram toilet, menyediakan makanan organic, dan menerapkan bar non-limbah.

Dengan menggunakan sustainable floor seperti lantai dansa Club Watt, piezoelektrik menjadi sumber energi alternatif yang menjanjikan. Enviu kini tengah merancang cara agar sustainable floor tersebut dapat menggantikan ketergantungan club malam kepada energi listrik konvensional. Selain itu, kini juga sudah ada proyek-proyek lain yanjg terinspirasi dari Club Watt. Stasiun kereta bawah tanah di Tokyo memanfaatkan energi listrik dari komuter untuk menyalakan layar dan mengoperasikan pintu gerbang. Tolouse, Prancis adalah kota pertama yang menggunakan trotoar piezoeletrik untuk menyalakan lampu jalan tersebut.

Sumber energi alternatif ini masih akan terus dikembangkan. Harapannya, ketergantungan manusia terhadap energi listrik yang diproduksi dengan BBM dapat tergantikan dengan piezoelektrik yang ramah lingkungan ini.

Sumber: disini

Advertisements
Categories: Kreasi dan Inovasi | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: