Tri Mumpuni: Sang Penerang Desa Terpencil Indonesia

Berawal dari keprihatinan akan rendahnya tingkat distribusi listrik di Indonesia yang akhirnya membuat ibu dua anak ini mendapatkan berbagai penghargaan dari dunia internasional. Melalui pendekatan kearifan lokal, ia bersama tim-nya berusaha memberdayakan masyarakat tanpa membuat mereka merasa terbebani, untuk bekerja bersama-sama  menerangi daerah-daerah terpencil Indonesia melalui pembangungan energi lisrik dari tenaga mikro hidro.  Sungguh sebuah prestasi yang patut diteladani.

Wanita hebat itu adalah Tri Mumpuni (41 tahun), seorang social-entrepreneur yang menggagas sebuah inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro sebagai solusi kebutuhan listrik di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Hatinya tergerak ketika ia, yang senang jalan-jalan, mencoba menyambangi Desa Palanggaran di Sukabumi, Jawa Barat. Desa tersebut belum memiliki penerangan atau listrik.  Memang sangat terpencil letak Desa Pelanggaran. Jangankan ditempuh dengan mobil, kendaraan roda dua saja sulit sekali melalui akses menuju desa itu. Jalan setapak yang licin justru akan membahayakan kendaraan roda dua yang berusaha melintas. Jalan kaki selama sembilan jam menjadi alternative pertama sekaligus satu-satunya untuk dapat menjangkau daerah tersebut.

Puni, demikian sapaan akrab perempuan berjilbab ini, merasa tergerak hatinya setelah melihat secara langsung kondisi Dusun Pelanggaran. Ia berpikir keras untuk menemukan solusinya. Melalui IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) ia menyusun proposal. Ia menjual proposalnya ke berbagai lembaga dan akhirnya mendapatkan sambutan yang baik dari Kedutaan Besar Jepang.

Mendapatkan dana sebagai modal, Puni pun kembali ke desa tersebut. Ia menemui tokoh masyarakat setempat untuk mengutarakan maksudnya. Berhasil mencapai kesepakatan, Puni memulai langkah pertamanya dengan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya penerangan dalam kehidupan. Ia juga menyampaikan bahwa pembangkit listrik itu nantinya adalah milik mereka. Sehingga mereka harus menjaga baik turbin maupun kontinuitas aliran airnya. Puni membangun kesadaran di semua tempat melingkupi berbagai kalangan masyarakat. Ia akan mendatangi gereja apabila mayoritas masyarakatnya adalah nasrani atau masjid jika mayoritas muslim. Bahkan, ia pun bersedia untuk menyambangi rumah adat Kalimantan Barat.

Setelah kesadaran masyarakat tumbuh, dibentuklah sebuah tim khusus yang menjaga kelangsungan pembangkit listrik tersebut. Tim ini yang bertugas mengawai turbin dan jalannya air sepanjang tahun. Mereka juga mengurusi biaya yang harus dibayar oleh pelanggan sebagai dana abadi untuk merawat pembangkit listrik tersebut. Oleh sebab itu, Puni membentuk ketua, sekretaris, bendahara, sampai tenaga teknis.

Animo penduduk sangat tinggi sehingga mereka sangat antusias dengan rencana dan arahan yang disampaikan Puni. Meskipun awalnya, masyarakat sempat kesulitan untuk dimintai iuran, akhirnya mereka berhasil mengumpulkan kas hingga 23 juta. Selain itu, muncul peraturan daerah baru untuk larangan menebang pohon di sebelah kanan kiri sungai. Penduduk dianjurkan untuk menanam buah Ketika penduduk sudah mulai mahir, Puni dan suaminya perlahan meninggalkan desa tersebut dan berpindah ke desa-desa lain yang belum teraliri listrik.

Hingga kini, sudah sekitar 65 desa yang sudah teraliri listrik. Karya nyata tersebut yang kemudian membuat World Wildlife Fund for Nature (WWF) memberikan penghargaan kepadanya sebagai Climate Hero. Adapun Tri Mumpuni bertekad untuk ‘menerangi’ seluruh daerah terpencil di Indonesia, jadi tentu angka 65 Desa terpencil tersebut masih akan terus bertambah.  Begitulah Tri Mumpuni, seorang sosok sederhana dengan  semangat luar biasa. Suatu karakteristik yang tercermin dari motto hidupnya yang juga sederhana namun mengandung makna yang kuat. Hidup sekali hiduplah yang berarti, demikian bunyinya. (RIS dan DM)

Sumber:

disini disini dan disini 🙂

Advertisements
Categories: Koridor Inspirasi | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: