Indonesia Pimpin Standarisasi Tempe di Dunia

Depok, salamduajari.com – Seru juga membayangkan standardisasi tempe benar-benar terealisasi. Terbayang bahwa nanti akan ada tempe premium dengan packaging yang tidak sekedar dililit daun pisang tanpa ada keterangan produk apa pun. Nanti akan ada tempe yang pada kemasannya terdapat informasi nutrisi, tanggal kadaluarsa, juga tentunya, berlogo SNI. Kalau hal tersebut benar-benar bisa terealisasi, tentu perjuangan untuk menjadikan tempe sebagai makanan Indonesia yang berhasil go internasional sudah semakin dekat. Paling tidak Indonesia sudah terpilih sebagai negara yang memimpin penetapan standar untuk tempe tersebut. Berita baik yang patut disyukuri. Berikut adalah berita mengenai hal tersebut yang dilansir dari http://www.tribunnews.com.

Indonesia Pimpin Standarisasi Tempe di Dunia

TRIBUNNEWS.COM (Rabu, 20 Juli 2011)JAKARTA – Indonesiamenjadi negara yang memimpin membuat standar internasional untuk tempe.

Badan Standarisasi Nasional (BSN) menargetkan, pertengahan tahun depan, standar tempe sudah diusulkan di Jepang untuk disepakati negara Asia dan diusulkan ke dunia internasional.

Kepala BSN Bambang Setiadi mengatakan, mempejuangkan standarisasi tempe untuk diakui di dunia tidak gampang.

“Sekarang sudah diputuskan Indonesia menjadi negara yang memimpin pembuatan standarnya,” ungkap Bambang, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (20/7/2011).

Dia melanjutkan hingga sekarang belum ada standar internasional untuk tempe. Dengan ditunjuknya Indonesia sebagai pemimpin yang membuat standar tempe, kini BSN tengah menyusun standar.

Dengan itu, SNI dengan sejumlah penyempurnaannya akan didorong menjadi standar internasional. Standar teknis untuk tempe sendiri telah ditetapkan dalam standar Nasional Indonesia yang berlaku sejak 9 Oktober 2009, yaitu SNI 3144:2009.

Dia melanjutkan, sidang pembahasan standar tempe internasional, akan diajukan di Jepang pada pertengahan 2011. Setelah disepakati oleh negara ASIA, maka akan diteruskan ke internasional.

“Ini keuntungan buat Indonesia karena tempe akan menguntungkan bagi kita,” terangnya.

Pengakuan dunia untuk membuat standar tempe  pada Sidang 34th session of Codex Alimentarius Commission (CAC) di Jenewa 9 Juli 2011, tempe berhasil disahkan sebagai new work item di CAC.

Untuk itu, Indonesia akan memperjuangkan standarisasi tempe dalam waktu empat sampai lima tahun kedepan.

”Dalam proses pembuatan standar tempe ini kita harus bertarung dulu dan standarnya harus dicek dulu di tingkat ASEAN kemudian maju lagi di tingkat Asia, lalu ke tingkat internasional yang dibawa ke 140 negara,” urainya.

Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 81 ribu usaha tempe, ada sekitar Rp 37 triliun nilai tambah dari usaha tempe yang memproduksi 2,4 juta ton tempe, dengan jumlah kedelai 1,8 juta ton. ”Karena satu kilogram kedelai menghasilkan 1,6 kilogram tempe,” jelas dia.

Selain tempe, Indonesia juga diakui untuk membuat standar mie instan , sagu, dan susu fermentasi.

Berdasarkan data Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti), dari 2,2 Juta ton pertahun kebutuhan kacang kedelai dalam negeri, hanya 600.000 ton saja yang mampu dipenuhi oleh petani kedelai lokal. Sementara 1,6 juta ton lainnya mesti diimpor dariAmerika Serikat.

Dari 1,6 Juta ton itu, sekitar 80% diolah untuk menjadi tempe dan tahu sementara 20% lainnya untuk penganan lain seperti susu kedelai dan lainnya. Indonesia menjadi negara pengimpor kacang kedelai terbesar dari Amerika Serikat.

Penulis: Srihandriatmo Malau  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Tambahan info dari salamduajari:
Codex Alimentarius Commission (CAC) adalah suatu badan internasional yang bertugas untuk membangun standar untuk makanan dan minuman, menyusun panduan penetapan standar tersebut, serta menyusun laporan-laporan lainnya yang berkaitan dengan program standardisasi makanan. CAC didirikan oleh FAO dan WHO pada tahun 1963.
Advertisements
Categories: Berita Baik | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: